Punya Arti Yang Unik, Berikut Fakta Menarik Tentang Planet Kerdil “Makemake”

Tahukah anda ada berapa jumlah planet yang ada di tata surya kita saat ini? Benar, jawabannya adalah 8 buah planet.  Setidaknya untuk sekarang, itu adalah jumlah yang sudah dipatenkan, sejak dikeluarkannya pluto dari daftar planet yang ke-9. Adapun kedelapan planet tersebut antara lain : Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus dan Uranus.

Mengapa pluto dikeluarkan dari daftar planet? Jawabannya adalah karena pluto tidak memenuhi persyaratan secara keseluruhan untuk bisa dikatakan sebagai planet. Sementara kedelapan yang lainnya berhasil memenuhi semua persyaratannya.

Ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar benda langit bisa disebut sebagai planet adalah sebagai berikut :

  • Objek harus mengorbit matahari.
  • Objek harus mempunyai massa yang cukup untuk bergravitasi sendiri dan memiliki bentuk yang relatif bulat.
  • Tidak ada benda langit lain di sekitar orbit dari objek yang dimaksud.

Karena ukuran pluto dianggap terlalu kecil dari ukuran yang seharusnya, maka pluto pun dikeluarkan dari tata surya. Selain itu, orbit yang dimiliki oleh pluto juga tidak sesuai dan dianggap berbahaya untuk planet lain, karena besar kemungkinan dapat bertabrakan dengan planet yang lainnya.

Namun meskipun sudah tak dianggap sebagai salah satu planet di susunan tata surya, pluto saat ini diberi predikat atau status sebagai planet kerdil. Nah, planet kerdil inilah yang akan menjadi topik kita pada artikel kali ini. Akan tetapi planet mungil yang akan kita bahas bukanlah pluto, melainkan sebuah planet kerdil terbaru yang tak lama ini berhasil ditemukan.

Hayooo, mulai penasarankan? Planet berukuran kecil yang dimaksud adalah bernama planet makemake. Untuk lebih mengenal lebih jauh seperti apa planet ini, yuk langsung saja baca penjelasannya di bawah ini.

Penemuan Planet Kerdil Bernama Makemake

Beberapa waktu yang lalu, sekelompok astronom telah berhasil menemukan sebuah planet berukuran kecil yang diberi nama makemake. Makemake ini merupakan planet kerdil yang letaknya berada di tata surya bagian luar. Ini adalah planet keempat yang diidentifikasi sebagai planet kerdil.

Makemake ditemukan pada bulan Maret 2005 lalu oleh tim astronom yang dipimpin oleh Mike Brown. Makemake secara resmi menjadi planet kerdil pada bulan Juli 2008. Jadi butuh waktu 3 tahun lamanya untuk bisa memberikan status tersebut kepada benda langit baru ini.

Mengapa harus menunggu sampai selama itu? Memangnya apa-apa saja persyaratan yang harus dipenuhi agar Makemake mendapatkan sebutan planet kurcaci?

Syarat Untuk Menjadi Planet Kerdil

Planet kurcaci atau kerdil umumnya memiliki banyak karakteristik yang sama dengan planet ‘tulen’ pada umumnya, meskipun memang ada satu perbedaan signifikan diantara keduanya.

Menurut Internasional Astronomical Union’s, definisi planet kurcaci adalah :

  • Benda langit yang berada di orbit yang mengelilingi matahari.
  • Memiliki massa yang cukup untuk memiliki gravitasi sendiri, supaya bisa mengatasi tekanan atau kekuatan untuk menahan tubuh yang kaku sehingga memiliki bentuk ekuilibrium hidrostatik (hampir bulat.
  • Belum “membersihkan lingkungan” di daerah sekitarnya atau yang juga sering disebut sebagai clearing the neighborhood, yaitu mengosongkan orbit agar tidak ditempati oleh benda-benda angksa berukuran cukup besar lainnya, selain satelitnya sendiri.
  • Bukan merupakan satelit dari sebuah planet ataupun benda angkasa non-bintang lainnya.

Setelah para astronom mendapatkan kepastian (kalau planet tersebut memenuhi persyaratan yang diminta) melalui penelitian yang mereka lakukan selama kurang lebih 3 tahun terhadap planet yang bernama makemake ini dan setelah mereka benar-benar yakin, barulah mereka memutuskan pantas tidaknya status tersebut diberikan.

Awalnya para astronom ini tidak mau terlalu cepat atau terburu-buru untuk mengumumkan penemuan mereka tersebut. Tapi karena saat itu terjadi kontroversi tentang siapa penemu Eris, mereka akhirnya memutuskan untuk mengumumkannya tepat di tanggal 29 Juli 2008 lalu.

Hal ini mereka lakukan untuk menghindari terjadinya kontroversi dikedepannya, seperti kasus yang terjadi sebelum-sebelumnya. Kalau tidak dilakukan demikian, bisa-bisa penemuan mereka diklaim oleh orang lain.

