Diculik dan Diperbudak, Inilah Kisah Tragis Perbudakan Transatlantik di Afrika

Selama kurang lebih 2.000 tahun, manusia telah melakukan tindakan perbudakan terhadap manusia yang lainnya. Antara sekitar tahun 1500 dan 1900, orang-orang Eropa secara paksa menculik jutaan orang dari Afrika (barat dan tengah), kemudian mengirim mereka menyeberangi Atlantik dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Tragisnya, bangsa Eropa tersebut menculik paksa masyarakat Afrika hanya untuk menjual dan menjadikan mereka sebagai budak. Bisakah anda bayangkan seberapa kejamnya itu? Bukan sekedar menjadikan mereka tahanan dan menjual mereka sebagai budak, orang-orang Eropa yang keji itu bahkan tega menghilangkan identitas mereka.

Mereka yang tadinya adalah seorang petani, pedagang, pendeta, tentara, tukang emas, musisi dan lain sebagainya dipaksa melepaskan apa yang mereka punya dan menjadi budak orang-orang Eropa, tanpa pandang bulu.

Tak peduli mereka punya keluarga, anak dan saudara, mereka tetap akan dipisahkan dan dijual pada tangan atau orang yang berbeda-beda. Mereka akan diperjualbelikan secara tersebar ke suluruh wilayah Amerika untuk menjalani kehidupan degradasi dan kebrutalan.

Jutaan orang harus mati dalam proses tersebut. Dan sebagai salah satu dampaknya, kini kita bisa melihat orang-orang keturunan Afrika tersebar di seluruh Amerika dan Eropa Barat. Inilah yang disebut sebagai Diaspora Afrika.

Menyedihkan, ya pasti. Namun orang-orang Afrika tersebut tak punya daya yang cukup untuk melawan, mengingat bangsa Eropa pasti memiliki senjata yang jauh lebih canggih untuk membuat mereka takut dan tunduk pada akhirnya.

Mau tidak mau mereka harus melakukan apapun yang diperintahkan. Tragedi yang terjadi ini mencuat dan menjadi sangat populer di seluruh dunia bahkan hingga sampai saat ini.

Sangking populernya, seorang seniman telah menciptakan beberapa patung yang menggambarkan bagaimana orang-orang Afrika saat itu disiksa dan diperbudak. Untuk sekedar mengingatkan anda kembali, tragedi yang kami maksud dikenal sebagai “perdagangan budak transatlatik“.

Apakah sebelumnya anda sudah pernah mendengar tentang kisah ini? Kalau belum dan anda merasa tertarik untuk mengetahui bagaimana kekejaman yang pernah mereka terima, di bawah ini kami akan menceritakannya pada anda.

Mengenal Tragedi Perdagangan Transatlantik

Banyak dari anda yang mungkin baru pertama kali mendengar istilah tragedi translantik ini. Tapi tidak menutup kemungkinan pula ada diantara anda yang pernah mendengarnya tapi belum begitu paham dengan maksud atau jalan ceritanya. Tak apa, karena kami akan menjelaskannya untuk anda.

Tragedi translantik adalah sebuah cerita atau kisah menyedihkan yang datang dari masyarakat Afrika yang dahulu mengalami masa penindasan yang luar biasa kejamnya. Kalau di Indonesia ini hampir mirip dengan masa penjajahan yang terjadi puluhan tahun lalu, hanya saja mungkin ini jauh lebih menyedihkan.

Masa transatlantik adalah masa atau segmen perdagangan budak global, yang mengangkut antara 10 juta hingga 12 juta orang Afrika yang diperbudak oleh bangsa Eropa. Mereka dipaksa untuk melintasi Samudera Atlantik menuju ke Amerika dari abad ke-16 hingga ke-19.

Ini adalah tahap yang kedua dari tiga tahap yang disebut sebagai perdagangan segitiga, yang terdiri dari perdagangan senjata, tekstil dan anggur dikirim dari Eropa ke Afrika, budak dari Afrika ke Amerika, serta gula dan kopi dari Amerika ke Eropa.

Perdagangan orang Afrika oleh bangsa Eropa selama periode ini sering disebut oleh para sarjana Afrika sebagai Maafa, yang dalam bahasa Swahili memiliki arti “bencana besar”.

Dan sekarang, tindakan semacam ini telah dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, dimana pelakunya akan dikenakan sanksi hukum dan semacamnya. Tidak ada satu negara pun yang mengizinkan hal buruk seperti ini terjadi atau terulang kembali.

Perdagangan budak tidak hanya menciptakan kekejaman terhadap jutaan orang Afrika yang dijual paksa ke luar negeri, tetapi juga menyebabkan kematian jutaan orang lainnya.

Tidak ada yang tahu jumlah total orang yang meninggal selama proses perbudakan ini berlangsung, karena sesampainya mereka di Eropa, orang-orang Afrika tersebut akan dijual secara tersebar.

Penculikan orang Afrika terjadi terutama di wilayah yang sekarang membentang dari Senegal ke Angola. Namun, pada abad ke-19, beberapa orang Afrika yang diperbudak juga diangkut melintasi Atlantik dari bagian timur dan tenggara Afrika.

Awal Munculnya Perbudakan

Sebenarnya, ini bukanlah pertama kalinya bangsa Eropa memperbudak masyarakat Afrika. Sebelumnya, pada tahun 1480-an, kapal-kapal Portugis sudah terlebih dulu mengangkut orang Afrika untuk dijadikan sebagai budak di perkebunan gula di Tanjung Verde dan pulau-pulau Madeira di Atlantik timur.

Sedangkan para conquistador Spanyol juga telah membawa budak-budak Afrika ke Karibia setelah tahun 1502. Tapi meskipun begitu, para pedagang Portugis terus mendominasi perdagangan budak transatlantik ini selama satu setengah abad, dengan beroperasi dari pangkalan mereka di daerah Kongo-Angola di sepanjang pantai barat Afrika.

Selanjutnya datang pula bangsa Belanda. Mereka juga pernah menjadi pedagang budak terkemuka selama tahun 1600-an dan kemudian pada abad berikutnya, pedagang Inggris dan Perancis turut menguasai sekitar setengah dari perdagangan budak transatlantik, dimana mereka mengambil sebagian besar kargo manusia dari wilayah Afrika Barat, yaitu antara Sénégal dan Niger.

Kalau diperkirakan, mungkin ada sekitar beberapa ratus ribu lebih orang Afrika yang telah dibawa ke Amerika sebelum tahun 1600. Namun, pada abad ke-17, permintaan tenaga kerja budak meningkat tajam, yang disebabkan oleh pertumbuhan perkebunan gula di Karibia dan perkebunan tembakau di wilayah Chesapeake di Amerika Utara.

Akibat peningkatan tersebut, jumlah terbesar budak yang pernah dibawa ke Amerika selama abad ke-18, menurut perkiraan para sejarawan, hampir tiga per lima dari total volume perdagangan budak transatlantik yang terjadi.

Dampak Perdagangan Transatlantik

Banyaknya jumlah manusia yang diperdagangkan oleh bangsa Eropa tersebut membuat para sejarawan percaya bahwa perdagangan budak memiliki efek besar, yang pada akhirnya berimbas pada kehancuran negara.

Sekali lagi kami beritahukan bahwa, perdagangan budak yang pernah dilakukan dulunya ini merupakan sebuah tindak kekerasan yang termasuk ke dalam pelanggaran hukum.

Depopulasi dan ketakutan yang terus-menerus terhadap penawanan membuat pembangunan ekonomi dan pertanian hampir tidak mungkin dilaksanakan di sebagian besar negara Afrika. Jadi anda bisa bayangkan bagaimana jadinya negara tersebut tanpa pembangunan Ekonomi.

Mungkinkah kehidupan mereka yang saat ini ada kaitannya dengan peristiwa masa lalu tersebut? Apakah hal tersebutlah yang berdampak pada penderitaan dan kemiskinan yang dialami di sejumlah wilayah Afrika saat ini? Bisa “iya” dan bisa juga “tidak ada hubungannya” dengan itu.

Sebagian besar orang yang ditangkapi pada masa itu adalah wanita di usia subur dan pria muda yang biasanya akan memulai kehidupan keluarga. Sipir Eropa tidak akan membawa mereka yang sudah tua, cacat, atau yang lebih tepatnya orang-orang yang didak bisa berkontribusi pada kesehatan ekonomi mereka.

Sejak lama para sejarawan telah memperdebatkan dimana dan kapan sebenarnya orang-orang Eropa menangkap para budak ini. Namun yang pasti, di awal perdagangan transatlantika, orang portugis membeli mereka semasa perang suku berlangsung.

Ketika permintaan akan budak bertambah atau meningkat dari yang sebelumnya, orang-orang Portugis mulai memasuki pedalaman Afrika untuk secara paksa mengambil tawanan di sana.

Dan ketika orang Eropa lainnya terlibat dalam perdagangan budak ini, umumnya mereka hanya tinggal di pantai dan membeli tawanan atau orang-orang Afrika yang telah dipindahkan dari pedalaman (membeli mereka dari Portugis).

Kondisi Orang-Orang Afrika Saat Dibawa ke Dalam Kapal

Setelah penangkapan, orang-orang Afrika tersebut akan disuruh berbaris di pantai, dimana untuk tiba di sana mereka harus melakukan perjalanan yang bisa mencapai hingga 300 mil (485 km) jauhnya dari tempat asal mereka. tidak dengan memesan gojek atau angkot, mereka melakukannya dengan berjalan kaki.

Kalau anda disuruh berjalan sejauh itu, apakah anda bersedia melakukannya? Oala, jangankan di suruh berjalan sampai ratusan mil seperti itu, mau ke simpang yang jaraknya 100 meter saja kita sudah memesan gojek atau grab online. Betul nggak sih?

Saat dimasukkan ke dalam kapal, dua tawanan akan dirantai bersama di pergelangan kaki dan mereka akan diikat dengan tali pada bagian leher. Diperkirakan 10 hingga 15 persen dari tawanan meninggal dalam perjalanan mereka menuju pantai.

Setelah naik ke kapal, apakah penderitaan mereka berhenti untuk beberapa waktu?

Banyak dari anda yang mungkin berfikir bahwa saat berada di kapal penyiksaan para budak akan sedikit berkurang. Namun nyatanya, jangan kan berkurang, justru mereka mengalami sesuatu yang bahkan jauh lebih buruk lagi.

Seperti yang kita ketahui, keadaan kapal pada zaman dahulu tidaklah senyaman seperti yang ada saat ini. Bentuknya lebih sederhana dan tidak ada fasilitas seperti yang bisa kita lihat dan nikmati sekarang.

Bisakah anda bayangkan bagaimana kapal yang sangat sederhana seperti itu mengangkut begitu banyak orang di dalamnya tanpa mengalami cedera sedikit pun? Rasanya hal tersebut akan sangat mustahil.

Perjalanan menyebrangi atlantik yang mereka lakukan terkenal sangat buruk dan brutal, dimana kondisi di dalamnya penuh sesak dan kapal tersebut sangatlah jorok. Di sana, ratusan orang Afrika dijejali dengan ketat di bawah dek kapal selama perjalanan sekitar 5.000 mil (8.000 kilimeter) jauhnya.

Di tempat itu, mereka biasanya akan dirantai bersama, langit-langit kapal yang rendah tidak memungkinkan mereka untuk mendapatkan posisi yang nyaman. Bahkan untuk duduk dalam posisi tegak pun mereka sulit. Ditambah lagi dengan panas yang tak tertahankan di dalam sana dan kadar oksigen yang sangat tendah, membuat kebanyakan dari mereka merasa sesak.

Untuk menghindari terjadinya pemberontakan dari para budak di kapal tersebut, para kru pun mengizinkan mereka untuk pergi ke luar, atau tepanya di geladak atas untuk beberapa jam setiap harinya. Meskipun hanya sebentar, tapi setidaknya mereka bisa sedikit meregangkan otot-otot tubuh mereka dan menghirup udara yang lebih baik.

Selama perjalanan menuju darat dilakukan, para sejarawan memperkirakan bahwa antara 15 dan 25 persen budak Afrika yang dibawa menuju Amerika meninggal di atas kapal budak.

Sebuah akun otobiografi dari Olaudah Equiano, yang diterbitkan pada tahun 1789, sangat terkenal karena deskripsi grafisnya tentang penderitaan yang dialami dalam pelayaran transatlantik tersebut.

Penyiksaan tak berakhir hanya sampai di situ saja. Kekejaman dan pelecehan seksual terhadap tawanan yang diperbudak ini terus meluas dan menjadi-jadi seiring dengan berjalannya waktu, sekalipun nilai atau harga mereka sebagai budak mungkin mengurangi perlakuan semacam itu.

Di dalam sebuah insiden terkenal di kapal budak Zong pada tahun 1781, diketahui banyak sekali orang-orang Afrika dan anggota kru yang meninggal akibat penyakit menular.

Seorang kapten kapal yang bernama Luke Collingwood berharap Ia bisa menyelesaikan masalah ini dan menghentikan penyebaran penyakit tersebut.

Untuk mewujudkannya, Ia akhirnya memerintahkan lebih dari 130 orang Afrika untuk dilemparkan ke laut. Wuah, ini benar-benar tindakan yang sangat, sangat tidak manusiawi. Seakan tak mau rugi, Dia kemudian mengajukan klaim asuransi atas budak-budak yang terbunuh tersebut.

Berakhirnya Masa Perbudakan Orang Afrika

Pada suatu hari, para tawanan Afrika tersebut pun melakukan perlawanan dan pemberontakan. Dan usaha mereka ternyata tak sia-sia, karena mereka berhasil mengambil alih kapal.

Insiden yang paling terkenal ini terjadi pada tahun 1839, dimana seorang budak bernama Joseph Cinqué memimpin pemberontakan 53 budak yang dibeli secara ilegal di kapal budak Spanyol Amistad, yang berhasil menewaskan kapten dan dua anggota kru kapal.

Sejak kejadian itu, Mahkamah Agung Amerika Serikat akhirnya memerintahkan budak-budak Afrika tersebut untuk kembali ke rumah mereka.

Pada masa Revolusi Amerika (1775–83), ada dukungan luas di beberapa koloni Amerika Utara yang melarang impor budak yang lebih banyak lagi, yang dilakukan oleh negara-negara yang lain.

Namun, setelah revolusi, atas desakan negara-negara Selatan, Kongres harus menunggu lebih dari dua dekade sebelum akhirnya membuat atau mengumumkan bahwa impor budak merupakan tindakan yang ilegal.

Ketika Kongres melakukannya, pada tahun 1808, undang-undang itu kemudian diberlakukan dengan sedikit perbedaan pendapat di beberapa kalangan.

Tapi sungguh disayangkan, penyelundup Karibia masih sering melanggar ketetapan tersebut, sampai hukum tersebut diberlakukan oleh blokade Utara Selatan pada tahun 1861, tepatnya selama Perang Sipil Amerika.

Setelah Britania Raya melarang perbudakan di seluruh kekaisarannya pada tahun 1833, angkatan laut Inggris dengan tekun menentang perdagangan budak di Atlantik dan menggunakan kapal-kapalnya untuk mencoba mencegah operasi perdagangan budak tersebut.

Sedangkan untuk Brasil, negara tersebut mulai melarang perdagangan budak pada tahun 1850, namun penyelundupan budak baru ke Brasil tidak berakhir sepenuhnya sampai negara akhirnya memberlakukan emansipasi pada tahun 1888.

Itulah kisah tragis yang dialami oleh para penduduk Afrika sekitar abad 15 yang lalu. Bersyukurlah karena hal yang sama tak sampai terjadi di Indonesia. Meskipun negara kita berada jauh dari mereka dan budaya kita sangat berbeda, namun bagaimanapun juga mereka dan kita sama-sama manusia. Sydah seharusnya kita saling memberikan empati satu sama lain.

Untunglah penderitaan mereka kini telah berakhir. Mereka pun bisa hidup lebih baik dari yang sebelumnya, meskipun memang negara tersebut masih dilanda kemiskinan yang parah. Namun setidaknya mereka telah berusaha dan sedang memperbaiki ekonomi negaranya.

Ingatlah bahwa sudah kewajiban kita untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Sekalipun di antara kita memiliki banyak perbedaan, bukan berarti kita bisa bertindak semena-mena pada mereka. Tak hanya berlaku untuk mereka yang berada jauh di sana, hal ini juga berlaku untuk orang-orang yang berada di sekitar kita.

 

 

Hati-Hati, Penderita “Darah Tipis” Rentan Terhadap Luka dan Pendarahan

Pada dasarnya, tubuh manusia sebagian besar tersusun atas air dan darah. Coba bayangkan apa jadinya kalau manusia tidak memiliki darah atau mungkin hanya terdiri dari tulang dan daging (tanpa darah). Pasti mengerikan, bukan?

Seseorang yang tidak memiliki darah tidak bisa disebut manusia, karena sangat mustahil ada manusia yang bisa hidup tanpa cairan tersebut, karena darah merupakan alat transportasi yang membawa makanan yang kita masukkan ke dalam tubuh melalui mulut.

Darah lah yang bertugas mengantarkan nutrisi-nutrisi makanan yang telah dicerna tersebut ke seluruh tubuh. Namun meskipun manusia pada dasarnya memiliki darah, kondisi darah tersebut pastilah berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Beberapa orang diketahui memiliki kondisi darah yang tidak normal. Ketidaknormalan inilah yang kita kenal sebagai penyakit anemia (kekurangan darah), leukimia (kelebihan sel darah putih di dalam darah) dan sebagainya.

