Bumi Berputar Dengan Sangat Cepat, Tapi Kenapa Kita Tidak Bisa Merasakannya?

Beberapa waktu yang lalu bahkan hingga saat ini perdebatan mengenai bentuk bumi masih saja terus terjadi. Ada yang setuju bahwa sebenarnya bumi tidak bulat melainkan datar. Sedangkan yang sebagiannya lagi percaya bahwa bentuk bumi memang bulat dan bukan datar. Ya, whatever lah.

Seberapa keras pun mereka memperdebatkannya, yang pasti untuk saat ini bentuk bumi yang masih diakui adalah bulat. Paling tidak, begitulah pengetahuan umum yang diketahui sampai saat ini. Sejauh ini belum ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan kalau bumi itu datar.

Selain fakta bahwa bumi bulat, ada satu lagi fakta menarik tentang bumi yang pastinya kita semua sudah tahu. Fakta apakah itu? Fakta yang dimaksud adalah bahwa planet Bumi yang selama ini kita tinggali terus berputar selama 24 jam tanpa henti.

Perputaran yang dilakukan oleh bumi terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Berputar pada porosnya (Rotasi Bumi), dimana bumi bergerak (melakukan gerakan berputar) pada porosnya, yang jika dilihat dari utara akan bergerak melawan arah jarum jam. Proses putaran inilah yang menyebabkan adanya perbedaan antara siang dan malam, perbedaan waktu, gerak semu harian matahari, perbedaan percepatan gravitasi bumi dan pembelokan arah arus laut.
  • Berputar mengelilingi matahari (Revolusi Bumi), yaitu dimana bumi terus bergerak berputar mengelilingi matahari. Sebagai akibat dari perputaran ini, maka terjadilah perubahan musim, perubahan rasi bintang, gerakan semu tahunan matahari, penetapan kalender masehi dan perbedaan lamanya siang dan malam.

Nah, yang menjadi pertanyaan pentingnya di sini adalah, kenapa saat bumi berputar, kita tidak bisa merasakannya? Pertanyaan ini juga yang ada di dalam benak dan pikiran anda, bukan? Untuk alasan itulah kami membuat artikel ini, yang tidak lain adalah untuk menjawab rasa penasaran anda tersebut.

Mengapa Kita Tidak Bisa Merasakan Bumi Berputar?

Seharusnya tidak mengherankan lagi bagi anda mengetahui bahwa planet yang kita cintai ini, dengan atmosfer dan segala isinya, terus berputar tanpa henti. Di ekuator Bumi, kecepatan putaran planet kita adalah sekitar 1.000 mil per jam (1.600 kph).

Ada juga yang mengatakan kalau pada garis khatulistiwa, kecepatan rotasi bumi adalah sekitar 1.675 kilometer per jam (1.040 mph), yang berarti saat ini juga, anda bepergian dengan kecepatan sekitar 5, 5 meter per detik, atau sedikit lebih kurang jika anda berada lebih dekat dengan satu dari 2 kutub yang ada.

Fakta bahwa bumi berputar ini bisa dicontohkan seperti pada saat anda sedang berada di dalam sebuah gerbong kereta api yang sedang melaju dengan kencang.

Ketika anda melihat keluar gerbong atau menatap perjalanan anda dari jendela, anda pasti melihat atau merasakan seakan-akan benda-benda yang berada di luar sanalah yang bergerak, padahal tidak. Gerbong yang kita tumpangi itulah yang sebenarnya sedang melaju.

Hal yang sama juga berlaku saat anda sedang menginjak tanah di daratan. Hanya saja kecepatan rotasi bumi jauh lebih tinggi dari kecepatan kereta api yang biasa anda naiki. Jadi, kenapa kita tidak bisa merasakannya, ya? Kok aneh sekali?Jawabannya ternyata terletak pada sifat gerakan Bumi itu sendiri.

Supaya anda bisa mengerti maksud dari sifat gerakan Bumi yang disebutkan di atas tadi, kami akan mencontohkannya dalam sebuah pemisalan yang juga sederhana.

Apakah anda pernah naik pesawat? Coba saat ini anda bayangkan kalau anda sedang berada di dalam sebuah pesawat dan ingin bepergian ke suatu tempat.

Saat sudah berada di atas, biasanya pesawat akan berada pada kecepatan dan ketinggian yang konstan atau tetap (tidak berubah). Selanjutnya, bayangkan kalau anda sedang membuka sabuk pengaman dan mulai berjalan-jalan menyusuri lorong pesawat. Saat melakukannya, anda tidak begitu merasakan gerakan atau laju pesawat tersebut, bukan? 

Alasan mengapa anda tidak bisa merasakan gerakan pesawat adalah karena anda, pesawat dan segala sesuatu yang berada di dalamnya pada dasarnya bergerak pada kecepatan yang sama. Untuk melihat pergerakan pesawat, maka anda harus melirik awan yang ada di luar.

Bisakah anda bayangkan jika pesawat yang anda naiki tersebut bergerak dengan kecepatan yang asal-asalan, berubah dan tidak konstan? Anda akan langsung terlempar ke depan atau ke belakang saat meninggalkan tempat duduk dan melepas sabuk pengaman di tempat duduk anda.

Apa yang anda rasakan ketika berada di pesawat  sama saja dengan rotasi Bumi. Planet bumi melengkapi putaran penuh di sekitar porosnya setiap 23 jam dan 56 menit, berputar terus-menerus pada tingkat yang hampir sama atau konstan.

