Kerap Tampil di Film, Fakta Seputar Paus Orca Ini Bakalan Buat Anda Tercengang

Paus dan Hiu merupakan hewan laut berukuran besar yang hidup dan tinggal di laut. Meskipun mereka hidup bersama di dalam laut, tapi kedua hewan ini berasal dari golongan yang berbeda.

Hiu digolongkan ke dalam golongan pisces, karena hewan ini memiliki sisik ditubuhnya dan termasuk vertebrata yang memiliki tulang punggung kaku dan pada saat berenang hiu juga suka mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri. Sedangkan Paus masuk golongan mamalia, karena hewan laut yang satu ini memiliki kelenjar susu.

Tak hanya itu, paus juga tidak bersisik dan bukan termasuk hewan vertebrata. Berbeda dengan hiu, paus suka berenang sambil mengibaskan ekornya ke atas dan bawah.

Berbicara tentang paus, anda pasti pernah mendengar nama “paus orca“, bukan? Pati pernah lah ya, secara paus ini sangat populer lo, bahkan banyak film yang sudah dibintangi oleh paus ini. Salah satunya adalah film yang berjudul “free Willy“.

Nah, setelah mendengar judul filmnya pasti banyak diantara anda yang tadinya sempat lupa dengan bentuk hewan ini kini mulai teringat kembali. Iya kan? Pembahasan kali ini bukanlah tentang film tersebut, melainkan tentang peran utama di dalamnya, yang tidak lain adalah paus orca itu sendiri.

Pada artikel kali ini kami akan membagikan sedikit pengetahuan mengenai paus cantik yang bernama orca ini, yang juga konon katanya merupakan pembunuh yang kejam di lautan, bahkan lebih kejam dari seekor hiu.

Orca Dikenal Sebagai Paus Pembunuh

Ketika mendengar kata Orca, pertama kali yang akan terlintas di dalam pikiran anda adalah ikan berukuran besar yang khas dengan warna tubuh hitam putihnya. Seperti namanya, Orca adalah salah satu hewan mamalia penghuni lautan, yang dipercaya sebagai salah satu jenis paus.

Banyak orang yang juga menyebut orca sebagai “paus pembunuh” atau “killer whale“, padahal hewan laut yang satu ini biasanya tidak menyerang manusia. Julukan ini mereka dapatkan karena orca memiliki kemampuan dalam menakhlukan hewan laut besar lainnya, seperti singa laut, hiu dan jenis paus lainnya.

Faktanya, orca akan memangsa hampir semua binatang yang mereka temukan di laut, di udara, di atas air ataupun di sepanjang garis pantai. Dan untuk berburu, paus pembunuh menggunakan giginya yang kuat, yang bisa tumbuh hingga 4 inchi (10 sentimeter).

Keyakinan bahwa orca adalah jenis paus pembunuh ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Hewan ini memiliki nama ilmiah Orcinus orca, yang berasal dari kata Orcinus’ yang memiliki arti “dari dunia kematian“, yang berkaitan dengan Dewa Orban Romawi dari neraka.

Karena namanya yang mengerikan itulah banyak orang-orang yang pada akhirnya takut pada paus yang cantik ini.  Tapi seiring berjalannya waktu, sekarang orca tak lagi semengerikan yang orang-orang dulu bayangkan. Banyak di antara mereka yang kini menjadi sahabat manusia.

Contohnya bisa dilihat dari banyaknya sirkus-sirkus yang menampilkan berbagai atraksi dari orca dan manusia.

Orca Termasuk Keluarga Lumba-Lumba

Banyak orang yang mungkin masih tidak tahu kalau sebenarnya orca adalah jenis lumba-lumba. Wajar memang, karena selama ini kita mengenalnya dengan nama “paus orca atau orca whale“.

Tapi tak masalah apapun sebutan yang diberikan kepada mereka, namun yang pasti anda harus tahu kalau kenyataannya hewan laut ini masih tergolong ke dalam keluarga lumba-lumba. Inilah yang membuat orca menjadi sangat populer. Tentu saja ada alasan mengapa orca sampai dimasukkan ke dalam keluarga Delphinidae.

Bisa jadi karena bentuk mereka yang memang lebih mirip seperi lumba-lumba dibanding paus, atau mungkin karena ukuran mereka yang terlalu kecil untuk disebut sebagai paus. Atau bisa juga karena mereka mudah dilatih seperti lumba-lumba.