Beberapa orang juga memiliki masalah kondisi darah lain yang dikenal sebagai “Thin Blood” atau darah tipis. Apakah anda pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Ataukah ini yang pertama kalinya? Anda pasti penasarankan dengan makna dari istilah darah tipis ini?

Kalau memang begitu, kami dengan senang hati akan memberikan penjelasannya untuk anda. Mana tahu beberapa di antara anda juga memiliki masalah yang sama. Tak perlu berbasa-basi lagi, langsung saja kita lihat penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Kondisi Darah Tipis (Thin Blood)

Seperti yang telah kami sebutkan tadi, sebagian orang ada yang mengalami masalah pada kondisi darahnya yang dikenal sebagai darah tipis. Kok darah bisa tipis sih?

Bukannya tipis itu cuma cocok dipakai untuk menggambarkan kondisi benda tertentu seperti kertas tipis misalnya? Kenapa darah yang berbentuk cair bisa dikatakan tipis? Aneh sekali?

Saat ini mungkin anda sedang mempertanyakan sejumlah pertanyaan terkait hal ini. Pertanyaan anda mungkin saja sama seperti yang kami sebutkan di atas tadi. Itu wajar karena istilah ini memang masih sangat asing di telinga kita.

Kondisi darah tipis ini memiliki arti bahwa di dalam darah seseorang, jumlah trombositnya terlalu sedikit (tidak normal). Trombosit sendiri merupakan bagian penting dari darah yang bertugas membantu proses penggumpalan.

Kalau dilihat dari pengertiannya, darah tipis ini mungkin ada kaitannya dengan penyakit hemofilia, yaitu penyakit yang disebabkan karena tubuh hanya mampu menghasilkan jumlah kepingan darah yang sangat sedikit jumlahnya. Untuk memastikannya, anda harus membaca penjelasan artikel ini sampai selesai.

Darah tipis umumnya memiliki beberapa ciri atau gejala. Gejala utamanya adalah pendarahan yang berlebihan dan memar yang sulit pulih. Artinya, ketika anda terluka, bahkan terkena luka sekecil apapun, resiko untuk terjadinya pendarahan akan jauh lebih tinggi.

Secara keseluruhan, darah terdiri dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: plasma, sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Trombosit membentuk 1-2% darah dan bertugas membantunya untuk membeku.

Kondisi yang disebut sebagai darah tipis ini dikenal sebagai trombositopenia, yang disebabkan karena jumlah trombosit yang terlalu rendah.

Tingkat normal trombosit di dalam darah adalah antara 150.000 – 400.000 per mililiter (mL). Jika kadar trombosit turun di bawah 150.000 / mL, maka ada kemungkinan kalau anda mengalami kondisi darah tipis.

Faktor Penyebab Darah Tipis

Proses pembuatan atau pembentukan trombosit terjadi di Limpa. Setelah terbentuk, trombosit yang memiliki umur pendek hanya bisa bertahan hidup antara 7 sampai dengan 10 hari.

Jika terjadi gangguan pada saat proses pembentukannya, inilah yang nantinya akan menyebabkan pengurangan pada jumlah trombosit yang dihasilkan. Dan akibatnya, seseorang akan mengalami kondisi darah tipis.

Berbagai faktor dapat menyebabkan jumlah trombosit pada seseorang semakin berkurang atau rendah, termasuk diantaranya seperti :

1. Menurunnya Produksi Trombosit

Beberapa infeksi virus, seperti : HIV, hepatitis C, gondong, rubela, atau virus Epstein-Barr diketahui dapat menyebabkan jumlah platelet atau trombosit jatuh atau berkurang. Gangguan sumsum tulang, seperti leukemia dan limfoma, juga dapat mempengaruhi jumlah trombosit yang diproduksi.

2. Pengkonsumsian Jenis Obat Tertentu

Sebagian orang yang memiliki masalah jantung biasanya akan mengonsumsi obat pengencer darah untuk mengurangi resiko serangan jantung dan stroke. Ada 2 (dua) jenis obat utama yang diketahui berpotensi mengencerkan darah, yaitu:

  • Antikoagulan : ini termasuk heparin dan warfarin, yang bekerja untuk memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk membentuk gumpalan.
  • Obat antiplatelet : misalnya Aspirin, yaitu salah satu contoh obat yang dapat mengencerkan darah dan mencegah platelet membentuk gumpalan.

Pengkonsumsian kedua jenis obat di atas akan memperbesar resiko terjadinya masalah pada proses pembentukan kepingan darah yang akan mengarah pada masalah darah tipis.

3. Gangguan Pada Limpa

Limpa adalah organ yang berperan menghasilkan trombosit, sehingga sedikit saja terjadi masalah pada limpa dapat menyebabkan darah tipis. Beberapa kondisi yang bisa mempengaruhi limpa adalah termasuk :

  • Splenomegali, atau pembesaran limpa
  • Hipersplenisme, yang dapat menyebabkan platelet terperangkap di limpa

4. Peningkatan Kerusakan Trombosit

Kondisi autoimun tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan lupus eritematosus sistemik (SLE), dapat meningkatkan jumlah trombosit yang hancur. Jika trombosit baru tidak segera dengan cepat dibentuk, maka seseorang kemungkinan akan mendapatkan masalah karena hal tersebut.

5. Penyakit hati kronis (CLD)

CLD (Chronic Liver Disease) juga berperan menyebabkan seseorang memiliki darah tipis, karena hal ini bisa menurunkan tingkat thrombopoietin, yang merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang produksi trombosit. Tingkat thrombopoietin yang rendah akan mengurangi tingkat dimana trombosit diproduksi.

6. Fakta lain

Selain kelima faktor-faktor yang telah disebtkan di atas, ada juga beberapa variabel fisiologis yang dapat mempengaruhi jumlah trombosit seseorang, di antaranya:

  • Penuaan : Jumlah trombosit bisa menjadi lebih rendah seiring dengan bertambahnya usia
  • Genetika : Beberapa orang memiliki jumlah trombosit yang rendah karena faktor genetik
  • Kehamilan : Jumlah trombosit yang rendah mempengaruhi sekitar 5-7 persen wanita hamil, menyebabkan darah tipis

Ciri-Ciri Seseorang Mengidap Thin Blood

Kondisi darah yang tipis pada umumnya tidak memiliki gejala yang begitu signifikan. Biasanya ini harus didiagnosis dalam tes darah untuk mengetahui atau melihat kemungkinan kondisi lain yang terjadi.

Jumlah trombosit yang lebih sedikit, yang dalam arti tidak normal, dapat membuatnya kesulitan dalam melakukan peran atau tugas yang seharusnya dilakukan. Salah satunya adalah darah menjadi lebih sulit untuk menggumpal.

Jadi, siapa pun anda yang mengalami pendarahan yang berlebihan atau berlangsung sangat lama, bahkan dari luka kecil sekalipun, mungkin memiliki resiko darah yang tipis.

Tanda-tanda lain yang mungkin akan diperlihatkan oleh kondisi ini adalah termasuk gusi berdarah, mimisan, ditemukannya darah di tinja dan aliran menstruasi yang berat tanpa pembekuan darah.

Kadang-kadang, seseorang dengan darah tipis juga dapat rentan memar yang dikenal sebagai purpura, atau pendarahan pinprick pada kulit yang disebut petechiae.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kondisi Ini?

Kebanyakan penyakit ditemukan setelah melalui tahap diagnosis, tak terkecuali dengan kondisi yang bernama darah tipis. Sesorang bisa dipastikan mengalami kondisi ini setelah dokter melakukan sejumlah pemeriksaan pada si penderita.

Bagaimana cara dokter bisa mendiagnosisnya?

Seorang dokter dapat mendiagnosis darah tipis dengan melihat jumlah trombosit di dalam jumlah darah lengkap atau CBC seseorang. Tentu saja untuk mengeceknya mereka harus menggunakan sebuah alat atau teknologi khusus, agar hasil yang didapatkan lebih akurat (minim kesalahan).

Ketika anda mengalami hal-hal semacam gejala yang disebutkan di atas dan anda memutuskan untuk menemui dokter untuk melakukan pengecekan, penting bagi anda untuk memberi tahu mereka semua hal yang berkaitan dengan kondisi anda secara keseluruhan.

Jangan pernah enggan untuk mengutarakan keluhan anda kepada mereka, karena hal tersebut akan sangat membantu proses pemeriksaan dan pengobatan anda.

Beritahu mereka jika memang anda mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu atau suplemen jenis lainnya, yang bisa jadi ada kaitannya dengan masalah kesehatan yang sedang anda alami. Ini termasuk obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin.

Darah Tipis vs Darah Tebal

Biasanya, kalau ada yang baik pasti ada yang buruk, begitu pula dengan kondisi darah yang satu ini. Ternyata bukan hanya darah tipis saja yang ada, tapi juga ada yang yang namanya darah tebal. Kok bisa ya begitu? Lantas, apa yang membedakan keduanya?

Kedua kondisi ini memiliki masalahnya sendiri. Kalau darah tipis menimbulkan masalah dengan pembekuan, penyembuhan luka dan memar, maka di sisi lain darah tebal dapat meningkatkan resiko pembekuan darah dan trombosis, yang dapat mengancam jiwa.

Intinya, baik itu kekurangan ataupun kelebihan trombosit, keduanya sama-sama berpotensi menyebabkan masalah serius pada seseorang.

Faktor yang meningkatkan resiko untuk darah tebal atau kental, meliputi: genetika, kegemukan, peradangan kronis, resistensi, insulin dan diabetes, pilihan makanan yang dikonsumsi, seperti terlalu banyak memakan makanan yang dapat menyebabkan kolesterol

Selain itu, ada pula faktor pemicu lainnya yang dikenal sebagai Polycythemia, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan darah menebal karena tingginya jumlah sel darah merah.

Untuk masalah ini, dokter bisa meresepkan obat antikoagulan, seperti heparin dan warfarin ketika darah tebal dan seseorang yang memiliki peningkatan resiko penggumpalan darah, stroke, ataupun serangan jantung.

Adakah Cara Untuk Mengobatinya?

Perawatan dan pengobatan yang dibutuhkan orang-orang yang memiliki masalah darah tipis akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Namun, terkadang mengobati penyebab yang mendasarinya juga memiliki kemungkinan tidak akan mengubah jumlah trombosit dan darah akan tetap tipis.

Terkadang beberapa dokter akan meresepkan kortikosteroid untuk mengobati darah tipis dalam kondisi seperti purpura thrombocytopenic idiopatik (ITP). Dalam kasus yang lebih parah, mereka dapat merekomendasikan transfusi trombosit.

Kapan pun anda merasa memiliki beberapa gejala di atas, ingatlah bahwa sangat penting untuk bertemu dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis sakit anda.

Tim medis atau dokter akan membantu anda menemukan penyebab yang mendasari masalah tersebut dan mungkin mereka juga akan mengembangkan rencana perawatan yang dipersonalisasi.

Mereka juga dapat menyarankan seseorang tentang cara mengambil tindakan pencegahan yang kemungkinan akan disebabkan oleh darah tipis, termasuk pendarahan yang berlebihan.

Sekarang anda sudah mengertikan seperti apa kondisi darah tipis itu sebenarnya? Setelah informasi di atas, adakah di antara anda yang mengalami kondisi semacam ini?

Kalau memang anda melihat ada gejala seperti yang disebutkan di atas, yang diperlihatkan oleh tubuh anda atau mungkin keluarga anda, maka segeralah periksakan kondisi anda.

Bukankah mencegah itu lebih baik mengobati? Yah, mana tahu sebelum bertambah parah, dokter bisa membantu memberikan solusinya.

Polisi China Gunakan “Kaca Mata Ajaib” Untuk Kenali Penjahat dan Pelanggar Hukum

Teknologi pengenalan wajah kini tak lagi menjadi fitur yang hanya ada di dalam sejumlah film fiksi. Alat canggih ini kini semakin banyak digunakan di dalam kehidupan nyata. Salah satu contohnya bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari kita, terutama dalam hal penggunaan gadget seperti handphone misalnya.

Beberapa perusahaan handphone tertentu telah menyematkan teknologi ini di dalam produk tertentu mereka, dengan maksud untuk menarik perhatian para pembeli. Contohnya saja pada salah satu tipe besutan iPhone, yang memiliki kemampuan membuka kunci bukan dengan password atau sidik jari, melainkan dengan pengenalan wajah pemiliknya.

Gimana? Canggih bukan? Anda para pemilik jenis ponsel pintar ini tentu sudah merasakan hal tersebut. Dan untuk yang belum, anda bisa mulai menabung sekarang untuk bisa mendapatkannya, karena harga ponsel jenis ini pasti lah sangat mahal.

Selain penggunaannya pada ponsel pintar, teknologi pengenalan wajah semacam ini juga bisa anda temukan ketika anda terbang dengan Jetblue dari Boston ke Aruba atau Republik Dominika.

Di sana, anda akan memiliki opsi untuk menggunakan wajah sebagai boarding pass anda, yaitu sebuah sistem yang melibatkan algoritma Pabean dan Perlindungan Perbatasan di luar AS.

Bukan hanya itu saja, sekarang ini penggunaannya kian semakin berkembang hampir dalam segala bidang dan hal di kehidupan manusia. Salah satunya telah diterapkan di China.

Teknologi tersebut kini disematkan atau ditampilkan dalam rupa kamera yang melekat pada kacamata hitam, yang dikenakan oleh para petugas polisi di negara tersebut. Hal ini disampaikan di dalam jurnal The Wall Street beberapa bulan lalu. Anda pasti penasarankan untuk apa alat ini digunakan oleh polisi di China? Mari temukan jawabannya di bawah ini.

Penggunaan Kacamata Pengenal Wajah Oleh Kepolisian China

Polisi kereta api di negeri tirai bambu, China dikabarkan telah menggunakan sebuah teknologi canggih untuk mempermudah pekerjaan mereka. Alat tersebut berupa sebuah kacamata hitam.

Kalau dilihat sekilas, mungkin banyak dari anda yang tidak menyadari kalau yang mereka pakai tersebut adalah sebuah alat ajaib, bukan sekedar kacamata biasa yang dipakai orang-orang untuk bergaya atau sekedar mendukung penampilan mereka.

Kacamata jenis ini tidak akan anda temukan di toko-toko aksesoris atau optik yang banyak bertebaran di sekeliling anda, karena ini memang diciptakan bukan untuk publik, melainkan khusus untuk instansi -instansi pemerintah saja.

Saat ini mungkin begitulah konteks pemakaiannya, tapi dikedepannya kita tidak tahu apakah nantinya benda tersebut juga akan tersedia untuk umum atau tidak.

Apa yang membuat kacamata ini berbeda dari kaca mata pada umumnya?

“Tidak ada satu pun benda di dunia ini yang diciptakan tanpa adanya tujuan”. Apakah anda setuju dengan pernyataan barusan? Kalau anda setuju, berarti anda sependapat dengan kami. Tapi kalau tidak, itu tidak menjadi masalah karena setiap orang berhak untuk berpendapat dan mengeluarkan argumennya.

Mari kita ambil sebuah contoh sederhananya, manusia menciptakan pakaian tentu ada tujuannya, bukan? Yaitu untuk menutupi dan melindungi tubuh dari panas dan sebagainya. Begitu pula dengan pembuatan kaca mata hitam yang saat ini digunakan oleh polisi di sebuah daerah di China yang sedang kita bahas sekarang.

Tentu ada makna atau tujuan mereka menciptakannya. Apalagi kacamata yang dibuat tersebut bukanlah benda yang sembarangan, karena alat penutup mata ini menggunakan sebuah teknologi detektor atau pengenal wajah.

Untuk apa polisi mengenakan alat penutup mata ini?

Polisi China menggunakan kacamata hitam ajaib ini untuk menangkap orang-orang yang mencurigakan di stasiun kereta api di Zhengzhou, yang merupakan ibu kota dari provinsi Henan tengah.

Kalau diperhatikan, kacamata itu terlihat mirip dengan Google Glass, yaitu sebuah merek kacamata pintar yang menampilkan informasi dalam format handsfree yang menyerupai ponsel cerdas.

Pendeteksi wajah berupa kacamata tersebut dikabarkan telah diresmikan awal tahun ini di China dan terbukti sangat bermanfaat dan membantu pekerjaan polisi.

Dengan benda ini, polisi berhasil mengidentifikasi tujuh tersangka atau penjahat. Berita ini dimuat di dalam harian resmi Partai Komunis People’s Daily.

Penutup mata berwarna hitam tersebut terhubung ke sebuah database yang bisa menyesuaikan atau mencocokkan wajah para pelancong atau wisatawan dengan para pelaku kriminal.

Belum begitu jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencocokkannya, akan tetapi menurut Lu Fei, selaku CEO Teknologi LLVision yang mengembangkan kacamata tersebut mengatakan bahwa, selama pengujian dilakukan, sistem yang diciptakannya bisa mengidentifikasi wajah dari 10.000 database dalam waktu 100 milidetik.

Namun, walaupun demikian, menurut Lu Fei tingkat akurasi penggunaan alat ini sangatlah bervariasi karena dipengaruhi oleh keramaian atau lingkungan.

Bagaimana sebenarnya cara kerja alat ini?

Pada kacamata canggih ini terdapat sebuah camera kecil yang terpasang pada lensa sebelah kanannya. Kamera itu terhubung dengan kabel elektronik ke perangkat genggam yang dibawa oleh para petugas polisi saat bertugas.

