Tak Perlu Takut Mogok, Negara Ini Punya “Jalan Pintar” Yang Bisa Mengisi Daya Kendaraan

Semakin meningkatnya polusi udara di dunia, membuat banyak negara merasa semakin khawatir dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi atau setidaknya meminimalkannya. Salah satu negara yang begitu gencarnya melawan polusi udara tersebut adalah China.

Anda tahu sendiri kan, China merupakan negara yang memiliki masalah polusi yang sangat besar dan paling mengkhawatirkan di dunia. Jika dibiarkan begitu terus-menerus, polusi yang umumnya mengandung berbagai jenis racun ini secara perlahan akan menghabisi seluruh masyarakatnya.

Sadar betul akan bahaya dan akibat yang mungkin akan timbul dari masalah ini, China pun telah mencoba hampir seluruh cara yang bisa mereka upayakan. Dan usaha pencarian tersebut berhasil ditemukan. Mereka menemukan satu cara yang dinilai akan sangat efektif mengatasi masalah ini.

Cara yang mereka pilih adalah dengan menerapkan atau menempatkan ratusan ribu lebih banyak kendaraan listrik di jalan setiap tahunnya dan juga memberikan fokus baru untuk memastikan pengemudi tidak terlalu ribet atau kesulitan ketika menggunakan mobil mereka.

Tidak main-main, penjualan kendaraan listrik (EV), termasuk kendaraan dengan versi bahan bakar listrik yang sepenuhnya maupun kendaraan hibrida, diketahui telah mencapai setengah juta unit pada tahun 2016, dengan bantuan subsidi dari pemerintah.

Kalau dibanding-bandingkan, jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari tingkat pejualan di Eropa yang hanya sekitar 221.000 unit saja dan empat kali lipat dari penjualan di Amerika Serikat yang hanya sekitar 157.000 unit. China bahkan berencana untuk menjual lebih banyak lagi kendaraan listrik di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2020, mereka menargetkan penjualan kendaraan ini bisa mencapai 2 juta unit dan meningkatkannya lebih dari seperlimanya di tahun 2025. Menurut Administrasi Energi Nasional (NEA), dengan jumlah kendaraan listrik yang sebanyak ini, China harus memiliki setidaknya 5 juta tempat pengisian ulang energi.

Pada akhir tahun 2016, China telah memiliki lebih dari 1 juta EV dan sekitar 150.000 stasiun pengisian daya, atau sekitar tujuh kendaraan untuk setiap stasiun. Negara ini juga mengatakan ingin menambah 900.000 stasiun pengisian pada akhir tahun 2017.

Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat grafik perbandingan antara jumlah kendaraan listrik yang ada dengan jumlah stasiun pengisian energi di China mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2017.

Di Beijing, salah satu pasar EV terbesar di China, yaitu Xu Zhiqiang, para pengemudi taksi EV mengatakan kepada surat kabar milik negara, People’s Daily, bahwa ia merasa khawatir dan kesulitan saat mencari stasiun pengisian energi listrik yang nyaman.

“Saya membuat mobil saya terisi penuh dengan energi setiap hari sebelum meninggalkan rumah, tetapi saya selalu berpikir tentang mencari stasiun pengisian daya. Sebenarnya hanya membutuhkan setengah jam hingga 40 menit saja untuk mengisi daya mobil, tetapi rasanya sulit untuk menemukan satasiun terdekat. Selain itu, kendala lain yang ditemukan adalah kemungkinan untuk melakukan pengisian di stasiun akan menghabiskan waktu yang lama, karena ada dua atau tiga mobil yang akan berbaris biasanya”, kata Xu.

Setelah mengetahui kendala yang dialami oleh seorang warga tersebut, Departemen Sumber Ddaya Lahan Kota akhirnya mengusulkan pada bulan Desember lalu, bahwa Beijing harus memiliki satu stasiun pengisian setiap lima kilometer (tiga mil).

Apakah cara ini akan efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut? Bagaimana menurut anda? Adakah cara lain yang anda nilai jauh lebih baik dan efektif yang bisa mereka lakukan?

China Membangun Jalan Pengisi Daya Listrik

Kekhawatiran masyarakat China akan sulitnya melakukan pengisian daya untuk kendaraan listrik mereka mendorong beberapa pihak untuk menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu dengan membangun jalan yang bisa dipakai untuk melakukan pengisian daya.

Wow, ini adalah sebuah ide dan inovasi yang sangat bagus dan menarik sekali.

Tak hanya ide, mimpi tak berarti atau janji-janji seperti anggota dewan, hal ini memang benar-benat akan diterapkan di negara Ginseng tersebut. Jalan menuju masa depan otonom ini diaspal dengan menggunakan panel surya, sensor pemetaan dan pengisi baterai listrik.

Tampaknya negara China ini akan menjadi negara pertama yang akan menguji “jalan raya cerdas”, yang dapat mempercepat transformasi industri transportasi global. Teknologi ini akan tertanam di bawah beton transparan, yang digunakan untuk membangun jalan sepanjang 1.080 meter (3,540 kaki) di kota Jinan bagian timur.

Sekitar 45.000 barel kendaraan bisa melaju di atasnya setiap hari dan panel surya di dalam bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk lampu jalan raya dan 800 rumah, menurut pembangun Qilu Transportation Development Group Co.

Namun, Qilu Transportation ingin melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar memasok air ke jaringan, dimana ia bermaksud supaya nantinya jalan yang sedang dibangun tersebut bisa sepandai kendaraan masa depan.