Sebelum Makemake, sudah ada 3 buah benda langit lainnya yang juga dinobatkan sebagai planet berukuran kecil, seperti Pluto, Ceres, dan Eris. Makemake sendiri merupakan Objek Sabuk Kuiper (KBO) yang besar.

Sabuk Kuiper ini adalah sebuah wilayah di Tata Surya yang berada di sekitar orbit Neptunus (sekitar 30 SA) sampai jarak 50 SA dari Matahari. Objek-objek di dalam sabuk Kuiper ini disebut sebagai objek trans-Neptunus. Makemake bisa dibilang sebagai planet es yang mengorbit jauh dari Matahari di pinggiran beku Tata Surya kita.

Tak hanya Makemake, Pluto dan Eris juga termasuk ke dalam KBO. Karena begitu jauh, Makemake membutuhkan waktu hampir 310 tahun untuk sekali mengorbit Matahari. Planet kerdil baru ini berada sedikit lebih jauh dari Matahari daripada Pluto.

Jika dilihat dari gambaran susunan tata surya, maka letak planet kerdil Makemake bisa anda lihat pada gambar berikut:

Setelah melihat gambar di atas, apa yang bisa anda simpulkan?

Sangat jelas terlihat kalau planet ini letaknya sangat jauh dari matahari. Berarti benarlah apa yang telah disebutkan di atas tadi, bahwasannya jarak antara makemake dengan matahari lebih jauh dibandingkan dengan jarak pluto ke matahari, meskipun keduanya sama-sama berada di daerah Sabuk Kuiper.

Makemake Dianggap Sebagai Dewa Kesuburan

Makemake (diucapkan mah-kee-mah-kee) pertama kali diamati oleh sebuah tim astronom di Observatorium Palomar. Secara resmi planet ini dikenal sebagai 2005 FY9, yaitu planetoid mungil yang dijuluki sebagai Easterbunny oleh kelompok tersebut. Tim ini pula lah yang bertanggung jawab atas penemuan planet kerdil lainnya, seperti Eris dan Haumea.

Makemake diberi nama untuk dewa kesuburan dalam mitologi Rapa Nui. Rapa Nui tinggal di Pulau Paskah di Samudera Pasifik tenggara. Makemake adalah dewa utama, pencipta kemanusiaan, dan dewa kesuburan.

Makemake dinamai sebagai dewa, tepatnya dewa kesuburan dan pencipta manusia dalam mitologi orang Rapa Nui yang tinggal di Pulau Paskah di Samudera Pasifik Tenggara (tempat dengan patung-patung yang keren).

Planet kurcaci ini ditemukan segera setelah Paskah pada tahun 2005. Oleh karena itu, para astronom akhirnya menyebutnya sebagai “Easterbunny”. Ketika mereka memilih nama resmi, mereka memutuskan bahwa mereka harus menggunakan karakter dari mitologi Pulau Paskah.

Ciri-Ciri Planet Kerdil Makemake

Makemake memiliki ukuran yang lebih kecil dari planet kerdil yang lainnya, yaitu Pluto dan Eris. Diameternya antara sekitar 1.300 dan 1.900 km (808 sampai 1.181 mil). Ukuran tersebut sekitar tiga per empat ukuran Pluto. Untuk diameter equatorialnya adalah 1.434 km, sedangkan untuk diameter polarnya adalah 1.422 km.

Jika dibandingkan dengan ketiga planet kurcaci lainnya, maka perbandingan atau urutan diameter terbesar adalah sebagai berikut:

  1. Pluto : 2,372 km : 5,874,000,000 km (39.26 AU) : 248.0 years
  2. Haumea : 1,960 km – 1,518 km × 996 km : 6,452,000,000 km (43.13 AU) : 283.3 years
  3. Makemake : 1,434 km × 1,422 km : 6,850,000,000 km (45.79 AU) : 309.9 years
  4. Eris : 2,326 km : 10,120,000,000 km (68.01 AU) : 560.9 years

Untuk saat ini, para astronom belum menemukan adanya bulan (satelit) yang mengelilingi Makemake (tidak memiliki satelit) setidaknya sampai pengamatan yang dilakukan pada tahun 2015. Memang hal ini terlihat agak aneh, mengingat planet KBO besar lainnya (termasuk Pluto dan Eris) diketahui memiliki satu atau lebih bulan.

Karena jaraknya terbilang sangat jauh dari matahari, suhu di planet Makemake sangat dingin. Tak tanggung-tanggung, suhu di sana adalah sekitar minus 240 ° C (-406 ° F). Permukaan planet kerdil yang satu ini ditutupi dengan es. Es yang menyelubungi permukaannya kemungkinan terdiri dari metana atau etana.

Permukaan Makemake sangat terang, sekalipun tertutup oleh es. Planet kurcaci ini juga berwarna sedikit kemerah-merahan. Ciri-ciri lainnya adalah memiliki atmosfer (mungkin). Setidaknya untuk beberapa waktu, atau tepatnya ketika planet kerdil tersebut berada lebih dekat ke orbit matahari.