Perangkat tersebut memiliki sebuah aplikasi dimana petugas dapat memproses gambar yang mereka ambil dari individu yang mencurigakan. Informasi itu kemudian akn dikirim ke database untuk melihat perbandingan dengan informasi tersangka pada daftar yang dicari.

Aplikasi ini juga memungkinkan akses ke database yang akan memberikan informasi apakah tersangka tersebut tengah melarikan diri dari polisi atau tidak dan bahkan catatan kriminal terakhir yang pernah mereka lakukan pun bisa diketahui dengan menggunakan teknologi ini.

Sejauh ini, apa yang sudah berhasil dilakukan oleh polisi china dengan bantuan kacamata tersebut?

Sejauh ini, alat penutup mata tersebut telah berhasil mengidentifikasi beberapa orang yang dicurigai melakukan beberapa jenis kejahatan, seperti pelanggaran lalu lintas dan tindakan kejahatan seperti perdagangan manusia. Sebanyak 26 orang yang kedapatan menggunakan dokumen palsu juga berhasil dicegat untuk bepergian.

Tidak seperti di Indonesia, dimana orang-orang bisa dengan bebas bepergian dengan kereta api, di China, orang-orang harus menggunakan dokumen identitas mereka untuk bisa melakukan perjalanan dengan alat transportasi tersebut.

Aturan yang mereka buat ini berfungsi untuk mencegah orang-orang yang memiliki banyak hutang bepergian dengan kereta cepat dan juga membatasi pergerakan pihak-pihak tertentu yang masuk dan keluar dari stasiun tersebut.

Meskipun ini merupakan pertama kalinya para pejabat China menggunakan benda hitam tersebut untuk meng-implementasikan pengenalan wajah (yang dikhususkan untuk polisi), namun berdasarkan informasi yang kami dapat, saat ini mereka juga sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar lagi.

Sebenarnya, pengenalan wajah seperti ini telah diluncurkan dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari di negara tersebut, seperti misalnya penggunaannya untuk masuk ke asrama universitas dan tempat kerja, pada saat menarik uang tunai dari mesin ATM dan bahkan untuk membeli KFC. 

Dan sekarang, mereka berencana untuk membuat sebuah sistem yang akan mengenali satu dari 1,3 miliar warganya hanya dalam waktu 3 detik. Apakah nantinya ini bisa berhasil mereka wujudkan?

Meskipun rencana tersebut terdengar menarik dan keren, namun program ini dikutuk atau tidak disetujui oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia, karena mereka menganggap bahwa penerapan teknologi seperti ini telah melanggar hak privasi orang.

“Pihak berwenang China tampaknya berpikir bahwa mereka dapat mencapai ‘stabilitas sosial’ dengan menempatkan orang-orang di bawah alat seperti mikroskop, tetapi program-program pelecehan ini lebih cenderung memperdalam permusuhan terhadap pemerintah,” Sophie Richardson, direktur Human Rights Watch China.

“Beijing harus segera menghentikan program-program ini dan menghancurkan semua informasi data yang dikumpulkan tanpa persetujuan penuh.”

Apakah pemerintah akan mengindahkan penolakan dari beberapa pihak tersebut? Atau mereka akan mengabaikannya begitu saja? Bagaimana menurut anda? Apakah anda setuju dengan rencana pemerintah China ini? Ataukah anda lebih sependapat dengan kelompok Hak Asasi Manusia tersebut?

Kalaulah ini diterapkan di Indonesia, apakah anda setuju? Apa alasan anda mengatakan setuju atau tidak setuju?

Terlepas dari setuju atau tidak setujunya anda, yang pasti, beginilah salah satu cara teknologi bertenaga kecerdasan buatan bekerja atau berfungsi secara umum. Dikedepannya, mungkin kita akan menemukan sesuatu yang jauh lebih menarik dan menakjubkan lagi dibandingkan dengan yang ada sekarang.

Terima atau tidak, semua itu tergantung pada keputusan pemerintah yang mengizinkan penggunaannya. Pemerintah yang baik pasti akan membuat keputusan yang baik dan pastinya akan memperhitungkan segala sesuatunya. Benar nggak sih? Tapi apapun yang terjadi nantinya, kita hanya bisa berharap segala sesuatunya berjalan dengan baik. Setuju?

 

Tinggal Hitungan Hari, 12 Stadion Ini Akan Menjadi Saksi Perhelatan Piala Dunia 2018

Gema Piala Dunia 2018 semakin hari kian semakin terdengar. Bagaimana tidak, hari dimana pertandingan akbar akan berlangsung hanya tinggal hitungan beberapa hari lagi saja. Anda para pecinta sepak bola pasti sudah tidak sabar lagi kan untuk menyaksikan pertandingan ini?

Persiapan demi persiapan yang dilakukan oleh tuan rumah pun sudah hampir mencapai titik puncaknya. Salah satunya adalah mempersiapkan lapangan atau stadion permainan.

Jauh-jauh hari sebelumnya, baik itu jumlah dan lokasi stadion mana-mana saja yang akan digunakan sudah dibahas oleh para pengurus. Jadi, pemilihan tersebut tidak dilakukan secara asal-asalan.

Banyak hal yang harus diperhitungkan sebelum akhirnya menetapkan stadion mana yang nantinya akan dipakai dalam pertandingan Piala Dunia di Rusia tahun ini.

Ada berapa banyakkah stadion yang telah ditetapkan untuk digunakan nantinya? Dimana-mana sajakah letaknya? Tim-tim apa saja yang nantinya akan bertanding di masing-masing lapangan tersebut? Mari kita temukan jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Stadion Yang Akan Digunakan Dalam Piala Dunia 2018

Infrastruktur sepak bola Rusia sampai dengan saat ini telah mengalami transformasi besar-besaran menjelang Piala Dunia 2018. Sekarang negara ini dipenuhi dengan stadion modern yang dibangun atau diperbaharui untuk turnamen yang akan datang.

Sebelumnya ada sekitar 16 stadion yang ditawarkan untuk digunakan. Namun setelah menimbang-nimbang, ternyata panitia penyelenggara memilih 12 stadion saja yang akan dipakai untuk pertandingan.

Sejak ditetapkannya keduabelas lapangan ini, pemerintah Rusia pun mulai melakukan beberapa tindakan perbaikan dan pembangunan untuk membuat bangunan-bangunan tersebut terlihat lebih baik.

Tentu saja hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung pelaksanaan World Cup bulan depan. Memang sudah hakikatnya kalau sebagai tuan rumah, Rusia harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin untuk bisa membuat negara-negara lain terkesan, yang pastinya akan hadir untuk menonton dan mendukung tim-tim kebanggaan mereka.

Di antara tanggal 14 Juni dan 15 Juli dimana turnamen akan berlangsung, total sebanyak 12 tempat yang tersebar di hamparan Rusia akan menjadi tuan rumah setidaknya untuk 4 (empat) pertandingan di masing-masing stadion.

Dan setelah melakukan penarikan undian beberapa waktu yang lalu, sebanyak 32 negara telah mengetahui siapa yang akan menjadi lawan bermain mereka dan dimana mereka akan bermain.

Adapun ke-12 stadion yang dimaksud tersebut adalah:

1. Luzhniki Stadium (Moscow)

Stadion Luzhniki adalah satu dari kedua belas lapangan yang nantinya akan digunakan dalam pertandingan di bulan Juni mendatang. Tempat ini dibangun pada tahun 1950-an dan pernah digunakan untuk Olimpiade tahun 1980.

Selain itu, Luzhniki juga sempat menjadi tuan rumah sebagian besar pertandingan yang dimainkan oleh tim nasional Rusia dan di berbagai waktu telah menjadi rumah bagi klub kota Spartak, CSKA dan Torpedo.

Baru-baru ini stadion tersebut juga sempat digunakan untuk melaksanakan pertandingan persahabatan antara tim Rusia dan Argentina.

Setelah dilakukan rekonstruksi besar-besaran, lokasi ini pun kembali di buka dan akan menjadi tempat penyelenggaraan acara pembukaan turnamen pada tanggal 14 Juni dan sekaligus menjadi lokasi pertandingan final pada tanggal 15 Juli. Dengan kata lain, ini akan menjadi tempat pertama sekaligus yang terakhit dari pertandingan piala dunia 2018.

Dari kedua belas stadion yang akan digunakan, Luzhniki merupakan yang terbesar di Rusia. Tempat ini bisa dibilang sudah sangat akrab untuk para penggemar Manchester United dan Chelsea, karena sempat menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertandingan final Liga Champion untuk kedua negara tersebut pada tahun 2008 yang lalu.

Lapangan ini memiliki kapasitas atau dapat menampung jumlah penonton sebanyak 81.006 orang. Adapun beberapa pertandingan yang akan dilaksanakan di stadion ini antara lain:

  • Tanggal 14 Juni : Rusia vs Arab Saudi (Grup A)
  • 17 Juni : Jerman vs Meksiko (Grup F)
  • Tanggal 20 Juni : Portugal vs Maroko (Grup B)
  • 26 Juni : Denmark vs Prancis (Grup C)
  • Tanggal 1 Juli  : 1B vs 2A (16 Besar)
  • 11 Juli : Pemenang pertandingan 59 vs pemenang 60
  • Tanggal 15 Juli : Pertandingan Final

2. Spartak Stadium (Moskow)

Lapangan kedua yang akan digunakan adalah Spartak Stadium di Moskow. Biasanya dikenal sebagai Otkritie Arena. Stadion ini di buka pada tahun 2014 yang lalu.

Entah itu karena kebetulan atau tidak, nama lapangan ini juga sama dengan nama salah satu klub ternama Rusia, yaitu FC Spartak Moscow. Sebelumnya klub ini tidak memiliki stadion mereka sendiri sampai akhirnya tempat ini dibangun.

Awalnya mereka bermain di berbagai pangkalan di Moskow. Setelah berhasil memenangkan 9 dari 10 pertandingan mulai tahun 1992 dan 2001. Mereka juga berhasil mengklaim gelar liga pertama dalam lebih dari 15 tahun di tahun 2016-2017.

Ini adalah salah satu dari empat tempat yang pernah digunakan untuk pelaksanaan Piala Konfederasi pada tahun 2017 lalu. Salah satu fitur unik dari tempat tersebut adalah patung lifesize dari saudara Starostin, yang merupakan pendiri klub, yang menjadi salah satu tujuan pembangunan atau pendirian lapangan stadion ini.

Kapasitas yang dapat ditampung di dalam lapangan ini adalah sekitar 45.360 orang. Adapun tim yang akan ditandingkan di tempat ini, antara lain:

  • Tanggal 16 Juni : Argentina vs Islandia (Grup D)
  • 19 Juni : Polandia vs Senegal (Grup H)
  • Tanggal 23 Juni : Belgia vs Tunisia (Grup B)
  • 26 Juni : Serbia vs Brasil (Grup C)
  • Tanggal 3 Juli : 1H (winner) vs 2G (runner) – match 56

3. Kazan Arena (Kazan)

Kazan merupakan ibu kota dari Republik Tartastan, yang dihuni oleh sekitar 1,2 juta orang. Stadion ini sebelumnya dibangun untuk World University Games pada tahun 2013 dan merupakan rumah bagi klub lokal Rubin Kazan.

Tempat ini dirancang oleh perusahaan arsitek yang sama dengan yang membangun Stadion Wembley dan Stadion Emirates. Stadion ini terkenal karena memiliki layar luar terbesar di Eropa, yang bisa memainkan gambar berjalan, yang diletakkan di satu sisi dinding luarnya.

Kazan Arena ini juga sempat terpilih menjadi tuan rumah semi final penyelenggaraan Piala Konfederasi. Dan kali ini, tempat tersebut akan kembali digunakan untuk turnamen akbar yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Adapun kapasitas orang yang bisa ditampung di dalamnya adalah sekitar 45.379 orang.

Beberapa pertandingan yang akan dilaksanakan di tempat ini adalah:

  • 16 Juni : Perancis vs Australia (Grup C)
  • Tanggal 20 Juni : Irak vs Spanyol (Grup B)
  • 24 Juni : Polandia vs Kolombia (Grup H)
  • Tanggal 27 Juni : Korea Selatan vs Jerman (Grup F)
  • 30 Juni : 1C (winner) vs 2D (runner) – match 50
  • Tanggal 6 Juli : pemenang match 53 vs pemenang match 54  (Quarter Final)

4. Samara Arena 

Pembangunan Samara Arena atau yang juga dikenal sebagai Cosmos Arena (di luar Piala dunia) kabarnya akan segera selesai sebentar lagi, tepatnya sebelum pelaksanaan turnamen sepak bola dunia yang akan segera diselenggarakan pada bulan Juni mendatang.

Ini merupakan rumah bagi para tim FC Kylia Sovetov. Dulunya, tempat ini merupakan kantor negara Rusia ketika mereka dievakuasi dari Moskow selama Perang Dunia II.

Stadion sepak bola tersebut dibangun dengan bentuk menyerupai sebuah kubah kaca, sebagai bentuk penghormatan kepada Samara yang sudah berperan besar dalam program eksploitasi ruang angkasa Uni Soviet dan bisnis kedirgantaraan dan penelitian di kota tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, stadion ini mengalami kebakaran, tepatnya pada bulan Agustus dan menyebabkan penundaan pembangunan. Namun meskipun begitu, para pejabat Rusia yakin bahwa stadiun tersebut akan tetap dibangun sesuai jadwalnya. Dan ternyata hal tersebut berhasil diwujudkan di tahun ini.

Kini lapangan tersebut akan dipakai untuk beberapa pertandingan di ajang World Cup 2018, yang diketahui dapat menampung sebanyak 45.568 orang. Samara Arena akan dipakai untuk melaksanakan sejumlah pertandingan, seperti:

  • 17 Juni : Kosta Rika vs Serbia
  • Tanggal 21 Juni : Denmark vs Australia (Grup C)
  • 25 Juni : Uruguay vs Rusia (Grup A)
  • Tanggal 28 Juni : Senegal vs Kolombia (Grup H)
  • 2 Juli : 1E (winner) vs 2F (runner) – match 53
  • Tanggal 7 Juli : Pemenang pertandingan 55 vs pemenang 56 – Pertandingan 60

5. Mordovia Arena (Saransk)

Mordovia adalah sebuah republik yang dihuni oleh lebih dari 800.000 orang, yang letaknya sekitar 500 kilometer tenggara Moskow, tetapi masih merupakan bagian dari Federasi Rusia.

Stadion baru ini akan menjadi rumah bagi klub FC Mordovia Saransk, yaitu sebuah klub yang dibentuk oleh penggabungan dua tim lokal pada tahun 2005.

Walaupun lapangan ini memiliki kapasitas yang mencapai 45.000 untuk Piala Dunia, namun tampaknya jumlah tersebut akan dikurangi menjadi 28.000 setelah turnamen, supaya menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan penyewa tetapnya, dengan ruang bebas untuk olahraga dalam ruangan lainnya di kompleks yang sama.

Stadion ini dibuka pada tanggal 21 April, yang dimulai dengan melakukan pertandingan uji coba. Konstruksi di Mordovia Arena dan infrastrukturnya telah dimulai sejak tahun 2010 lalu.

Di tempat ini akan berlangsung turnamen yang akan melibatkan tim-tim berikut:

  • 16 Juni : Peru vs Denmark (Grup C)
  • Tanggal 19 Juni : Kolombia vs Jepang (Grup H)
  • 25 Juni : Iran vs Portugal (Grup B)
  • Tanggal 28 Juni : Panama vs Tunisia (Grup G)

6. Rostov Arena

Stadion selanjutnya yang akan digunakan adalah Rostov Arena. Lapangan ini terletak di tepi Sungai Don, yang terletak 1.000 kilometer di Selatan Moskow dan akan menjadi rumah bagi klub FC Rostov.

Bangunan ini kabarnya telah selesai dibangun pada bulan September 2017, dengan penambahan sejumlah kursi. Lapangan ini terletak 1.000 kilometer di selatan Moskow.

Meskipun belum pernah memenangkan gelar liga, Rostov hampir saja menyelesaikan dua poin dibelakang CSKA Moskow pada tahun 2015-2016. Stadion dan taman yang berdekatan ini akan dibuka pada Mei 2018 dan mencakup lebih dari tujuh kilometer jalur sepeda, trotoar pejalan kaki dan area hijau.

Stadion yang dapat menampung sekitar 45.000 orang di dalamnya ini kabarnya akan dipindahkan setelah turnamen. Adapun pertandingan yang akan dimainkan di lapangan ini adalah:

  • 17 Juni : Brasil vs Swiss (Grup E)
  • Tanggal 20 Juni : Uruguay vs Arab Saudi (Grup A)
  • 23 Juni : Korea Selatan vs Meksiko (Grup F)
  • Tanggal 26 Juni : Islandia vs Kroasia (Grup D)
  • 2 Juli : 1G vs 2H (Pertandingan 54)

7. Fisht Stadium (Sochi)

Ini adalah stadion yang terletak di sebuah kota resort di tepi Sea Black (laut hitam), yang sempat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin tahun 2014. Bisa dibilang stadion ini memang sengaja dibangun untuk Olimpiade tersebut.

Stadion yang dinamakan Fisht ini merupakan sebuah proyek paling menarik di Rusia untuk Piala Dunia dan merupakan arena tertutup di dalam ruangan. 

Karena dimanfaatkan untuk beberapa turnamen lain (seperti Piala Konfederasi misalnya), tempat ini akhirnya diubah menjadi stadion sepak bola terbuka yang mememuhi peraturan FIFA.