Apakah anda punya pendapat lain terkait hal ini? Setujukah anda dengan pernyatan di atas? Untuk lebih mendukung fakta di atas dan persepsi yang ada di kepala anda saat ini, kami memiliki beberapa informasi yang mungkin bisa membantu anda untuk membuat perbandingan apakah orca lebih pantas disebut sebagai paus atau lumba-lumba.

Karakteristik Paus Pembunuh Bernama Orca

Orca adalah jenis mamalia laut yang sangat menarik untuk dibahas, dikaji dan diamati. Bukan hanya karena jenis paus ini sering tampil di sejumlah film atau di tempat-tempat sirkus, ataupun juga karena bentuknya yang cantik, melainkan karena memang hewan ini punya kebiasaan atau banyak hal-hal yang unik.

Mulai dari ukuran, jenis makanan, habitat bahkan kebiasaan yang dimilikinya, semua memiliki daya tarik tersendiri untuk masyarakat. Bagi para penyuka hewan laut, pembahasan mengenai hewan laut orca ini merupakan hal yang tak boleh dilewatkan sama sekali.

Daripada buang-buang waktu lagi, berikut ini akan kami beritahukan apa-apa saja hal menarik seputar karakteristik paus orca yang wajib anda ketahui.

  • Ukuran Paus Orca

Orca adalah hewan yang dikenal dengan sirip punggung panjangnya yang berwarna hitam-putih. Tepat di belakang sirip punggungnya ada sebidang daerah berwarna abu-abu yang disebut “saddle atau pelana”, karena terlihat seperti pelana berkuda.

Untuk bentuk, tubuh orca berbentuk silindris dan meruncing pada kedua ujungnya agar menjadi aerodinamis.

Menurut National Geographic, orcas dianggap sebagai spesies terbesar dari keluarga lumba-lumba. Beratnya bisa mencapai 6 ton (5.443 kilogram) dan mereka dapat tumbuh dengan panjang kira-kira 23 sampai 32 kaki (7 sampai 9,7 meter).

Kalau diibaratkan, ukuran tersebut hampir sama dengan panjang bus sekolah. Menurut Sea World, orca terbesar yang pernah ada dan tercatat memiliki ukuran sepanjang 32 kaki (9,8 m).

Umumya orca jantan memiliki ukuran yang lebih besar daripada yang betina, baik itu dari segi ukuran sirip dada, sirip punggung ataupun ekor

Bukan saja masalah ukuran, menariknya lagi tempat dimana paus orca tinggal biasanya juga akan mempengaruhi kepribadian hewan ini. Beda tempat, maka beda pula sifatnya. Perbedaan tersebut mencakup beberapa hal seperti perilaku, cara berkomunikasi dan juga jenis makanan yang mereka makan.

  • Habitat atau Tempat Tinggal

Paus pembunuh atau orca adalah mamalia yang keberadaannya tersebar luas di semua samudera yang ada di dunia. Mereka beradaptasi dengan baik terhadap iklim apapun. Misalnya, mereka bisa tinggal di perairan hangat dekat khatulistiwa ataupun di perairan es, di wilayah Kutub Utara dan Selatan.

Akan tetapi, berdasarkan data yang ada, paus orca lebih cenderung ditemukan di garis lintang yang lebih tinggi, yaitu area air dingin, termasuk di sepanjang pantai utara Norwegia, Atlantik dan di dekat pantai ataupun dataran dangkal pesisir, karena di tempat inilah mereka umumnya mencari makan dalam jangka waktu yang lama.

Untuk daerah perairan hangat, orca umumnya ditemukan di beberapa tempat seperti Florida, Hawaii, Australia, Kepulauan Galapagos, Bahama dan Teluk Meksiko, serta Selandia Baru dan Afrika Selatan.

Paus pembunuh ini jarang terlihat di sungai air tawar. Kemunculan mereka di daerah ini terjadi hanya sesekali saja, seperti di Sungai Rhine, Sungai Thames dan Elbe.

Satu hal yang perlu anda ketahui mengenai habitat hewan laut yang bernama orca ini, yaitu bahwasannya hewan tersebut tidak tinggal di satu daerah saja (tidak menetap) dan bahkan diketahui sering menempuh jarak jauh (bepergian jauh dari tempat asalnya).

Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan sekelompok orca yang bepergian jauh dari perairan Alaska ke daerah dekat California tengah. Data ini diungkapkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Kalau dihitung, jarak yang ditempuh mereka adalah lebih dari 2.000 kilometer (lebih dari 1.200 mil).

  • Kebiasaan Yang Dilakukan Paus Orca

Sebagian besar paus orca yang berada di alam liar hanya terlihat saat berada di permukaan, sehingga secara inheren hal ini sangat menantang sebagian orang untuk mendokumentasikan dan mempelajari perilaku mereka.

Menurut National Geographic, Orca dikenal sebagai hewan laut yang berjiwa sosial tinggi dan biasa hidup berkelompok, yang biasanya terdiri dari 40 anggota kelompok.

Kelompok orca biasanya terbagi menjadi 2 jenis yang berbeda, dimana kelompok yang satu terdiri dari orca-orca yang kurang agresif dan cenderung memilih memakan ikan.

Sedangkan kelompok yang satunya lagi memiliki sifat yang bertolak belakang, yaitu lebih agresif, bahkan bisa lebih agresif dari serigala. Mereka suka berburu dan memakan mamalia laut lain dengan bekerja sama.

  • Jenis Makanan Yang Digemari

Orca adalah predator yang terletak di puncak rantai makanan. Tidak ada hewan lain (kecuali manusia) yang berburu orca. Paus pembunuh ini biasanya suka memangsa burung laut, cumi, gurita, kura-kura laut, hiu dan ikan. Mereka juga memakan mamalia laut, seperti anjing laut dan dugong (ikan duyung).

Satu-satunya pengecualian adalah lumba-lumba sungai dan manate. Mengejutkannya lagi, menurut Sea World, jenis paus ini juga pernah dilaporkan memangsa dan memakan rusa.

Orcas menggunakan berbagai teknik untuk menangkap mangsa. Terkadang mereka melompat keluar dari dalam air untuk menangkap anjing laut yang sedang berjemur di darat. Orca juga akan bekerja sama untuk menangkap mangsa yang lebih besar.

Orca Punya Cara Unik Untuk Tidur

Pada dasarnya semua makhluk hidup membutuhkan waktu untuk tidur, termasuk paus orca. Namun cara orca tidur sangat berbeda dengan manusia. Dimanakah letak perbedaannya? Manusia umumnya memiliki refleks pernapasan, sehingga saat kita tidur sekalipun kita akan terus bernafas secara otomatis.

Berbeda dengan orca yang harus tetap sadar, bahkan saat mereka sedang tidur. Hal ini disebabkan karena pernapasan paus ini tidak otomatis manusia. Kalau sampai orcas tidur nyenyak layaknya manusia, maka mereka akan berhenti bernapas dan mati lemas atau tenggelam.

Untuk menyiasati hal ini, orca hanya membiarkan separuh otak mereka tertidur pada waktu tertentu dan separuhnya lagi tetap dalam keadaan sadar, sehingga memungkinkan mereka terus bernapas sambil melihat bahaya yang ada di sekeliling mereka.

Uniknya saat mereka tidur, mereka hanya menutup satu mata saja. Mata kiri akan tertutup saat otak bagian kanan tidur dan begitu pula sebaliknya. Jenis tidur ini dikenal sebagai tidur unihemispheric, karena hanya ada satu belahan otak yang tertidur.

Orcas secara berkala akan mengganti sisi mana yang harus tidur dan yang harus tetap terjaga, sehingga mereka tidak kehilangan kesadaran secara penuh. Saat tidur, orcas berenang sangat pelan mendekati permukaan.

Layaknya Manusia, Orca Juga Bisa Berkomunikasi

Di dalam setiap kelompok orca, biasanya anggota yang lebih tua akan mengajarkan atau menurunkan beberapa pengetahuan kepada anggota yang lebih muda, seperti memberi tahu mereka apa yang harus dimakan, bagaimana cara menangkap makanan, siapa yang harus dihindari.

Proses pengajaran tersebut tentu saja dilakukan melalui komunikasi. Saat berkomunikasi, paus orca akan menggunakan vokalisasi dengan cara yang unik dan umumnya aksen atau vokalisasi yang digunakan oleh setiap kelompok berbeda satu sama lain.