Saat itu terjadi, suhu di sana juga akan menjadi lebih hangat dari yang biasanya. Dan hal yang sebaliknya akan terjadi ketikan Makemake berada pada jarak yang jauh dari matahari. Beberapa orang juga percaya bahwa gas metana dan etana yang menyelubungi planet inilah yang membentuk atmosfer di planet tersebut.

Untuk struktur internalnya, sampai sekarang masih belum ada informasi mengenai hal tersebut. Selain karena masih baru, jarak ekstrem planet ini membuat proses penganalisisannya berjalan dengan tidak mudah.

Sebagian besar informasi yang didapat dan diketahui hanyalah didasarkan pada gambar dan spekulasi spektrum. Massanya diperkirakan sekitar 0,00067 massa Bumi yang hanya sedikit berbeda dari Haumea yang berada di 0.00070.

Ini menunjukkan bahwa Makemake memiliki struktur internal yang mungkin serupa dengan Haumea yang memiliki interior batu silikat dengan lapisan tipis es metana. Tapi hal ini belum tentu benar, karena masih dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut lagi untuk menguji persepsi tersebut.

Fakta Tentang Planet Kurcaci Terbaru

Ada beberapa fakta penting yang juga perlu anda ketahui terkait dengan planet mungil yang baru ditemukan beberapa tahun lalu yang bernama Makemake ini.

Kenapa anda harus mengetahuinya? Karena informasi ini akan menambah wawasan anda dan memberikan pemikiran terbuka akan benda-benda langit yang berada di sekitar tata surya kita ini. Bukankah menarik untuk mengetahui hal ini? 

Daripada menunggu lama, berikut ini akan kami sebutkan beberapa fakta yang erat kaitannya dengan Makemake, planet kerdil keempat yang ada di alam semesta ini.

  • Makemake bisa saja ditemukan lebih awal

Makemake adalah objek Kuiper Belt yang paling terang setelah Pluto. Secara teoritis, Clyde Tombaugh (penemuan Pluto) sebenarnya dapat mendeteksi keberadaannya selama pencarian terhadap planet trans-Neptunian di sekitar tahun 1930. Namun Makemake hampir tidak mungkin ditemukan pada saat itu.

  • Makemake memiliki satu bulan

Satelit atau bulan planet makemake ditemukan pada bulan April 2016 dan dijuluki sebagai MK 2 (sebutan S / 2015 (136472) 1). Bulan ini diperkirakan berdiameter 160 km. Bulan terlihat sekitar 20.000 km dari Makemake dalam pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Satelit menawarkan metode yang mudah untuk mengukur massa benda, jadi sebelum penemuan bulan, massa Makemake hanya bisa diperkirakan.

  • Makemake tidak memiliki atmosfer seperti yang diharapkan sebelumnya

Para astronom awalnya mengira kalau Makemake akan memiliki atmosfer yang mirip dengan Pluto. Kesempatannya melintas di depan sebuah bintang yang terang di tahun 2011 mengungkapkan bahwa planet kecil ini ternyata tidak memiliki sebuah selubung gas.

Jika kelak memang ditemukan adanya atmosfer di planet ini, kemungkinannya adalah atmosfer tersebut terbentuk dari gas metana.

  • Makemake adalah objek sabuk Kuiper klasik

Sebagai objek sabuk Kuiper klasik, berarti orbit planet ini terletak cukup jauh dari Neptunus agar tidak terpengaruh secara signifikan oleh gravitasi Neptunus (tidak seperti Pluto) dan akan tetap stabil sepanjang umur Tata Surya.

  • Makemake diberi nama tiga tahun setelah penemuannya 

Seperti yang telah disebutkan di atas sebelumnya, bahwa penamaan planet make-make memerlukan waktu sekitar 3 tahun setelah planet tersebut ditemukan oleh sekelompok astronom.

Nama yang diberikan pun memiliki arti pencipta kemanusiaan dan dewa kesuburan di dalam mitos Rapa Nui (penduduk asli Pulau Paskah). Nama itu sebagian dipilih karena penemuan Makemake dekat dengan Paskah.

Itulah tadi beberapa fakta terkait dengan planet makemake. Kira-kira ada tidak ya misi masa depan yang akan dilakukan oleh astronom untuk menggali lebih banyak lagi informasi mengenai planet ini? Soalnya kan sejauh ini masih banyak informasi yang belum pasti atau masih diragukan kebenarannya mengenai planet makemake ini.

Bagaimana menurut anda? Apakah jarak yang jauh dari planet ini akan menjadi faktor penghambat dan kesulitan bagi para astronom dalam menggali informasi tersebut? Ya, mungkin saja begitu.

Tapi tetap saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, terutama saat ditemukannya teknologi canggih yang akan membuat segalanya menjadi mungkin. Iya nggak?

Next, apapun yang terjadi nantinya, itu persoalan lain. Yang pasti untuk saat ini, kita bisa berpatokan pada informasi yang sudah ada saja. So, sekarang anda sudah tahukan apa yang bisa anda simpulkan dari penjelasan kita kali ini? I