Karena tanah dimana lapangan ini dibangun adalah milik Pemerintah Rusia, maka ini bukanlah rumah bagi tim-tim klub tertentu. Dengan kata lain, tempat ini akan menjadi tempat pelatihan dan pertandingan untuk tim nasional Rusia setelah Final 2018.

Jumlah orang yang bisa ditampung di dalam stadion tersebut adalah sebanyak 47.659 orang. Nantinya, tempat ini akan mempertemukan beberapa tim, yang diantaranya :

  • 15 Juni : Portugal vs Spanyol (Grup B)
  • Tanggal 18 Juni : Belgia vs Panama (grup G)
  • 23 Juni : Jerman vs Swedia (Grup F)
  • Tanggal 26 Juni : Australia vs Peru (Grup C)
  • 30 Juni : 1A vs 2B (Pertandingan 49)

8. Ekaterinburg Arena

Tidak diragukan lagi kalau ini adalah stadion paling aneh yang pernah dibangun di Rusia untuk Piala Dunia. Dikenal sebagai Stadion Pusat di Yekaterinburg.

Tahukah anda kenapa? Karena bangunan itu sebelumnya adalah tempat serbaguna yang baru saja direnovasi, dimana proses renovasi tersebut membutuhkan perombakan besar-besran dan lengkap untuk mendukung perayaan Piala Dunia.

Ini adalah lokasi pertandingan yang berada di bagian paling timur kota, yang terletak di kaki pegunungan Ural. Ini adalah tempat dimana anggota kerajaan dieksekusi setelah Revolusi pada bulan Oktober 1917.  Stadion Ekaterinburg pertama kali di bangun pada tahun 1953. 

Setelah turnamen akbar ini selesai, selanjutnya tempat itu akan digunakan oleh FC Ural Yekaterinburg. Sebelum dikurangi kapasitasnya menjadi 25.000 setelah turnamen, bangunan ini sanggup menampung sekitar 35.000 penggemar selama Piala Dunia.

Stadion ini nantinya akan dipakai untuk 3 (tiga) pertandingan, seperti:

  • 15 Juni : Mesir vs Uruguay (Grup A)
  • Tanggal 21 Juni : Prancis vs Peru (Grup C)
  • 24 Juni : Jepang vs Senegal (Grup H)

9. Volgograd Arena

Ini adalah salah satu bangunan baru yang dirancang khusus untuk pelaksanaan Piala Dunia dan juga akan menjadi stadion rumah bagi tim FC Rotor Volgograd. Stadion tersebut dibangun di atas sebuah Stadion Pusat Tua Rotor, yang telah dihancurkan pada tahun 2014.

Anehnya, meskipun terbilang baru, bangunan dari stadion ini relatif besar dan memiliki desain kisi-kisi eyecatching yang mengesankan. Tempat nantinya tidak akan menjadi tuan rumah pertandingan knockout. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan lokasinya yang berjarak hampir 1.000 kilometer di selatan Moskow.

Kota dimana bangunan ini berada dulunya dikenal sebagai Stalingrad ini merupakan tempat salah satu pertempuran paling penting saat Perang Dunia II, yang kini menjadi pusat industri bagi satu juta penduduk.

Kalau tidak menjadi tuan rumah knockout, lantas untuk pertandingan apa saja ini digunakan nantinya? Kabarnya, tempat ini hanya akan digunakan untuk melaksanakan 2 (dua) pertandingan saja, yaitu :

  • Tanggal 18 Juni : Tunisia vs Inggris (Grup G)
  • 22 Juni : Nigeria vs Islandia (Grup D)

Bangunan stadion baru ini bisa memiliki kapasitas yang cukup besar dan bisa menampung sebanyak 45.568 orang.

10. Nizhny Novgorod Stadium

Stadion lain di Rusia yang letaknya berada di tepi sungai adalah Nizhny Novgorod Stadium, yang terletak di pertemuan sungai Volga dan Oka, tepatnya di sebelah Katedral Alexander Nevsky dan di seberang perairan Nizhny Novgorod Kremlin. 

Letaknya yang seperi itu membuat bangunan tersebut terkesan memiliki latar belakang yang menakjubkan. Selain itu, Nizhny Novgorod juga menjadi kota komersial yang penting sejak abad ke-19.

Setelah turnamen World Cup tahun ini selesai, ini akan menjadi stadion FC Olimpiyets Nizhny Novgorod. Tim ini pernah dipromosikan ke tingkat kedua Rusia pada tahun 2016-2017 dan telah menjadi klub top kota setelah pembubaran FC Volga Nizhny Novgorod.

Rumput -rumput di stadion ini mulai dipasang pada bulan Agustus 2017 setelah periode pengujian yang sukses di Skotlandia. Mereka juga membangun fasilitas pelatihan baru dan ruang praktik atau latihan yang akan digunakan oleh anak-anak dan tim olahraga lokal setelah Piala Dunia.

Jumlah penonton atau orang yang bisa ditampung di dalam bangunan ini adalah sekitar 44.899 orang. Nantinya ini akan digunakan untuk melaksanakan 6 (enam) pertandingan, yang terdiri dari :

  • Tanggal 18 Juni : Swedia vs Korea Selatan (Grup F)
  • 21 Juni : Argentina vs Kroasia (Grup D)
  • Tanggal 24 Juni : Inggris vs Panama (Grup G)
  • 27 Juni : Swiss vs Kosta Rika (Grup E)
  • Tanggal 1 Juli : 1 D vs 2C (Pertandingan 52)
  • 6 Juli : Pemenang match 49 vs pemenang 50 (Pertandingan 57)

11. Kaliningrad Stadium

Kaliningrad adalah tempat yang paling unik di antara kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2018 lainnya di Rusia. Sebenarnya lokasi ini bukanlah bagian dari daratan Rusia, melainkan berada di dalam eksklave (negara atau bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain) antara Polandia dan Lithuania.

Letaknya hanya sedikit lebih ke timur daripada Stockholm dan Warsawa. Bangunan ini akan menampung lebih dari 35.000 penggemar pada turnamen mendatang.

Kapasitas tersebut akan dikurangi menjadi 25.000 stelah pertandingan dan menjadi rumah baru untuk klub FC Baltika Kaliningrad, yang bermain di tingkat kedua di Arena Baltika.

Stadion ini dibuka secara resmi pada bulan Maret, yang harusnya diawali dengan pertandingan persahabatan antara Baltika dan klub Jerman Schalke. Akan tetapi pertandingan itu dibatalkan karena kondisi cuaca yang ekstrem.

Bangunan ini akan dipakai untuk melaksanakan pertandingan antara :

  • 16 Juni : Kroasia vs Nigeria (Grup D)
  • Tanggal 22 Juni : Serbia vs Swiss (Grup E)
  • 25 Juni : Spanyol vs Maroko (Grup B)
  • Tanggal 28 Juni : Inggris vs Belgia (Grup G)

12. Saint Petersburg Stadium 

Stadion terakhir yang nantinya akan digunakan dalam turnamen adalah Saint Petersburg Stadium. Jika sebelumnya anda pikir konstruksi stadion Brasil jauh lebih lancar dibandingkan dengan Rusia, kelihatannya sebentar lagi anda akan segera mengubah pemikiran tersebut.

Dulunya, stadion ini dikenal dengan nama stadion Zenit’s New Krestovsky. Namun kini bangunan tersebut dikenal sebagai Stadion Saint Petersburg untuk turnamen FIFA.

Ketika anda melihat bangunannya, maka bersiaplah untuk terpukau dan merasa takjub. Stadion tersebut memiliki kenampakan yang luar biasa dan memang sudah seharusnya begitu, mengingat pembangunannya menghabiskan waktu yang sangat lama dan biaya yang besar-besaran.

Sebelumnya lapangan ini sempat menjadi tuan rumah final Piala Konfederasi. Dan kini akan dipakai untuk melangsungkan sejumlah pertandingan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • 15 Juni : Maroko vs Iran (Grup B)
  • Tanggal 19 Juni : Rusia vs Mesir (Grup A)
  • 22 Juni : Brasil vs Kosta Rika (Grup E)
  • Tanggal 26 Juni : Nigeria vs Argentina (Grup D)
  • 3 Juli : 1F vs 2E (Pertandingan 55)
  • Tanggal 10 Juli : Pemenang pertandingan 57 vs pertandingan pemenang 58
  • 14 Juli : Third-Place Play-Off

Memiliki bentuk bangunan yang besar dan luas, lapangan tersebut bisa menampung 68.136 orang.

Itulah daftar kedua belas stadion yang nantinya akan dipakai untuk menyelenggarakan turnamen World Cup 2018 yang akan kita sambut bersama pada bulan Juni mendatang. 12 stadion yang telah kami sebutkan tadi akan menampung sebanyak 64 pertandingan. 

Nah, dari kedua belas stadion yang ada, sudah tahukah anda dimana tim kesayangan anda akan bermain? Apakah ada niat terdalam dari hati anda untuk mendatangi salah satu stadion di atas untuk menyaksikan pertandingan yang anda sukai secara langsung?

Kalau anda punya budget yang cukup, kenapa tidak? Benar nggak sih? Tapi kalau pun tidak ada, menyaksikannya dari layar televisi di rumah pun nggak kalah seru kok.

Baiklah, sampai di sini dulu penjelasan yang bisa kami sampaikan seputar tempat atau lokasi lapangan yang dipakai untuk turnamen Piala Dunia tahun ini. Semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Tak Perlu Takut Mogok, Negara Ini Punya “Jalan Pintar” Yang Bisa Mengisi Daya Kendaraan

Semakin meningkatnya polusi udara di dunia, membuat banyak negara merasa semakin khawatir dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi atau setidaknya meminimalkannya. Salah satu negara yang begitu gencarnya melawan polusi udara tersebut adalah China.

Anda tahu sendiri kan, China merupakan negara yang memiliki masalah polusi yang sangat besar dan paling mengkhawatirkan di dunia. Jika dibiarkan begitu terus-menerus, polusi yang umumnya mengandung berbagai jenis racun ini secara perlahan akan menghabisi seluruh masyarakatnya.

Sadar betul akan bahaya dan akibat yang mungkin akan timbul dari masalah ini, China pun telah mencoba hampir seluruh cara yang bisa mereka upayakan. Dan usaha pencarian tersebut berhasil ditemukan. Mereka menemukan satu cara yang dinilai akan sangat efektif mengatasi masalah ini.

Cara yang mereka pilih adalah dengan menerapkan atau menempatkan ratusan ribu lebih banyak kendaraan listrik di jalan setiap tahunnya dan juga memberikan fokus baru untuk memastikan pengemudi tidak terlalu ribet atau kesulitan ketika menggunakan mobil mereka.

Tidak main-main, penjualan kendaraan listrik (EV), termasuk kendaraan dengan versi bahan bakar listrik yang sepenuhnya maupun kendaraan hibrida, diketahui telah mencapai setengah juta unit pada tahun 2016, dengan bantuan subsidi dari pemerintah.

Kalau dibanding-bandingkan, jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari tingkat pejualan di Eropa yang hanya sekitar 221.000 unit saja dan empat kali lipat dari penjualan di Amerika Serikat yang hanya sekitar 157.000 unit. China bahkan berencana untuk menjual lebih banyak lagi kendaraan listrik di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2020, mereka menargetkan penjualan kendaraan ini bisa mencapai 2 juta unit dan meningkatkannya lebih dari seperlimanya di tahun 2025. Menurut Administrasi Energi Nasional (NEA), dengan jumlah kendaraan listrik yang sebanyak ini, China harus memiliki setidaknya 5 juta tempat pengisian ulang energi.

Pada akhir tahun 2016, China telah memiliki lebih dari 1 juta EV dan sekitar 150.000 stasiun pengisian daya, atau sekitar tujuh kendaraan untuk setiap stasiun. Negara ini juga mengatakan ingin menambah 900.000 stasiun pengisian pada akhir tahun 2017.

Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat grafik perbandingan antara jumlah kendaraan listrik yang ada dengan jumlah stasiun pengisian energi di China mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2017.

Di Beijing, salah satu pasar EV terbesar di China, yaitu Xu Zhiqiang, para pengemudi taksi EV mengatakan kepada surat kabar milik negara, People’s Daily, bahwa ia merasa khawatir dan kesulitan saat mencari stasiun pengisian energi listrik yang nyaman.

“Saya membuat mobil saya terisi penuh dengan energi setiap hari sebelum meninggalkan rumah, tetapi saya selalu berpikir tentang mencari stasiun pengisian daya. Sebenarnya hanya membutuhkan setengah jam hingga 40 menit saja untuk mengisi daya mobil, tetapi rasanya sulit untuk menemukan satasiun terdekat. Selain itu, kendala lain yang ditemukan adalah kemungkinan untuk melakukan pengisian di stasiun akan menghabiskan waktu yang lama, karena ada dua atau tiga mobil yang akan berbaris biasanya”, kata Xu.

Setelah mengetahui kendala yang dialami oleh seorang warga tersebut, Departemen Sumber Ddaya Lahan Kota akhirnya mengusulkan pada bulan Desember lalu, bahwa Beijing harus memiliki satu stasiun pengisian setiap lima kilometer (tiga mil).

Apakah cara ini akan efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut? Bagaimana menurut anda? Adakah cara lain yang anda nilai jauh lebih baik dan efektif yang bisa mereka lakukan?

China Membangun Jalan Pengisi Daya Listrik

Kekhawatiran masyarakat China akan sulitnya melakukan pengisian daya untuk kendaraan listrik mereka mendorong beberapa pihak untuk menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu dengan membangun jalan yang bisa dipakai untuk melakukan pengisian daya.

Wow, ini adalah sebuah ide dan inovasi yang sangat bagus dan menarik sekali.

Tak hanya ide, mimpi tak berarti atau janji-janji seperti anggota dewan, hal ini memang benar-benat akan diterapkan di negara Ginseng tersebut. Jalan menuju masa depan otonom ini diaspal dengan menggunakan panel surya, sensor pemetaan dan pengisi baterai listrik.

Tampaknya negara China ini akan menjadi negara pertama yang akan menguji “jalan raya cerdas”, yang dapat mempercepat transformasi industri transportasi global. Teknologi ini akan tertanam di bawah beton transparan, yang digunakan untuk membangun jalan sepanjang 1.080 meter (3,540 kaki) di kota Jinan bagian timur.

Sekitar 45.000 barel kendaraan bisa melaju di atasnya setiap hari dan panel surya di dalam bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk lampu jalan raya dan 800 rumah, menurut pembangun Qilu Transportation Development Group Co.

Namun, Qilu Transportation ingin melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar memasok air ke jaringan, dimana ia bermaksud supaya nantinya jalan yang sedang dibangun tersebut bisa sepandai kendaraan masa depan.

Pemerintah mengatakan bahwa 10 persen dari semua mobil harus sepenuhnya mengemudi sendiri pada tahun 2030 dan Qilu menganggap bahwa peluang untuk memberikan pembaruan lalu lintas yang lebih baik, pemetaan yang lebih akurat dan on-the-go pengisian baterai kendaraan listrik harus dimulai dari sekarang.

“Jalan raya yang telah kita gunakan saat ini hanya berfungsi sebagai tempat mengangkut kendaraan yang lewat saja.  Mereka seperti produk generasi 1.0,” kata Zhou Yong, yang merupakan manajer umum perusahaan. “Sedangkan kami bekerja pada generasi 2.0 dan 3.0 dengan mentransplantasi otak dan sistem saraf”.

Pembangunan jalan pintar ini dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Xi Jinping yang sangat terfokus pada rencananya “Made in China 2025”, dengan tujuan membantu negara tersebut menjadi kekuatan manufaktur yang maju dan bukan hanya pemasok sepatu, pakaian dan mainan untuk diekspor.

Saat ini, terdapat 10 sektor yang paling disorot di China, yaitu termasuk kendaraan energi baru, teknologi informasi dan robotika. China juga memiliki rencana terpisah untuk mengembangkan industri kecerdasan buatannya, yang menyerukan agar bangsa ini menjadi pusat inovasi AI primer dunia pada tahun 2030.

Bagian dari upaya itu melibatkan pembangunan sistem transportasi cerdas yang tadi sudah kita singgung di atas sebelumnya. Koordinasi pengembangan mobil otonom dan sistem jalan cerdas adalah fokus mereka saat ini.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Yuan Peng, yang tidak lain adalah wakil kepala departemen ilmu pengetahuan dan teknologi departemen transportasi.

Langkah pertamanya adalah menerapkan trotoar pintar tersebut di jalan bebas hambatan yang mengelilingi Jinan, pusat industri lama, yang dihuni oleh sekitar 7 juta orang dan menjadi rumah bagi Grup Truk Heavy Duty Nasional China, yang juga dikenal sebagai Sinotruk dan termasuk MAN SE Volkswagen AG sebagai pemegang saham minoritas.

Zhejiang Geely Holding Group yang membuat mobil-mobil merek Geely juga diketahui memiliki pabrik di sana. Dengan kata lain, ada kemungkinan besar kalau akan ada banyak kendaraan yang melewati jalan ini.

Jalan ini memiliki tiga lapisan vertikal, dengan cangkang tembus pandang yang memungkinkan sinar matahari mencapai sel surya di bawahnya. Lapisan atas juga memiliki ruang dalam untuk mengisi ulang kabel dan sensor yang memonitor suhu, arus lalu lintas dan beban berat.

Panel surya tersebut terbagi menjadi dua jalur, yang tidak berbeda dengan jalan biasa dan lebih tipis dari koin 1-yuan yang berdiri di tepiannya. Menurut Zhoi, jalan uji ini sebenarnya terlalu pendek untuk memberikan pengisian nirkabel.