Salah satu cara untuk merasakan gerakan tersebut adalah dengan merasakan angin yang lewat di wajah anda. Semua yang ada di dalam atmosfer, mulai dari angin, awan dan sebagainya, semua ikut bergerak mengikuti arah rotasi bumi. Namun tetap ingatlah bahwa atmosfer bumi berjalan bersama kita dengan kecepatan yang sama.

Jika masih belum percaya juga kalau bumi benar-benar berputar, maka anda bisa memasang kamera video dan mengarahkan lensanya ke langit, untuk melihat kemunculan dan hilangnya matahari dan bulan di langit. Pertukaran antara matahari (siang) dan bulan (malam) merupakan efek dari perputaran Bumi.

Apa Yang Terjadi Jika Kecepatan Bumi Tidak Konstan?

Jika Bumi mengubah percepatannya, maka kita tentu akan merasakannya dan hal itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan dan pastinya tidak akan membuat anda tenang, bahkan bisa dikatakan cukup berbahaya jika sampai terjadi.

Seperti yang telah dijelaskan pada perumpamaan di dalam pesawat yang telah disampaikan di atas tadi, anda pun akan merasakan hal yang sama saat kecepatan rotasi bumi tidak konstan. Anda akan seperti mendapatkan pukulan mendadak seperti saat anda berada di dalam mobil yang melaju dan tiba-tiba di rem.

Jadi dengan begitu bisa disimpulkan bahwa, jika kecepatan berputar bumi tidak konstan, maka resiko kecil yang mungkin akan kita dapatkan adalah kita tidak akan bisa beraktivitas dengan baik seperti biasanya. Untuk resiko besarnya, kemungkinan bumi akan hancur seketika karena disebabkan oleh tubrukan-tubrukan atau pukulan mendadak yang terjadi.

Alasan Bumi Berputar Terus-Menerus Secara Konstan

arena tidak ada yang menghentikannya. Sejak Tata Surya kita terbentuk dari awan debu yang hancur dan berputar ke akrilik disk yang rata dengan tonjolan di tengah, semua planet secara otomatis akan mewarisi rotasi itu, termasuk Bumi.

Semua planet tetangga kita, bulan, satelit dan segala sesuatu yang berserakan di sistem tata surya masih terus berputar setelah miliaran tahun lamanya sejak mereka tercipta karena inersia yang mereka miliki, yaitu kecenderungan semua benda fisik untuk menolak perubahan terhadap keadaan geraknya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, putaran planet kita terjadi pada tingkat yang hampir selalu konstan. Jadi jika Bumi melambat sedikit, hal tersebut disebabkan oleh Bulan yang sedikit menyeret gravitasi. Peristiwa ini akan menarik tonjolan pasang surut planet Bumi, yang akhirnya menyebabkan gesekan pasang surut dan menempatkan energi ke orbit Bulan.

Akibat yang bisa ditimbulkannya adalah, keterlambatan waktu karena rotasi bumi melambat dua per seribu detik setiap hari. Namun, karena perubahan kecepatan ini terbilang sangat kecil, maka tetap saja Bumi akan terasa berputar dengan kecepatan yang konstan atau dengan kata lain, tidak akan menimbulkan perasaan apa-apa.

Selain ketiga pertanyaan di atas, ada juga beberapa orang yang mempertanyakan alasan mengapa kita tidak terlempar keluar jika bumi memang berputar dengan sangat kencang dan mungkin saja anda termasuk salah satu yang mempertanyakan hal tersebut.

Jawaban untuk pertanyaan ini cukup simple, Bumi kita pada dasarnya terdiri dari beberapa lapisan yang berfungsi sebagai pelindung bumi dan segala sesuatu yang berada di dalamnya. Lapisan yang dimaksud adalah lapisan atmosfer. Atmosfer ini juga ikut berputar bersama dengan Bumi dan melindungi kita dari benda-benda langit lain yang berada di luar angkasa.

Sama seperti saat anda berada di dalam kereta api yang melaju dengan cepat, toh anda juga tidak terlempar atau terpental ke luar, kan? Hal ini bisa terjadi karena anda berada di dalamnya.

Udara yang ada di dalam kereta juga ikut bergerak bersama kereta dengan kecepatan yang sama. Lain halnya kalau anda berada di atap kereta api tersebut, dimana udara yang berada di atas tidak ikut bergerak, sehingga akan menimbulkan gaya gesek yang bisa menyebabkan anda terjatuh.

Nah, sekarang anda sudah mendapatkan jawaban yang anda inginkan, bukan? Lantas, apa kesimpulan yang bisa anda ambil setelah membaca penjelasan tadi? 

Secara singkat, ada beberapa informasi penting yang dapat anda rangkum, diantaranya adalah:

  • Faktanya Bumi memang berputar. Kecepatan perputarannya sangat tinggi dan konstan.
  • Kecepatan tinggi yang konstan inilah yang membuat kita yang tinggal di dalamnya tidak bisa merasakan kalau planet Bumi sedang berputar.
  • Meski hampir selalu berputar secara konstan, ada kalanya perputaran bumi menjadi lebih lambat dari biasanya. Namun, karena perlambatannya sangat kecil, kita pun tak bisa merasakannya.

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan, semoga anda bisa memahaminya dengan baik. Jika anda masih penasaran dengan kebenarannya, anda bisa mencari beberapa sumber lainnya dan kemudian membandingkan informasi dari berbagai sumber tersebut ataupun melakukan cara yang tadi sudah kami sebutkan di atas.