Untuk hal berkomunikasi tampaknya kita memiliki kesamaan dengan paus orca. Bisakah anda menyebutkan kesamaannya? Persamaan keduanya adalah terletak pada keberagaman bahasa dan aksen.

Seperti yang kita ketahui bersama, manusia di bumi ini terdiri dari banyak suku, bangsa dan ras, yang memiliki bahasa tersendiri untuk melakukan komunikasi di dalam kelompok kita masing-masing, meskipun memang kita memiliki bahasa pemersatu, yaitu bahasa Inggris.

Oh ya, berbicara tentang berbahasa inggris, ingatkah anda dengan paus orca bernama wikie? Yap, Wikie adalah nama seekor paus betina di Spanyol Perancis yang bisa berbahasa inggris dan mengucapkan kata “hallo” dan “Good Bye”. Hebat bukan? Ini merupakan salah satu bukti bahwa orca adalah hewan yang cerdas.

Jumlah Orca Semakin Hari Semakin Berkurang

Untuk saat ini, keberadaan orca di seluruh dunia mulai terancam. Banyak diantara mereka yang terjebak di dalam jaring ikan secara tidak sengaja, terkena paparan limbah beracun dan polusi di laut. Selain itu, kenaikan jumlah lalu lintas kapal terkadang juga bisa mengakibatkan tabrakan dengan orca dan peningkatan polusi suara bawah laut.

Di beberapa daerah, seperti Greenland, Jepang, Indonesia dan beberapa kepulauan Karibia, hewan ini menjadi korban upaya penangkapan ikan paus. Secara historis, populasi di Pasifik Barat Laut dan Atlantik Utara adalah yang paling ditargetkan untuk ditangkap dan dijual ke oceanarium seperti SeaWorld.

Hal yang sama juga terjadi di perairan Pasifik Rusia. Banyak diantara mereka yang ditangkap dan dijual ke penangkaran, termasuk empat ekor yang diambil pada tahun 2014 lalu.

Kesimpulan

Tak disangka, selama ini paus orca ternyata termasuk ke dalam keluarga lumba-lumba dan bukan paus. Banyak orang terkecoh dengan nama panggilannya sehingga mengira orca benar-benar salah satu jenis paus.

Tak hanya lucu dan cantik, Paus Orca merupakan satu dari banyaknya jenis hewan laut yang memiliki otak yang sangat cerdas. Kecerdasannya bisa terlihat dari cara beradaptasi mereka yang mudah, mampu berkomunikasi dan mengkoordinasikan taktik berburu.

Tak hanya berkomunikasi dengan aksen mereka, Orca juga mudah mempelajari bahasa lain, termasuk meniru bahasa atau perkataan manusia. Selain itu, mereka juga perenang yang sangat cepat dan handal.

Sanking handalnya, mereka bisa berenang dengan kecepatan hingga 54kph. Bahkan sekelompok orca liar mampu mencapai jarak lebih dari 160 kilometer dalam sehari untuk mencari makan dan bersosialisasi.

Namun tampaknya jumlah mamalia laut ini terus mengalami penurunan, yang disebabkan oleh beberapa faktor, yang salah satunya adalah faktor penangkapan liar oleh pihak-pihak tertentu. Kalau dibiarkan berlanjut, kelak hewan pintar ini akan segera punah.

Dan untuk mencegah hal tersebut terjadi, tak hanya kesadaran dari masyarakat, kebijakan pemerintah setempat juga sangat dibutuhkan. Terutama untuk memberikan sanksi pada para pemburu orca. Ya, semoga saja dikedepannya tak ada lagi yang melakukan tindakan tak terpuji seperti itu.

Selesai sudah penjelasan kami mengenai paus orca nan lucu ini, semoga saja informasi kami ini bisa semakin menambah wawasan anda dan menimbulkan kepedulian kita semua terhadap keberadaan hewan laut malang yang hampir punah ini.

Jika anda secara tak sengaja bertemu dengan pelaku tindakan tersebut, coba tegur mereka dengan cara yang halus. Tapi jika tidak mempan, anda bisa menghubungi pihak konservasi tempat tersebut atau pihak yang berwenang. Syukur-syukur dengan begitu mereka jera melakukannya lagi.