“Dari sudut teknologi itu sendiri, pengisian daya bukanlah masalah,” kata Zhou. “Kendaraan yang dapat diisi secara nirkabel belum digunakan di jalan.”

Qilu Transportation tidak memberikan kerangka waktu untuk memasang sensor yang berguna untuk mengirimkan data dan daya ke baterai EV. Jalan ini memiliki rentang usia 15 tahun, yang cocok dengan jalan raya aspal tradisional.

“Jalan tol surya memang memiliki peluang pasar,” kata Xu Yingbo, yaitu seorang analis Citic Securities Co di Beijing. Hal-hal utama yang perlu ditangani adalah biaya dan keandalan, serta seberapa cepat sistem yang kompatibel dapat tersedia”.

Pada tahun 2016 lalu, perusahaan konstruksi Prancis Bouygues SA mulai menguji jalan sepanjang 1 kilometer di Normandia dengan panel surya berlapis di atasnya.

“Pengujian jalan Wattway ini sejak itu telah meluas hingga ke 20 lokasi, kata Etienne Gaudin, yang mengawasi proyek di divisi pekerjaan jalan Colas Group di Bouygues”.

Fokus Wattway sendiri adalah menghasilkan listrik. Perusahaan tidak memiliki rencana segera untuk mengisi EV yang bergerak. Colas akan mulai memulai proyek ini tahun depan, dengan memprioritaskan lokasi yang lebih kecil seperti stasiun pengisian dan tempat parkir, dimana lalu lintas tidak akan menghalangi sinar matahari.

Bentangan jalan pintar di Jinan ini memakan biaya sekitar 7.000 yuan per meter persegi. Total biaya yang dihabiskan kira-kira mencapai sekitar 41 juta yuan ($ 6,5 juta), menurut perhitungan Bloomberg News. Ambang untuk adopsi teknologi secara massal adalah sekitar 3.000 yuan per meter persegi.

Biaya awal yang terbilang sangat tinggi ini, dikarenakan tim penelitian dan pengembangan Qilu mengembangkan teknologi dan membuat bahan di laboratorium tersebut sendiri.

Para peneliti mulai mengerjakan proyek ini 10 tahun yang lalu. Pembangunan mengambil 55 hari di bagian jalan raya yang ada dan jalan dibuka untuk lalu lintas pada bulan Desember. Elemen pemanas bertenaga surya ini juga berguna untuk menjaga agar bagian salju dan es bisa mencair.

“Di masa depan, ketika mobil berjalan di jalan-jalan ini, itu akan menjadi seperti manusia,” kata Zhou. “Jalan akan terasa dan berpikir untuk mengetahui seberapa berat kendaraan dan jenis data apa yang dibutuhkan”.

Cukup salut memang melihat usaha keras dari berbagai negara, terutama yang telah diusahakan oleh China dan Perancis yang berupaya untuk menciptakan solusi penggunaan kendaraan listrik di negaranya masing-masing.

Tidak main-main, mereka sampai membangun jalan pintar atau jalan panel surya untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, yang mereka sadari memang harus dilakukan dengan segera, untuk mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional kendaraan, yang semakin langka.

Bukan hanya itu saja, Mereka juga menyadari bahwa tindakan ini juga akan sangat membantu untuk menjaga kondisi lingkungan dari limbah-limbah beracun yang sebagian besar timbul akibat namyaknya asap kendaraan.

Wah, bagus sekali bukan ide membuat trotoar pintar ini? Kira-kira, di Indonesia kapan ya? Ada yang tahu tidak kapan ini bisa di praktikkan di Indonesia? Ya, kita tunggy saja lah ya nextnya gimana.

Selain China dan Perancis, beberapa negara juga memiliki cara lain untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat emisi kendaraan. Salah satunya adalah dengan menciptakan berbagai bahan bakar alternatif lain yang jauh lebih ramah lingkungan. Dan Indonesia termasuk di dalam dari beberapa negara yang dimaksud tadi.

Semoga saja dikedepannya, Indonesia bisa menerapkan hal-hal yang luar biasa lainnya, yang pastinya akan jauh lebih kreatif dari inovatif lagi dibandingkan dengan yang sudah dilakukan oleh kedua negara pembangun jalan pintar. Anda setuju kan?

Stok Minyak Bumi Semakin Langka, Energi Alternatif Siap Jadi Bahan Bakar Pengganti

Semakin hari permintaan kebutuhan akan bahan bakar kendaraan kian semakin tinggi. Kita tak pernah tahu sampai kapan kita bisa mempertahankan keberadaan bahan bakar tersebut, karena seperti yang kita semua ketahui, minyak yang merupakan bahan bakar sebagian besar kendaraan merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.

Artinya, bahan bakar tersebut mungkin akan segera habis atau punah. Kita tidak tahu kapan pastinya SDA tersebut akan habis, tapi yang pasti itu akan terjadi cepat atau lambat. Krisis akan bahan bakar ini tidak hanya akan dialami oleh masyarakat Indonesia saja, tapi oleh seluruh dunia.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ini adalah pertanyaan umum yang telah menjadi bahan perbincangan dan perdebatan hampir di seluruh negara di dunia. Tak ada satu negara pun yang hanya berdiam diri melihat dan membiarkan kemungkinan buruk ini terjadi di masa depan.

Sebagai makhluk yang dikarunia dengan akal dan pikiran, manusia telah memikirkan cara untuk keluar dari masalah ini sejak bertahun-tahun lalu. Segala macam solusi dan cara pun mereka ciptakan. Salah satunya adalah dengan menciptakan energi atau sumber alternatif.

Energi alternatif ini mungkin memang tak sekuat energi yang dipakai sebelumnya, tapi setidaknya ini bisa sedikit membantu kita untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam (SDA) yang ada, seperti penggunaan bahan bakar minyak misalnya.

Supaya anda lebih paham apa dan bagaimana pemakaian sumber pemakaian energi alternatif pada kendaraan yang kami maksud tersebut, kami akan memberikan uraian atau penjelasannya di bawah ini.

Pengaruh Jumlah Kendaraan Terhadap Penggunaan SDA

Sebelum kita masuk kepada penggunaan berbagai energi alternatif pada kendaraan, kami ingin menanyakan sebuah pertanyaan untuk anda. Pertanyaannya adalah sebagai berikut:

  • Bisakah anda sebutkan ada berapa banyak kendaraan yang anda miliki di rumah? Kalau anda memiliki lebigh dari satu, coba sebutkan kendaraan jenis apa sajakah itu?
  • Dalam seminggu atau sebulan, berapa kali anda mengisi bahan bakarnya?
  • Untuk sekali pengisian bahan bakar, berapa liter minyak kah yang anda anda perlukan?

Setelah mengetahui jawabannya, coba anda pikirkan atau bayangkan berapa banyak (total liter) bahan bakar yang telah anda habiskan dalam sebulan atau setahun? Saat anda menghitungnya, anda pasti akan menemukan angka yang cukup besar. Iya nggak?

Contoh simpelnya seperti ini:

Anda hanya memiliki satu kendaraan saja, yaitu kendaraan motor roda dua (sepeda motor). Dalam seminggu, katakan lah anda melakukan pengisian sebanyak 3 kali, dengan jumlah pengisian masing-masing 3 liter. Kalau dijumlahkan, dalam satu minggu itu anda membutuhkan sekitar 9 liter.

Kalau sebulan, totalnya akan menjadi : 9 liter x 4 (minggu) = 36 liter. Bagaimana dengan setahun? Untuk setahun, jika ditotal-total, maka jumlahnya adalah : 36 liter x 12 (bulan) = 432 liter.

Itu baru untuk satu kendaraan saja. Bagaimana kalau seluruh kendaraan di Indonesia yang dihitung? Bisa kebayang nggak banyaknya jumlah minyak yang dihabiskan?

Coba perhatikan gambar tabel di atas. Tabel tersebut menunjukkan jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya pada tahun 2015 yang lalu. Dari situ terlihat bahwasannya, jumlah keseluruhan kendaraan bermotor di Indonesia pada 2015 mencapai 121,39 juta unit.

Data Badan Pusat Statistik tersebut juga menunjukkan bahwasasannya, dari angka tersebut yang paling banyak adalah sepeda motor dengan jumlah 98,9 juta unit (81,5 persen). Kemudian diikuti oleh mobil penumpang dengan jumlah 13,48 juta unit (11,11 persen), mobil barang 6,6 juta unit (5,45 persen), serta mobil bis dengan jumlah 2,4 juta unit (1,99 persen).

Dengan jumlah yang banyak seperti itu, tak heran jika lama kelamaan sumber daya bahan bakar atau minyak kita semakin lama akan menjadi semakin berkurang bahkan habis. Belum lagi jumlah kendaraan tersebut terus meningkat setiap tahunnya.

Tabel berikut ini mungkin bisa membuat anda lebih yakin atau percaya akan hal tersebut.

Grafik di atas menunjukkan peningkatan jumlah kendaraan yang terus terjadi setiap tahunnya. Kalau tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini, maka kita harus bersiap-siap menghadapi krisis bahan bakar.  Kalau minyak ataupun energi alternatif lain tidak ada, otomatis kendaraan-kendaraan tidak akan bisa berjalan dan tak ada gunanya lagi.

Itu artinya, kita harus mengucapkan selamat datang kembali untuk zaman dimana kita hanya bisa berjalan kaki untuk mencapai tujuan tertentu, atau paling tidak ucapkan “welcome back” untuk sepeda anda. Kalau di negara-negara lain seperti Jepang misalnya, berjalan kaki dan bersepeda sudah menjadi hal yang biasa. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia?

Untuk anda yang gengsi jalan kaki ataupun naik sepeda, sepertinya rasa khawatir anda kini bisa teratasi berkat penemuan energi atau bahan bakar alternatif yang telah berhasil diciptakan. Dengan kata lain, anda tetap bisa menggunakan sepeda motor atau mobil untuk melakukan aktivitas anda sehari-hari.

Tapi, anda harus memastikan kalau budget anda cukup untuk membeli kendaraan-kendaraan dengan bahan bakar alternatif ini. Jangan kira anda bisa memakai energi alternatif tersebut pada kendaraan lama anda. Anda mengertikan maksud kami?

Perkembangan Kendaraan dan Energi Alternatif

Salah satu solusi yang diciptakan manusia di zaman moderen seperti sekarang ini guna mengatasi masalah krisis bahan bakar atau energi kendaraan, adalah dengan menciptakan kendaraan yang bisa menggunakan energi alternatif, seperti sepeda motor atau mobil listrik misalnya.

Anda tentu sudah tidak asing lagi kan dengan kendaraan-kendaraan listrik ini? Untuk saat ini, mobil-mobil listrik sudah banyak sekali dan bukan lagi hal baru bagi masyarakat dunia.

Untuk di Indonesia, penggunaannya memang belum dikomersilkan secara luas dan belum begitu banyak pemakaiannya. Tapi di sejumlah negara yang lainnya, mobil ini sudah diterapkan penggunaannya. Bahkan sudah banyak sekali tempat-tempat pengisian energi alternatif yang sudah dibangun.

Bahkan hebatnya lagi, di China, sudah dibangun jalan yang bisa mengisi energi bahan bakar mobil ketika kendaraan mereka melaju di atasnya. Hebat sekali bukan? Sepertinya ide kreatif ini akan segera ditiru oleh negara-negara lainnya. Pasti sekarang anda merasa penasarankan dengan “jalan atau trotoar ajaib” ini?

Tenang saja, karena kami akan memberikan informasinya pada anda di penjelasan berikutnya atau pada artikel selanjutnya. Harap sabar ya guys.

Kendaraan Bahan Bakar Alternatif

Untuk mendorong masa depan yang lebih baik dan menghindari terjadinya krisis bahan bakar, manusia telah menciptakan sebuah inovasi baru dengan menciptakan kendaraan-kendaraan yang menggunakan energi alternatif, yang salah satunya adalah mobil listrik.

Selain hal ini akan jauh lebih menyenangkan, anda juga bisa lebih menghemat sebagian uang anda, karena anda tak lagi memerlukan bahan bakar minyak, yang harganya semakin hari semakin melambung. Hal tersebut juga akan membantu untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Mulai dari mobil listrik dan kendaraan propana hingga bus dan truk bertenaga gas alam yang menggunakan biodiesel, sebagai pilihan kendaraan bahan bakar alternatif pun mulai dikomersilkan secara luas saat ini.

Bekerja dengan universitas, perusahaan sektor swasta dan Lab Nasional, Departemen Energi memberikan dukungan penuh untuk penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif dan teknologi kendaraan, dengan tujuan untuk menyediakan pilihan kendaraan yang hemat biaya bagi para konsumen.

Melalui Program Kota Bersih, Departemen membantu masyarakat setempat dengan menghimbau agar mereka mau mengurangi konsumsi minyak mereka dengan menggunakan kendaraan bahan bakar alternatif dan infrastruktur yang diperlukan untuk bahan bakar mereka.

Jenis-Jenis Bahan Bakar Alternatif

Sampai dengan saat ini, ada lebih dari selusin bahan bakar alternatif yang sedang dalam proses produksi atau sedang dikembangkan untuk digunakan pada kendaraan berbahan bakar alternatif dan kendaraan teknologi canggih.

Armada kendaraan pemerintah dan sektor swasta adalah pengguna utama untuk sebagian besar bahan bakar dan teknologi tersebut. Akan tetapi, tampaknya kini banyak konsumen individu yang semakin tertarik dengan hal ini.

Menggunakan bahan bakar alternatif serta kendaraan canggih sebagai pengganti bahan bakar dan kendaraan konvensional untuk saat ini dinilai sangat membantu, terutama bagi Amerika Serikat dalam menghemat bahan bakar dan menurunkan emisi kendaraan.

Apa sajakah bahan bakar alternatif yang saat ini sudah tersedia atau sedang dalam tahap proses perkembangan yang tadi dimaksud di atas? Ini dia jawabannya.

  • Biodiesel : Bahan bakar terbarukan yang dapat diproduksi dari minyak nabati, lemak hewani, atau minyak goreng daur ulang, yang bisa digunakan untuk kendaraan diesel.
  • Hidrogen : Bahan bakar alternatif bebas emisi, yang dapat dihasilkan dari sumber daya domestik, untuk digunakan dalam kendaraan berbahan bakar sel (fuel cell), yaitu sel elektokimia yang bisa mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Bahan bakar sel ini berbeda dari baterai yang membutuhkan sumber bahan bakar dan oksigen yang berkelanjutan.
  • Listrik : Ini bisa digunakan untuk menyalakan kendaraan listrik plug in, yang semakin tersedia dimana-mana. Hibrida menggunakan listrik untuk meningkatkan efisiensi.
  • Gas Alam : Bahan bakar gas dalam negeri yang melimpah dan memiliki keuntungan biaya bahan bakar yang signifikan dibandingkan dengan bensin dan solar.
  • Etanol : Adalah bahan bakar terbarukan yang digunakan secara luas, yang terbuat dari jagung dan bahan tanaman lainnya. Ini dicampur dengan bensin agar bisa digunakan untuk kendaraan.
  • Propana : Bahan bakar gas siap pakai, yang telah banyak digunakan untuk kendaraan di seluruh dunia selama beberapa dekade.

Itulah beberapa contoh dari energi alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak untuk bebera jenis kendaraan yang ada saat ini. Selain yang telah disebutkan di atas, beberapa pihak tertentu juga tengah mempersiapkan jenis energi alternatif lain yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Berhasil atau tidaknya mereka menciptakan energi tersebut, kita hanya bisa melihatnya nanti, setelah hal tersebut benar-benar sudah ada di depan mata. Sepertinya hanya itu saja yang bisa kami sampaikan terkait dengan informasi perkembangan penggunaan bahan bakar alternatif yang ada saat ini.

Semoga saja informasi ini bisa bermanfaat untuk anda. Ya, mana tahu setelah membaca artikel ini anda mulai melakukan ancang-ancang untuk membeli mobil listrik atau sepeda listrik yang lebih ramah lingkungan dan juga ramah kantong pastinya. Tapi sebelum kami mengakhiri penjelasan ini, ada sedikit informasi lai yang ingin kami sampaikan.

Ini bukan informasi yang aneh-aneh kok. Malah ini bisa membantu anda kalau memang anda sudah memutuskan untuk membeli kendaraan listrik.

Ingat, ketika mencari kendaraan, pertama sekali anda harus menilai kisaran harga dan persyaratan mengemudi yang anda inginkan (misalnya, jumlah kursi, ruang kargo) dan kemudian memutuskan model mana yang paling pas untuk anda. Pemilihan kendaraan listrik adalah pilihan yang tepat, karena kendaraan ini menyenangkan, praktis dan punya banyak kelebihan lainnya.

Karena jaringan listrik tersedia hampir di mana saja, ada berbagai opsi yang bisa anda pilih untuk mengisi dayanya, seperti misalnya di rumah, di tempat kerja atau di jalan.

Hampir semua kendaraan listrik memiliki sekitar 80 hingga 100 mil jangkauan, tetapi perlu diisi ulang setelah mencapai jarak atau titik tersebut (Beberapa kendaraan mewah bertenaga listrik memiliki jangkauan hingga 250 mil).

Jika kisaran ini tidak mencukupi, plug in kendaraan hybrid mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Kendaraan listrik hibrida plug-in memang hanya memiliki jarak tempuh sekitar 6 hingga 40 mil saja, tetapi anda bisa menjalankannya dengan bensin saat baterai habis.

Jadi gimana nih? Sudah tahu mana jenis atau tipe kendaraan energi alternatif yang anda inginkan atau yang paling sesuai untuk anda? Kalau sudah ada yang pas di hati yang kemudian sesuai dengan budget anda, tunggu apa lagi?

Dasar Fotografi : Mengenal Apa Itu ISO dan ASA Camera Serta Perbedaan Keduanya

Anda para penyuka fotografi tentu tidak akan asing lagi dengan istilah ISO atau ASA, bukan? ISO atau ASA dalam istilah yang paling dasar adalah kecepatan film atau kamera digital dalam merespon cahaya. Dengan kata lain, semakin tinggi kelas ISO atau ASA, maka akan semakin sensitif pula sensor film atau CCD atau CMOS terhadap cahaya.

Di dalam sebuah film, terutama yang memiliki sensitivitas yang lebih rendah (rating ISO lebih rendah, seperti 50 atau 100) biasanya akan membutuhkan eksposur yang lebih lama, yang berarti akan menghasilkan film yang lambat.

Sedangkan untuk yang memiliki sensitivitas yang lebih tinggi (rating ISO lebih tinggi seperti 400 atau 800) memiliki kemampuan untuk menembak adegan yang sama, dengan eksposur yang lebih pendek. Inilah yang disebuat sebagai film cepat.

Tidak hanya pada film, hal yang sama pun berlaku untuk kamera digital. Untuk menyesuaikan sensitivitas CCD atau CMOS pada kamera digital tersebut pun terbilang sangat mudah dan anda juga tidak membutuhkan film fisik yang berbeda. Inilah yang menjadi salah satu keunggulannya. Pada kamera, anda bisa mengubah ISO untuk setiap bidikan jika anda mau.

Aturan dasarnya adalah ISO yang lebih tinggi akan memberikan kecepatan rana yang lebih tinggi dengan pengaturan Aperture yang sama, jadi tingkat keburaman akan semakin kecil.

Trade-off adalah ISO yang lebih tinggi, yang memberikan lebih banyak noise atau butiran ke gambar anda, yang bisa menjadi hal buruk jika itu bukanlah tampilan yang sebenarnya anda inginkan.

Apa Itu “Noise” Gambar?

Gambar noise” adalah padanan digital dari butiran film untuk kamera analog. Orang-orang sering menganggapnya sebagai analog dengan desisan halus, seperti yang biasa anda dengar dari sistem audio pada volume penuh. Pada gambar digital, noise ini muncul sebagai bintik acak pada permukaan yang halus dan dapat menurunkan kualitas gambar.

Tapi meskipun noise ini sering dianggap sangat mengganggu dan akan mengurangi kualitas pada gambar, terkadang ada juga beberapa orang yang menginginkannya, karena dianggap dapat menambahkan efek tampilan kuno. Tampilan yang kasar tersebut mengingatkan banyak orang pada film-film zaman dahulu.

Beberapa noise diketahui juga dapat meningkatkan ketajaman gambar. Noise gambar bisa meningkat dengan pengaturan sensitivitas di kamera, panjang eksposur dan suhu yang bervariasi pada model kamera yang berbeda.

Jenis-Jenis Noise

Kamera digital pada umumnya menghasilkan 3 (tiga) jenis noise, yaitu noise acak (random noise), noise pola tetap (fixed pattern noise) dan noise banding. Apa sajakah yang membedakan ketiga jenis ini? Mari kita lihat jawabannya pada penjelasan berikut ini.

  • Random Noise (Noise Acak)

Jenis yang pertama ini ditandai dengan intensitas dan fluktuasi warna di atas dan di bawah intensitas gambar yang sebenarnya. Perlu anda ketahui bahwasannya akan selalu ada beberapa noise acak pada setiap panjang eksposur dan hal ini sangat dipengaruhi oleh kecepatan ISO. Pola gangguan acak ini akan berubah jika pengaturan eksposurnya sama atau identik.

  • Fixed Pattern Noise (Noise Pola Tetap)

Noise pola tetap mencakup apa yang disebut dengan “hot pixels” atau “pixels panas“, yang didefinisikan sebagai intensitas pixel yang jauh melampaui fluktuasi ambient noise acak.

Noise jenis pola tetap ini umumnya muncul dalam eksposur yang sangat panjang dan bisa semakin diperburuk oleh suhu yang lebih tinggi. Noise ini sangat unik karena akan menunjukkan distribusi “piksel panas”, yang hampir sama jika diambil dalam kondisi yang sama (baik itu pada suhu, panjang eksposur maupun kecepatan ISO yang sama). 

  • Banding Noise

Banding noise biasanya sangat tergantung pada kamera. Jenis yang terakhir ini merupakan noise yang dihasilkan oleh kamera ketika membaca data dari sensor digital.

Banding noise paling terlihat pada kecepatan ISO tinggi dan dalam bayangan, atau bisa juga dihasilkan ketika gambar terlalu terang. Selain itu, banding noise dapat meningkat untuk white balance tertentu, tergantung pada model kamera.

Kelebihan Masing-Masing Tipe Noise

Meskipun gangguan pola tetap tampak lebih tidak menyenangkan dibandingkan dengan kedua jenis yang lainnya, namun biasanya ini lebih mudah dihapus karena dapat diulang. Elektronik internal kamera hanya harus mengetahui polanya, sehingga dapat mengurangi noise ini untuk mengungkapkan gambar yang sebenarnya.

Pada kamera digital generasi terbaru, noise pola tetap ini jauh lebih sedikit daripada noise suara acak, namun perlu anda ingat bahwa jumlah yang paling sedikit pun bisa lebih mengganggu daripada gangguan acak.

Noise acak yang kurang menyenangkan biasanya jauh lebih sulit untuk dihapus tanpa merendahkan gambar. Komputer memiliki waktu yang lebih sulit untuk membedakan gangguan acak dari pola tekstur halus, seperti misalnya yang terjadi di tanah atau dedaunan.

Jadi, ketika anda menghilangkan derau acak, maka anda sering menghilangkan tekstur ini. Program seperti Neat Image dan Noise Ninja adalah contoh yang sangat baik dalam mengurangi noise sambil tetap mempertahankan informasi gambar yang sebenarnya.

Dan untuk gangguan tipe banding, biasanya masalahnya disebabkan oleh kamera itu sendiri. Ini adalah gangguan yang diperkenalkan oleh kamera digital, karena membaca data dari sensor digital. Biasanya ini disebabkan ketika foto terlalu cerah.

Bagaimana cara mengatasi gangguan foto ini? Ketahuilh, akan sulit menghapus noise kamera. Cara terbaik untuk mencegah gangguan foto adalah membeli kamera berkualitas tinggi dan tidak mengubah pengaturannya, sampai anda benar-benar sudah merasa nyaman dengan kamera tersebut.

Nah, setelah anda mengetahui apa itu Noise, sekarang kita bisa melanjutkan pokok pembahasan kita tentang perbedaan ASA dan ISO. Anda sudah siap kan untuk menerima informasi ini? Baiklah, mari lanjutkan bacaan anda pada penjelasan di bawah ini.

Hubungan Antara Noise dan ASA/ISO

Dari penjelasan mengenai apa itu Noise yang telah kami jelaskan di atas tadi, bisakah anda menemukan kaitannya denngan ASA atau ISO? Adapun hubungan di antara keduanya adalah sebagai berikut.

Gangguan atau noise pada umumnya akan terjadi, ketika anda menaikkan ISO. Hal ini terjadi karena anda membuat sensor menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, sehingga anda juga membuatnya lebih sensitif terhadap kekurangannya. Baik itu kontras, ISO/ASA dan noise atau grain, semuanya saling terhubung atau berkaitan.

Gangguan atau noise visual umumnya terjadi pada kamera digital, sedangkan grain adalah jenis gangguan yang terjadi pada film. Dari keduanya, grain cenderung jauh lebih baik daripada noise, terutama dalam fotografi Black & White.

Dalam hal film, ASA atau kecepatan file kira-kira terkait dengan perincian. Ini seperti ukuran butir perak halida dalam emulsi, karena butir yang lebih besar memberi film kepekaan yang lebih besar terhadap cahaya.

Efek yang halus, seperti film potret atau yang digunakan untuk tahap menengah dalam menyalin gambar negatif asli disebut sebagai film “lambat”, yang berarti bahwa jumlah cahaya yang digunakan untuk memaparkannya harus tinggi atau rana harus dibuka lebih lama.

Film cepat, digunakan untuk memotret dalam cahaya yang buruk atau untuk memotret gerakan cepat, serta menghasilkan gambar yang kasar.

Dalam gambar digital, noise gambar adalah fluktuasi acak, biasanya tidak diinginkan, yaitu fluktuasi piksel dalam suatu gambar. Noise gambar dapat berasal dari butiran film atau bisa juga berasal dari noise elektronik pada sensor perangkat input (pemindai atau kamera digital) dan sirkuit.

Noise atau gangguan ini juga terkait langsung dengan ukuran sensor, sehingga kamera ponsel pada umumnya memberikan noise yang buruk, bahkan di bawah kondisi pencahayaan yang cukup masuk akal.

Sedangkan untuk Digital SLR memiliki kinerja noise yang jauh lebih baik daripada kamera handphone dan bahkan lebih baik daripada sensor full frame Digital SLR seperti Canon 5D.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah noise cenderung lebih jelas dalam bayangan atau gambar yang kurang terang, jadi berhati-hatilah saat memotret.

Perbedaan Antara ASA dan ISO

Di dalam dunia fotografi, ASA dan ISO memiliki fungsi yang sama, yaitu keduanya mengukur kecepatan film atau sensitivitas terhadap cahaya. ASA adalah skala yang dibuat oleh American Standards Association, yang sayangnya tidak lagi digunakan secara luas.

Dan sekarang,  sebagian besar film diberi label dengan bertuliskan ISO, yang dibuat pada tahun 1987 oleh International Organization for Standardization. Untuk hal perbedaan dalam film itu sendiri sebenarnya tidak ada.

Bisa dikatakan bahwa ISO ini adalah istilah yang saat ini umum digunakan pada kamera digital. Tepatnya ini disebut sebagai skala linear ISO, yang berfungsi menggandakan kecepatan film (termasuk mengurangi separuh jumlah cahaya yang diperlukan untuk mengekspos film).

Untuk lebih memahami perbedaan di antara ASA dan ISO ini, kami telah menyajikan beberapa hal penting, yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Dasar Matematis

Sampai dengn saat ini, kebanyakan Fotografer telah menggunakan berbagai sistem untuk mengukur kecepatan film. Namun sebelum tahun 1987, ASA dan DIN adalah dua yang paling penting dan banyak digunakan pada saat itu.

Standar yang lebih tua, yaitu pada ASA menggunakan skala aritmatika. Penggandaan sensitivitas film juga akan menggandakan nomor ASA-nya. Sedangkan untuk DIN, standarisasinya menggunakan skala logaritmik. Standar ini dibuat oleh Institusi Standarisasi Jerman (German Institute for Standardization).

Hal inilah yang membuat DIN dapat menggandakan kepekaan dengan menambahkan 3 derajat ke nomor DIN. Setelah keduanya dianggap kuno, kini muncul lah sistem pengukuran baru, yang dikenal sebagai ISO.

Sistem saat ini, yaitu ISO, menggabungkan skala aritmatika dan logaritmik ke dalam satu set standar. Akan tetapi, skala aritmatika berbasis ASA-nya adalah yang paling luas penggunaannya.

  • Pemilihan Kecepatan Film

Film cepat, yang diberi label dengan ISO atau ASA yang tinggi seperti misalnya 1.600 atau mungkin yang lebih tinggi lagi, umumnya akan menawarkan tingkat sensitivitas cahaya yang tinggi, yang memberi fotografer kemampuan untuk memotret dengan kecepatan rana yang jauh lebih cepat atau pada f-stop yang lebih tinggi.

Film berkecepatan tinggi menawarkan kinerja yang sangat berguna dalam situasi cahaya rendah, meskipun gambar-gambar ini sering berubah menjadi kasar dan memiliki kontras yang lebih tinggi.

Sebaliknya, film lambat dengan jumlah ISO atau ASA sekitar 100 misalnya, akan membutuhkan eksposur yang lebih lama atau f-stop yang lebih rendah. Ini bisa menghasilkan foto berkualitas lebih tinggi. Karakteristik kinerja yang sama ini berlaku untuk gambar yang dipotret dengan pengaturan setara ISO atau ASA pada kamera digital.

  • Penggunaan Dalam Fotografi Film

Sejujurnya, anda tidak perlu bagan konversi untuk menerjemahkan antara ASA dan nomor ISO. ASA 100 sama dengan ISO 100. Untuk mengkonversi antara DIN dan ISO / ASA, bagaimanapun anda akan menemukan bagan konversi tertentu, karena matematika kompleks yang mendasari terjemahan tersebut.

Di dalam fotografi film, peringkat ASA atau ISO membantu fotografer dalam memilih jenis film yang sesuai untuk kondisi pemotretan tertentu.

Ratingnya biasanya akan muncul di kotak produk dan pada rol film itu sendiri. Untuk menyesuaikan peralatan kamera dengan kecepatan filmnya, maka anda harus mengatur kontrol kamera agar sesuai dengan rating ASA atau ISO.

  • Penggunaan Dalam Fotografi Digital

Kamera digital juga menggunakan pengaturan ISO, tetapi alih-alih menunjukkan kecepatan film, mereka lebih mencerminkan dan mengontrol sensitivitas cahaya sensor gambar kamera.

Karena standar ISA telah menggantikan ASA sebelum tahun 1991, ketika Kodak merilis kamera digital konsumen pertama, anda kemungkinan tidak akan menemukan rating ASA pada peralatan digital.

Jika anda sudah terbiasa dengan berbagai kecepatan film, atau mungkin anda telah mempelajari tampilan gambar yang dipotret dengan berbagai kecepatan film, maka anda akan melihat kinerja yang serupa dari kamera digital pada pengaturan ISO yang sama.

  • Mendorong’ dan ‘Menarik’ Kecepatan Film

Pada hari-hari sebelum adanya kecepatan film ISO yang tinggi, fotografer secara rutin mengatur kamera mereka pada kecepatan ASA atau ISO yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada peringkat aktual film mereka, yang menghasilkan gambar dalam cahaya rendah atau mempertinggi kontras gambar.

Proses underexposed film ini, dihasilkan fotografer melalui kompensasi dengan waktu pemrosesan tambahan. Sedangkan prosedur sebaliknya, yaitu pulling atau menarik difungsikan oleh fotografer untuk mengontrol subjek gambar dengan kontras tinggi, atau overexposing film.

Sampai di sini dulu penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang perbedaan antara ASA dan ISO, serta hubungannya dengan noise atau gangguan yang sering muncul pada saat memotret. Dengan informasi ini, kini anda bisa mengasah kemampuan fotografi anda menjadi lebih baik lagi.

Di artikel yang berikutnya kami akan menyajikan hal-hal yang jauh menarik dan berguna lagi pastinya untuk anda. Jadi, jangan sampai ketinggalan dengan bacaan-bacaan kami yang lainnya, ya.

‘Zona Hitam’ Misterius di Greenland Menjadi Semakin Gelap, Ini Penyebab dan Dampaknya

Merasakah anda kalau akhir-akhir ini ada banyak sekali fenomena alam yang telah terjadi di planet kita ini? Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi?

Atau, apakah anda akan tetap pada sikap anda yang cuek dan tidak begitu memperdulikan keadaan Bumi tempat dimana anda tinggal ini? Semoga saja tidak begitu.

Dari banyaknya kejadian alam yang terjadi baru-baru ini, seperti peristiwa hari tanpa bayangan misalnya, ternyata ada sebuah fenomena unik yang cukup menarik perhatian kami, sehingga pada akhirnya kami memutuskan untuk membahasnya hari ini.

Peristiwa itu terjadi di Greenland kira-kira beberapa hari yang lalu. Saat dilihat dari atas, biasanya kita akan melihat sebagian besar lapisan es di Greenland tampak seperti bidang luas yang berwarna putih cemerlang.

Akan tetapi, pada bulan-bulan musim panas, sepertinya sesuatu yang aneh mulai terjadi di daerah tersebut. Bagian atau margin Barat daerah tersebut tampak diarsir oleh zona gelap, yang kelihatannya menjadi semakin gelap dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pertanda apakah ini? Apakah ini pertanda bahwa laju peleburan akan semakin cepat? Apa dampak yang mungkin akan muncul akibat peristiwa ini?

Apakah ini pertanda bahwa sebentar lagi dunia akan berakhir? Eits, jangan asal berargumen dulu kawan, karena para ahlinya sepertinya telah menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini telah menawarkan sebuah penjelasan untuk menggambarkan hal yang terjadi terkait dengan fenomena tersebut. Lantas, apa yang dikatakan oleh hasil peneliian tersebut? Penasarankan?

Munculnya Zona Gelap di Greenland

Greenland merupakan sebuah wilayah otonom Denmark, yang berada di antara Atlantik Utara dan Samudera Arktik. Sebagian besar permukaan daerah ini tertutup oleh es.

Sebagian besar populasi kecilnya hidup di sepanjang pantai bebas es, fjord-lined, khususnya di bagian barat daya. Di sebelah utara pulau ini, yang sebagian besar berada di atas Lingkaran Arktik, biasanya menghasilkan fenomena alam seperti : matahari tengah malam pada musim panas dan cahaya utara pada musim dingin.

Daerah ini memiliki jumlah populasi sekitar 50.000 penduduk. Greenland ini adalah sebuah pulau terbesar di dunia dan bukan termasuk benua.

Karena biasanya tempat ini tertutup dengan lapisan es putih, kemunculan zona gelap di daerah tersebut tentu akan mengundang tanda tanya yang besar pada sebagian besar masyarakat, termasuk di kalangan para ilmuwan. Belum lagi kabarnya zona tersebut semakin hari tampak semakin gelap.

Hal tersebut lantas membuat para ahli mulai menyelidiki apa yang telah terjadi sebenarnya di daerah itu dan sepertinya mereka berhasil menemukan jawabannya.

Jika kita flashback ke belakang, pada tahun 1950-an yang lalu, para ilmuwan pernah berpikir atau berasumsi bahwa lapisan es yang menutupi Greenland kemungkinan besar menyembunyikan tiga pulau yang terpisah, yang bergabung dengan gletser sejak zaman es terakhir.

Namun, kebenaran asumsi ini masih dalam tahap penyelidikan atau penelitian yang lebih lanjut, alias belum diketahui apakah hal tersebut memang benar atau tidak. Jadi harap sabar ya menunggu informasi lanjutannya.

Zona Gelap Greendland Berasal Dari Alga

Berdasarka analisis para ilmuwan, zona gelap yang terdapat di Greenland itu berasal dari alga yang hidup atau tinggal di sana. Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah, mengapa alga-alga tersebut bisa berwarna hitam? 

Ternyata, warna hitam pada alga disebabkan oleh paparan kotoran gas tertentu. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat pernyataan ahli di bawah ini:

“Apa yang kami dapatkan dari hasil penelitian kami adalah bahwa zona gelap di Greenland terjadi karena lapisan es tertutup oleh debu dan karbon hitam yang terdistribusi dengan baik, yang akhirnya membuat tanaman alga yang hidup di sana berubah warna menjadi gelap,” kata penulis studi Alun Hubbard, yang merupakan seorang profesor di Pusat Lingkungan dan Iklim Serta Gas Hidrat Artik Norwegia.

Menurut National Snow and Ice Data Center (Pusat Data Salju dan Es Nasional), Lapisan es di pulau beku ini mencakup lebih dari 80 persen daratan Greenland, tepatnya  sekitar 656.000 mil persegi (1,7 juta kilometer persegi). Kalau dihitung-hitung, ukuran wilayah ini tiga kali ukuran Texas.

Rata-rata ketebalan es di tempat ini adalah lebih dari satu mil dan mengandung 8 persen air tawar dunia. Menurut NASA, Jika daerah ini meleleh dengan sempurna, maka permukaan laut global akan naik sekitar 23 kaki (7 meter).

Dengan adanya prospek atau kemungkinan hal tersebut akan terjadi di kedepannya, para ilmuwan telah mencoba untuk memahami alasan mengapa penyusutan lapisan es di Greenland bisa semakin meningkat selama beberapa dekade terakhir.

Perlu anda ketahui, salju dan es yang menyilaukan ini pada umumnya memiliki reflektivitas atau albedo yang tinggi.

Albedo sendiri merupakan besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar Matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa, yang ditandai dengan terjadinya perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).

Artinya, salju dan es tersebut lebih cenderung lebih banyak merefleksikan atau memantulkan energi matahari daripada yang mereka serap.

Bagaimanapun, bagian zona gelap dan daerah lelehan akan menyerap lebih banyak energi matahari dan dapat mendorong terjadinya umpan balik positif, yang mengarah ke pencairan yang lebih dalam pada lapisan es. Dengan kata lain, zona gelap di Greenland ini telah menjadi fokus dari beberapa penelitian terbaru.

“Karena pada kenyataannya sebagian besar sisi barat lapisan es Greenland telah menjadi gelap, itu berarti proses melelehnya es tersebut telah sampai lima kali lipatnya permukaan salju yang cemerlang,” kata Hubbard.

Hubbard dan rekan-rekannya sebelumnya telah pergi ke Greenland pada bulan Agustus 2014 yang lalu untuk melihat keadaan es di sana dan mereka juga menggunakan drone yang diluncurkan langsung untuk menangkap gambar resolusi tinggi dari bagian zona gelap yang terdapat di daerah itu.

Sementara ceruk dan kolam air yang meleleh menggambarkan beberapa bintik-bintik gelap, para peneliti mengamati bahwasannya sebagian besar permukaan bayangan di sana tampak seperti diselimuti oleh kotoran.

Kotoran ini termasuk debu dan jelaga yang terperangkap dan telah terkumpul selama bertahun-tahun, yang mungkin berasal dari sisa-sisa kebakaran dan limbah pabrik yang berada di dekat wilayah itu.

Dan baru-baru ini, para ilmuwan berhasil menemukan hal lain yang berperan dalam pembuatan zona gelap di greenland tersebut.

Usut punya usut, warna gelap itu rupa-rupanya berasal dari tanaman alga yang berwarna gelap yang juga terkena paparan dari kotoran debu yang sama. Penemuan ini telah dipublikasikan di dalam jurnal Nature Communications.

Di dalam jurnal tersebut, para ilmuwan menulis bahwa sifat dan penyebab adanya kotoran yang terdapat pada lapisan es ini masih belum diketahui dan dipahami sepenuhnya. Akan tetapi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan efek umpan balik yang kompleks di zona gelap tersebut.

“Ganggang atau alga akan membutuhkan nutrisi dan makanan untuk bisa hidup dan berkembang. Dan pada dasarnya, debu, karbon organik dan air adalah sumber asupan makanan yang bisa mereka dapatkan di daerah Greenland”, Hubbard menjelaskan dalam pernyataan itu.

Dia juga mengatakan bahwa pada saat musim panas tiba, kotoran debu yang terdampar di sana akan berlimpah, sehingga populasi alga pun menjadi semakin meningkat (tumbuh dengan subur).

Kalau demikian kasusnya, maka bisa diambil kesimpulan bahwa keberadaan ganggang atau alga yang berwarna gelap inilah yang memperkuat zona gelap tersebut. Tak heran jika semakin lama zona tersebut menjadi semakin gelap seiring berjalannya waktu.

Bagaimana? Sekarang anda sudah ketemu kan dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi kita utarakan di atas tadi?

Oops, sepertinya ada satu pertanyaan lagi yang belum kita simpulkan. Apakah itu? 

Karena tadi sudah dijelaskan bahwa zona hitam yang terdapat di Greenland umumnya akan lebih cenderung menyerap energi matahari, maka itu berarti akan lebih banyak lagi pencairan yang terjadi (Proses peleburan atau mencairnya es akan meningkat atau semakin cepat).

Nah, sekarang semua pertanyaan sudah tuntas dijawab, bukan? Gimana? Sudah puaskah anda denga penjelasan yang kami berikan ini?

Kalau belum, anda bisa mencari sumber-sumber lain yang mungkin memiliki informasi yang jauh lebih lengkap. Tapi sejauh ini, seperti inilah informasi yang telah kami dapat dan bisa kami bagikan untuk anda.

 

 

Hanya Karena Memakan Jenis Cabe Ini, Seorang Pria Harus Dirawat di Ruang UGD

Sebuah studi terbaru yang telah dipublikasikan di dalam jurnal BMJ Case Report meneliti tentang “penyebab sakit kepala tak terduga” yang luar biasa, yang dialami oleh seorang pria yang diketahui telah memakan cabai terpedas di dunia. Cabai ini bernama The Carolina Reaper.

Tak seindah namanya, cabai carolina ini ternyata sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Bagi anda para pecinta kuliner pedas, sepertinya anda harus menghindari cabai jenis yang satu ini, jika anda tidak mau mendapatkan masalah kesehatan yang serius.

Sebuah penelitian yang telah dilaksanakan baru-baru berhasil mendokumentasikan sebuah kasus sakit kepala yang tidak biasa, yang dikenal sebagai “sakit kepala thunderclap” atau “Thunderclap Headache“, yaitu bentuk sakit kepala yang parah dan bisa dibilang cukup berbahaya, yang tampaknya dipicu oleh pengkonsumsian terhadap jenis cabe Carolina Reaper.

Penulis pertama makalah penelitian ini adalah Dr. Satish Kumar Boddhula, dari Bassett Medical Center, di Cooperstown, New York.

Caroline Reaper Sebagai Penyebab Penyempitan Arteri

Dr Boddhula dan rekannya melaporkan bahwa seorang pria sehat berusia 34 tahun terpaksa harus masuk ke ruang gawat darurat, karena episode sakit kepala thunderclap yang dialaminya sesaat setelah dia memakan satu buah cabai Carolina Reaper dalam sebuah kontes makan cabai.

Ketika pasien tiba di rumah sakit, dokter belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab sakit kepala tersebut. Dokter melihat kalau pria itu tidak mengalami defisit neurologis seperti bicara cadel, kelemahan otot atau kehilangan penglihatan yang mengindikasikan stroke.

Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh pria tersebut adalah termasuk dry heaves (masalah pernafasan) tanpa disertai dengan keinginan untuk muntah, tapi diikuti oleh rasa sakit yang hebat di bagian leher dan daerah lobus oksipital otak.

Selama beberapa hari berikutnya, pria itu terus saja mengalami sakit kepala yang hebat, yang memang hanya berlangsung dalam beberapa detik saja, tetapi luar biasa menyakitkan.

Penyebab paling umum dari sakit kepala thunderclap yang dialaminya ini adalah pendarahan subarachnoid, yaitu perdarahan mendadak yang terjadi pada celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak.

Pendarahan ini biasanya berasal dari robekan tonjolan abnormal dalam pembuluh darah otak (pembengkakan pada dinding arteri otak) yang bisa berakibat fatal. Cara terbaik untuk mendiagnosis kondisi ini adalah dengan melakukan CT scan otak (computed tomography).

Namun, dalam kasus ini, CT angiografi (pemeriksaan radiologi invasif minimal dengan memasukan media kontras melalui pembuluh darah vena, dengan tujuan untuk melihat pembuluh darah pada tubuh dengan menggunakan modaliti ct scan) tidak mengungkapkan adanya aneurisma (pelebaran pembuluh darah abnormal terlokalisasi disebabkan oleh melemahnya dinding pembuh darah).

Sebaliknya, pemindaian yang dilakukan oleh tenaga medis tersebut malah menemukan adanya arteri-arteri yang menyempit pada bagian otak pasien.

Pada gambar di bawah ini anda bisa melihat contoh gambar penyempitan pembuluh darah tersebut:

note: CT Angiografi di atas menunjukkan penyempitan pembuluh darah di otak sesaat setelah timbulnya gejala (gambar sebelah kiri). Setelah resolusi 5 minggu dilakukan, maka terlihatlah perubahannya (gambar sebelah kanan).

Oleh karena itu, dokter pun akhirnya mendiagnosa pria tersebut dengan penyakit “sakit kepala thunderclap sekunder untuk sindrom vasokonstriksi serebral reversibel (RCVS)”, yang kemungkinan disebabkan oleh cabai yang dikonsumsinya.

RCVS ini lah yang menyebabkan penyempitan arteri, dimana efek yang timbul sering diikuti oleh sakit kepala thunderclap intens dan biasanya akan hilang dalam beberapa hari atau minggu.

Seperti yang dijelaskan oleh beberapa dokter, baik yang terlibat ataupun yang tidak dalam kasus ini, sebenarnya banyak kasus RCVS yang tidak memiliki penyebab yang jelas,.

Tetapi hal ini seringkali dikaitkan dengan pengkonsumsian sejumlah obat-obatan tertentu seperti ergotamine atau triptans dan juga obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin, yang dengan demikian berarti bukan hanya karena mengkonsumsi cabai saja seseorang bisa terkena RCVS tersebut.

Untuk seseorang yang mengalami kasus yang terbilang parah terkait dengan masalah atau kondisi RCVS ini memiliki kemungkinan yang lumayan besar untuk meninggal.

“Sebagian pasien akan memiliki kondisi yang parah yang diikuti dengan stroke dan mereka dapat mengalami perdarahan intrakranial dari stroke iskemik,” kata Ducros.

“Tapi angka kematiannya rendah, hanya sekitar 2% saja dan kebanyakan pasien yang meninggal akibat RCVS adalah wanita muda dan sering di negara bagian postpartum (masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6 minggu setelah melahirkan).

“Tetapi kebanyakan dari mereka berhasil melaluinya dengan baik, yang hanya ditandai dengan sakit kepala berulang dan kemudian mereka memiliki pemulihan total setelah mendapatkan penanganan,” tambahnya.

Untungnya, dalam kasus ini, pria itu bisa segera pulih dan gejalanya hilang dengan sendirinya setelah 5 minggu. CT scan yang dilakukan kini telah menunjukkan kondisi arteri dalam keadaan yang normal.

Ini adalah pertama kalinya ada kasus makan cabai merah yang dikaitkan dengan RCVS. Sebelumnya para peneliti juga sempat menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi cabai rawit, yang sering kali dikaitkan dengan penyempitan arteri koroner dan serangan jantung.

Karena alasan tersebut, para penulis pun menyimpulkan, bahwa “RCVS harus dipertimbangkan dalam diagnosis banding pada pasien yang datang dengan sakit kepala thunderclap setelah mengkonsumsi cabe rawit, yang merupakan zat vasoaktif.”

“RCVS harus dianggap sebagai penyebab potensial sakit kepala thunderclap setelah sebagian besar penyebab umum dikesampingkan, termasuk pendarahan subarachnoid,” para dokter menambahkan.

Mengenal Cabai Carolina Reaper

Apa yang terjadi pada seorang kontestan dalam kontes makan cabe yang telah kami sebutkan di atas tadi mungkin bisa menjadi satu alasan, yang akan membuat anda para penggemar makanan pedas untuk sedikit merasa takut pada jenis cabe reaper ini.

Dan kami harap, anda bisa lebih mempertimbangkan untuk mengikuti kontes-kontes semacam itu, karena bisa membahayakan kesehatan anda. Apalagi yang melibatkan Carolina Reaper di dalamnya.

Untuk anda yang mungkin belum mengenal jenis cabai yang sangat pedas ini dan tertarik untuk mengenalnya, anda cukup beruntung karena menemukan artikel kami ini.

Kali ini kami akan sedikit mengulas tentang keberadaan jenis cabai yang bernama Carolina Reaper yang beberapa waktu yang lalu telah menyebabkan seseorang mengalami pengalaman yang sangat buruk.

Carolina Reaper yang pada awalnya memiliki sebutan HP22B (Higher Power, Pot No. 22, Plant B) ini merupakan tanaman kultivar yang berasal dari spesies Capsicum chinense. Sebelumnya, cabai jenis ini sudah diuji coba tingkat kepedasannya oleh Winthrop University dalam kelas uji coba makanan.

Cabai tersebut berwarna merah cerah, berbonggol dan memiliki bentuk bulat dengan tekstur yang mirip seperti cabai keriting, dengan ekor kecil runcing, yang menyerupai bentuk buntut kalajengking, sehingga memberi kesan bahwa cabai ini sangat menyengat.

Pada tahun 2013 lalu, Guinness World Records menobatkannya sebagai cabai terpedas di dunia, yang berhasil mengalahkan pemegang rekor sebelumnya, yaitu Trinidad Scorpion “Butch T”.

Panas sensorik atau kepedasan yang terdeteksi saat mengkonsumsi Carolina Reaper ini berasal dari kepadatan capsaicinoids, terutama capsaicin (adalah komponen aktif cabai, yang merupakan tanaman milik genus Capsicum), yang berhubungan langsung dengan intensitas panas cabai dan skala Scoville.

Zat kimia inilah yang diduga bertanggung jawab untuk menciptakan rasa pedas pada makanan tertentu. Substansi ini bahkan diketahui dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di beberapa bagian tubuh, sekalipun digunakan pada konsentrasi rendah pada beberapa obat topikal.

Sebuah studi tahun 2012 pernah mendokumentasikan seorang pria berusia 25 tahun yang mengalami serangan jantung dan vasospasme koroner setelah mengkonsumsi pil cabe rawit, yang juga mengandung sejumlah besar capsaicin dengan tujuan untuk menurunkan berat badan.

Cabai Carolina yang super duper pedas ini dikembangkan di Rock Hill, tepatnya di rumah kaca Carolina Selatan oleh Ed Currie, pemilik Perusahaan perkebunan PuckerButt Pepper di Fort Mill.

Untuk dapat tumbuh dengan baik, seorang ahli etnobotani Inggris bernama James Wong, mengatakan bahwa cabai ini memerlukan suhu setidaknya 18-20 ° C (64-68 ° F) dan menyarankan tumbuh dalam pot 30-40 cm (12–16 inci) untuk membatasi pertumbuhan dan menghasilkan buah yang lebih cepat.

Dari hasil pengukuran, ternyata Carolina Reaper mendapatkan 1.569.300 Scoville Heat Unit. Angka ini lebih besar dbandingkan dengan jalapeno yang hanya sekitar 5.000 Scoville Heat Unit.

Tingkat kepedasan Carolina Reaper disebut-sebut setara dengan pedasnya 2,2 juta cabai merah biasa dan 400 kali lebih pedas dari paprika jalapeño, yang rata-rata 3.500 hingga 8.000 pada skala Scoville,

Di tahun 2016 lalu, Greg Foster dari Irvine, California diketahui berhasil memegang Guiness World Record untuk makan Carolina Reaper. Dia mencapai prestasi ini dengan mengkonsumsi 120 gram cabai dalam kurun waktu 60 detik di Arizona Hot Sauce Expo pada November 2016.

Pada Mei 2017, Mike Smith dari St Asaph yang bekerja dengan Nottingham Trent University mengklaim telah melampaui Carolina Reaper dengan cabai Dragon’s Breath, yang dilaporkan memiliki tingkat kepedasan 2,4 juta SHU (Scoville Heat Unit) dan telah diterapkan pada Guinness World Records untuk konfirmasi.

Tak sampai di situ, pada September 2017, cabai paling terkenal yang dikenal dengan sebutan Pepper X, diketahui memiliki skala Scoville yang dilaporkan sebesar 3,18 juta unit.

Namun baru-baru ini, tepat pada bulan April 2018, sebuah kabar mengejutkan datang dari seorang pria 34 tahun yang diketahui mengalami serangkaian sakit kepala yang intens setelah mengkonsumsi Carolina Reaper selama kontes di New York.

Dia kemudian dirawat di rumah sakit dan didiagnosis dengan sindrom vasokonstriksi serebral reversibel. Namun dalam hal ini, untungnya gejala pasien membaik dan dia dibebaskan dari rumah sakit setelah beberapa hari.

Kasus yang dialami oleh pria ini setidaknya bisa memberikan sedikit pelajaran untuk anda yang sangat suka mengkonsumsi makanan-makanan pedas, terutama mengkonsumsi cabai-cabaian.

Kalau bisa, hindarilah mengkonsumsi cabai dalam jumlah yang terlalu banyak, khususnya cabai dengan jenis tertentu seperti Carolina Reaper ini misalnya.

Memakan makanan yang memiliki kandungan cabai yang sangat pedas tak hanya akan menimbulkan masalah yang buruk untuk sistem pencernaan anda, melainkan juga dapat menyebabkan resiko lain yang jauh lebih berbahaya, seperti yang dialami oleh pria dalam kontes cabe yang telah kami ceritakan di atas tadi.

Miris, Beberapa Hewan Laut Ini Hidup Dengan Memakan Plastik

Setujukah anda jika kami mengatakan kalau kehidupan manusia sampai dengan saat ini tidak bisa terlepas dari plastik? Tidak usah jauh-jauh, anda bisa melihat bukti nyatanya di dalam kehidupan sehari-hari anda. Bisakah anda menyebutkan ada berapa banyak benda-benda di sekitar anda yang berbahan plastik?

Wah, pasti banyak sekali, bukan? Tidak bisa kita pungkiri memang, kalau penggunaan plastik dalam sejumlah peralatan rumah tangga cukup bermanfaat bagi kehidupan kita. Selain harganya yang relatif murah, bahan plastik ini juga lebih tahan banting, jika dibandingkan dengan peralatan kaca yang diketahui sangat mudah pecah.

Inilah yang menjadi bahan pertimbangan para ibu rumah tangga dan masyarakat lainnya untuk lebih memilih menggunakan barang-barang berbahan plastik. Tapi sayangnya, penggunaan plastik ini ternyata tak sebaik yang kita pikirkan.

Melihat banyaknya permintaan akan bahan tersebut, beberapa perusahaan plastik pun memanfaatkannya untuk berbuat curang dengan menciptakan bahan-bahan plastik berbahaya, yang diciptakan dengan campuran bahan kimia yang bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker.

Selain itu, dampak negatif lain terkait dengan penggunaan bahan-bahan plastik ini adalah masalah pencemaran lingkungan, terutama di laut. Rendahnya kesadaran manusia (suka membuang sampah sembarangan ke laut) telah membuat banyak laut di dunia menjadi tercemar dan ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan.

Dikatakan memprihatinkan, karena perlu anda ketahui, ketidakpedulian kita sebagai pelaku yang sering membuang sampah plastik ke laut tidak hanya akan mengurangi keindahan laut tersebut, tapi juga menyebabkan pencemaran air yang mengganggu ekosistem laut, yang tanpa anda sadari juga berefek pada kesehatan anda.

Kok bisa sampai berdampak ke kesehatan kita sih? Ngawur ahk. Kan nggak ada hubungannya sampah plastik yang ada di laut dengan kita yang tinggal jauh dari laut? Lagian kami kan jarang main-main ke laut?

Apakah pertanyaan ini yang sekarang sedang anda pikirkan? Kalau memang iya, kami akan segera memberikan penjelasan mengenai bagaimana efek negatif dari sampah plastik di laut bisa mempengaruhi kesehatan anda, sekalipun anda tidak pernah bermain ke laut. Sudah siapkah anda untuk menerima pengetahuan dari kami ini?

Hewan Laut Hidup Dengan Mengkonsumsi Sampah Plastik

Plastik merupakan salah bahan sintetis yang terbuat dari berbagai polimer organik, seperti polietilena, PVC, nilon dan lain sebagainya, yang dapat dibentuk menjadi bentuk yang kaku tapi sedikit lebih elastis. Karena mengandung sejumlah bahan kimia, plastik sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh makhluk hidup, termasuk juga hewan.

Tapi pada kenyataannya, banyak hewan laut yang ternyata hidup dengan mengkonsumsi sampah plastik yang dibuang ke laut. Bagi mereka, plastik tak hanya terlihat seperti makanan, tapi baunya pun sudah tercium seperti makanan untuk sejumlah hewan laut tersebut.

Jangan tanyakan kenapa hal seperti ini bisa sampai terjadi, karena sejujurnya anda pasti tahu apa jawabannya saat anda merenungkannya sejenak. Itu bukan salah siapa-siapa. Hal tersebut terjadi sebagian besarnya disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri, termasuk kita.

Seringnya hewan-hewan yang hidup di laut dan sekitarnya ini terpapar oleh banyaknya sampah plastik membuat mereka menjadi terbiasa dan menganggap sampah tersebut sebagai makanan yang bisa mereka konsumsi. Masalah ini semakin diperjelas oleh seorang naturalis yang bernama David Attenborough.

Di dalam sebuah wawancara, dia menceritakan pengalamannya yang suatu hari melihat seekor burung albatross yang baru tiba di sarangnya untuk memberi makan anak-anaknya. Saat mengeluarkan makanan yang dibawanya (diletakkan di dalam paruhnya) hal yang cukup menarik pun terjadi.

Bisakah anda menebak apa yang dikeluarkan dari dalam paruhnya? Burung tersebut ternyata tidak membawa ikan atau pun cumi-cumi yang layak dimakan oleh anak-anaknya, melainkan sampah plastik. Itulah makanan yang mereka konsumsi. Bukan karena pasokan ikan yang sedikit, tapi kemungkinan karena jumlah sampah plastik tersebut jauh lebih banyak.

Memilukan sekali bukan? Coba bayangkan, burung ini harus mencari makanan sejauh ribuan kilometer dan berharap bisa membawakan anaknya makanan saat kembali ke sarang. Tapi apa yang terjadi? Mereka tertipu pada sampah plastik yang mengambang di atas air laut. Itulah yang pada akhinya dibawanya pulang oleh burung tersebut.

Bagaimana burung-burung berkemampuan seperti itu dapat dengan mudah tertipu dan kembali dari perburuan panjang mereka hanya dengan seteguk plastik? Aneh sekali bukan? 

Mirisnya lagi, ternyata bukan albatros saja yang melakukan hal seperti itu. Setidaknya ada 180 spesies hewan laut yang telah didokumentasikan mengkonsumsi plastik, mulai dari plankton kecil hingga paus raksasa.

Plastik telah ditemukan di dalam nyaris sepertiga ikan yang ditangkap di Inggris, termasuk spesies yang biasa kita konsumsi sebagai makanan sehari-hari. Selain ikan, sampah plastik juga ditemukan di dalam tubuh kerang dan lobster. Dengan kata lain, hewan dari segala bentuk dan ukuran yang hidup di laut diketahui telah mengkonsumsi plastik.

Dengan sekitar 12,7 juta ton barang atau sampah yang masuk ke lautan setiap tahunnya, harusnya ada banyak hal yang harus dilakukan, supaya sampah plastik tersebut tidak merusak ekosistem dan tidak menimbulkan dampak negatif untuk makhluk hidup yang berada di sekitarnya, termasuk manusia.

Penyebab Banyaknya Hewan Laut Memakan Plastik

Prevalensi (proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu) konsumsi plastik sebagian besarnya merupakan konsekuensi dari banyaknya jumlah penggunaan bahan-bahan plastik itu sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bahkan zooplankton sekalipun bisa terkena dampaknya. Hewan kecil ini juga diketahui mengkonsumsi sejumlah plastik berukuran kecil (konsentrasi partikel plastik kecil di dalam air).

Menurut seorang ahli ekologi plankton di Institite of Ocean Sciences, Kanada yang bernama Moira Galbraith, jika partikel yang sangat kecil jatuh ke dalam air, maka plankton akan menganggapnya sebagai makanan dan kemudian memakannya. Jadi tak heran jika hewan laut yang sangat kecil ini juga terkena paparan dari sampah plastik yang ada di laut.

Seperti halnya zooplankton, makhluk-makhluk bertubuh silindris dan bertentakel yang dikenal sebagai teripang sepertinya tidak tampak terlalu rewel tentang apa yang harus mereka makan saat mereka merangkak di sekitar hamparan samudera. Mereka biasanya memasukkan sedimen (seperti pecahan bebatuan) ke dalam mulut mereka.

Setelah sedimen tersebut masuk, hewan ini kemudian akan mengekstrak bahan makanan yang dapat dimakan di dalamnya. Ternyata saat diteliti, sebuah analisis menunjukkan bahwa hewan penghuni bawah laut ini bisa mengkonsumsi hingga 138 kali lebih banyak sampah plastik, mengingat memang sejumlah sampah akan terdistribusi ke dalam sedimen.

Untuk hewan laut teripang, partikel plastik mungkin lebih besar dan lebih mudah untuk diambil dengan tentakel makan mereka, daripada makanan yang lebih konvensional. Tetapi pada spesies lain, sepertinya ada indikasi bahwa konsumsi plastik lebih dari sekedar proses pasif. Banyak hewan tampaknya memang senagaja memilih makanan ini.

Mengapa Hewan Laut Suka Memasukkan Plastik Ke Mulutnya?

Untuk memahami alasan mengapa beberapa hewan laut ini melihat dan menganggap plastik sebagai makanan yang sangat menarik, maka anda perlu mengetahui cara pandang mereka.

“Hewan memiliki kemampuan inderawi dan perseptif yang sangat berbeda dengan manusia. Dalam beberapa kasus, mereka lebih baik dan dalam beberapa kasus yang lainnya mereka lebih buruk. Tetapi dalam semua kasus mereka memang berbeda dari kita”, kata Matthew Savoca di NOAA Southwest Fisheries Science Center di Monterey, California.

Salah satu penjelasan sederhana terkait dengan hal tersebut adalah dikarenakan makhluk-makhluk laut melakukan kesalahan dalam melihat plastik yang ditemukan di habitat mereka. Kebanyakan dari hewan ini menganggap bahwa plastik adalah makanan yang bisa mereka konsumsi, sama seperti jenis makanan yang sering mereka makan sebelumnya.

Misalnya saja pelet plastik yang dianggap menyerupai telur ikan yang lezat. Merekamemiliki kemampuan yang berbeda dengan manusia yang bisa menyadari dan membedakan mana makanan dan plastik. Itulah salah satu alasan mengapa hewan laut ini banyak yang mengkonsumsi sampah tersebut.

Manusia adalah makhluk visual yang ketika mencari makan biasanya akan bergantung pada indera penciuman. Tak hanya manusia, sejumlah hewan laut juga melakukan hal yang sama, seperti burung albatross contohnya.

Savoca bersama dengan rekan-rekannya telah melakukan eksperimen yang menunjukkan bahwa beberapa spesies burung laut dan ikan ternyata memang tertarik pada plastik karena bau yang dimilikinya, terutama pada dimethyl sulfide (DMS), yaitu senyawa pada plastik yang dikenal dapat menarik perhatian burung.

Pada dasarnya, ganggang tumbuh di plastik yang mengambang di laut. Ketika ganggang tersebut dimakan oleh krill, yaitu sumber makanan utama hewan laut, ia akan melepaskan DMS, yang menarik burung dan ikan untuk mengunyah plastik tersebut. Tadinya mereka berharap akan mendapatkan krill, tapi ternyata yang mereka makan hanyalah sampah plastik.

Selain dengan indera penciuman, ketertarikan makhluk hidup terhadap makanan juga didapat dari kemampuan visualnya.  Sama seperti manusia, kura-kura laut sangatlah bergantung pada visi mereka untuk mencari makanan. Namun, mereka juga dianggap memiliki kemampuan untuk melihat sinar UV, sehingga membuat visi mereka sangat berbeda dari manusia.

Qamar Schuyler di The University of Queensland, Australia, mempraktekkan dirinya seperti seekor kura-kura dengan masuk ke kepala kura-kura dengan memodelkan kapabilitas visual mereka dan kemudian mengukur karakteristik visual dari plastik saat kura-kura melihatnya.

Tak hanya itu, dia juga memeriksa isi perut kura-kura yang sudah meninggal untuk melihat atau memeriksa apakah terdapat sampah barang-barang plastik di dalamnya atau tidak

Dari hasil penelitian yang Dia dapatkan, dia pun menarik sebuah kesimpulan, yaitu bahwa kura-kura muda umumnya relatif tidak pandang bulu soal makanan. Sedangkan kura-kura yang lebih tua lebih suka mengincar plastik yang lunak dan tembus cahaya.

Schuyler berpendapat bahwa hasil yang mereka dapatkan tersebut secara tidak langsung membenarkan gagasan lama yang mengatakan bahwa kemungkinan kura-kura salah mengira tas plastik sebagai ubur-ubur yang lezat.

Warna juga dianggap sebagai faktor penyebab hewan laut suka mengkonsumsi plastik, meskipun preferensi bervariasi antar spesies. Penyu muda lebih menyukai plastik putih. selain itu Schuyler dan koleganya juga menemukan bahwa burung laut yang disebut shearwaters lebih memilih plastik berwarna merah.

Selain penglihatan dan penciuman, ada pula indera lain yang sangat berperan dan digunakan oleh hewan untuk mencari makanan. Banyak hewan laut berburu dengan echolocation, terutama paus dan lumba-lumba bergigi. Echolocation ini dikenal sangat sensitif.

Tapi anehnya, lusinan paus jantan dan bergigi ditemukan mati dengan perut penuh dengan kantong plastik, bagian mobil dan detritus manusia lainnya. Savoca mengatakan bahwa kemungkinan echolocation mereka salah mengidentifikasi benda-benda ini sebagai makanan.

Jika anda menganggap mereka adalah hewan yang bodoh, maka anda keliru jika mengatakan hal semacam itu. Jelas hal itu tidak benar.

“Tragedi yang terjadi adalah bahwa semua hewan laut tersebut merupakan pemburu dan penjelajah ulung, yang memiliki indera yang diasah selama ribuan evolusi untuk menargetkan mangsa mereka. Plastik benar-benar hanyalah sebagian kecil dari waktu itu. Entah bagaimana caranya benda ini bisa teridentifikasi sebagai makanan” kata Schuyler.

Apa Solusi Terbaik Untuk Mengatasi Hal Ini?

Plastik memang sangat berguna untuk kehidupan manusia, sehingga rasanya akan sangat sulit jika kita meminta produksinya untuk dihentikan. Iya nggak? Cara seperti ini tampaknya sangat tidak fair untuk sebagian orang, terutama untuk para pengusaha plastik.

Schuyler ingat dengan seseorang yang bertanya, “mengapa kita tidak membuat semua plastik berwarna biru saja?”, mengingat eksperimen menunjukkan warna ini kurang populer di kalangan kura-kura. Tetapi masalahnya adalah penelitian lain menunjukkan bahwa untuk spesies lain, warna biru sangatlah menarik.

Lantas, apa solusi paling terbaik supaya hewan-hewan laut tersebut tak lagi mengkonsumsi plastik?

Tidak ada aspek plastik yang dapat kita ubah dengan mudah untuk mencegah hewan memakannya. Sebenarnya, bukan plastik yang menjadi masalahnya di sini. Tapi manusia yang menggunakannya. Kalau saja manusia tidak membuang sampah plastiknya di laut atau dimanapun, tentu hal seperti ini bisa diminimalkan.

Savoca berharap kisah tragis seperti albatros dan hewan laut lainnya ini bisa membantu menyadarkan kita akan bahayanya pembuangan plastik sembarangan. Kami juga berharap kita bisa menunjukkan empati kita kepada hewan-hewan ini dengan cara bersama-sama menumbuhkan kesadaran diri akan penting membuang sampah pada tempatnya.

Tapi yang pasti, tempatnya bukan di laut ya, guys. Hilangkan rasa cuek anda mulai dari sekarang. Jangan berpikir kalau hal ini hanya akan merugikan makhluk laut saja dan tidak berdampak pada anda. Tentu saja hal ini bisa memberikan efek kepada kehidupan kita. Bagaimana kalau ternyata selama ini ikan atau makanan laut yang anda makan mengandung plastik?

Sesekali mungkin tidak akan mengakibatkan dampak yang besar. Tapi kan rasanya tidak mungkin anda hanya memakan ikan setahun sekali? Jadi, bayangkan jika anda memakan ikan yang telah mengkonsumsi plastik setiap harinya, apa yang akan terjadi pada tubuh anda?

Nah, jika tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada kesehatan anda, maka mulailah melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat dari sekarang. Maukah anda melakukannya?