Pemerintah mengatakan bahwa 10 persen dari semua mobil harus sepenuhnya mengemudi sendiri pada tahun 2030 dan Qilu menganggap bahwa peluang untuk memberikan pembaruan lalu lintas yang lebih baik, pemetaan yang lebih akurat dan on-the-go pengisian baterai kendaraan listrik harus dimulai dari sekarang.

“Jalan raya yang telah kita gunakan saat ini hanya berfungsi sebagai tempat mengangkut kendaraan yang lewat saja.  Mereka seperti produk generasi 1.0,” kata Zhou Yong, yang merupakan manajer umum perusahaan. “Sedangkan kami bekerja pada generasi 2.0 dan 3.0 dengan mentransplantasi otak dan sistem saraf”.

Pembangunan jalan pintar ini dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Xi Jinping yang sangat terfokus pada rencananya “Made in China 2025”, dengan tujuan membantu negara tersebut menjadi kekuatan manufaktur yang maju dan bukan hanya pemasok sepatu, pakaian dan mainan untuk diekspor.

Saat ini, terdapat 10 sektor yang paling disorot di China, yaitu termasuk kendaraan energi baru, teknologi informasi dan robotika. China juga memiliki rencana terpisah untuk mengembangkan industri kecerdasan buatannya, yang menyerukan agar bangsa ini menjadi pusat inovasi AI primer dunia pada tahun 2030.

Bagian dari upaya itu melibatkan pembangunan sistem transportasi cerdas yang tadi sudah kita singgung di atas sebelumnya. Koordinasi pengembangan mobil otonom dan sistem jalan cerdas adalah fokus mereka saat ini.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Yuan Peng, yang tidak lain adalah wakil kepala departemen ilmu pengetahuan dan teknologi departemen transportasi.

Langkah pertamanya adalah menerapkan trotoar pintar tersebut di jalan bebas hambatan yang mengelilingi Jinan, pusat industri lama, yang dihuni oleh sekitar 7 juta orang dan menjadi rumah bagi Grup Truk Heavy Duty Nasional China, yang juga dikenal sebagai Sinotruk dan termasuk MAN SE Volkswagen AG sebagai pemegang saham minoritas.

Zhejiang Geely Holding Group yang membuat mobil-mobil merek Geely juga diketahui memiliki pabrik di sana. Dengan kata lain, ada kemungkinan besar kalau akan ada banyak kendaraan yang melewati jalan ini.

Jalan ini memiliki tiga lapisan vertikal, dengan cangkang tembus pandang yang memungkinkan sinar matahari mencapai sel surya di bawahnya. Lapisan atas juga memiliki ruang dalam untuk mengisi ulang kabel dan sensor yang memonitor suhu, arus lalu lintas dan beban berat.

Panel surya tersebut terbagi menjadi dua jalur, yang tidak berbeda dengan jalan biasa dan lebih tipis dari koin 1-yuan yang berdiri di tepiannya. Menurut Zhoi, jalan uji ini sebenarnya terlalu pendek untuk memberikan pengisian nirkabel.

“Dari sudut teknologi itu sendiri, pengisian daya bukanlah masalah,” kata Zhou. “Kendaraan yang dapat diisi secara nirkabel belum digunakan di jalan.”

Qilu Transportation tidak memberikan kerangka waktu untuk memasang sensor yang berguna untuk mengirimkan data dan daya ke baterai EV. Jalan ini memiliki rentang usia 15 tahun, yang cocok dengan jalan raya aspal tradisional.

“Jalan tol surya memang memiliki peluang pasar,” kata Xu Yingbo, yaitu seorang analis Citic Securities Co di Beijing. Hal-hal utama yang perlu ditangani adalah biaya dan keandalan, serta seberapa cepat sistem yang kompatibel dapat tersedia”.

Pada tahun 2016 lalu, perusahaan konstruksi Prancis Bouygues SA mulai menguji jalan sepanjang 1 kilometer di Normandia dengan panel surya berlapis di atasnya.

“Pengujian jalan Wattway ini sejak itu telah meluas hingga ke 20 lokasi, kata Etienne Gaudin, yang mengawasi proyek di divisi pekerjaan jalan Colas Group di Bouygues”.

Fokus Wattway sendiri adalah menghasilkan listrik. Perusahaan tidak memiliki rencana segera untuk mengisi EV yang bergerak. Colas akan mulai memulai proyek ini tahun depan, dengan memprioritaskan lokasi yang lebih kecil seperti stasiun pengisian dan tempat parkir, dimana lalu lintas tidak akan menghalangi sinar matahari.

Bentangan jalan pintar di Jinan ini memakan biaya sekitar 7.000 yuan per meter persegi. Total biaya yang dihabiskan kira-kira mencapai sekitar 41 juta yuan ($ 6,5 juta), menurut perhitungan Bloomberg News. Ambang untuk adopsi teknologi secara massal adalah sekitar 3.000 yuan per meter persegi.

Biaya awal yang terbilang sangat tinggi ini, dikarenakan tim penelitian dan pengembangan Qilu mengembangkan teknologi dan membuat bahan di laboratorium tersebut sendiri.

Para peneliti mulai mengerjakan proyek ini 10 tahun yang lalu. Pembangunan mengambil 55 hari di bagian jalan raya yang ada dan jalan dibuka untuk lalu lintas pada bulan Desember. Elemen pemanas bertenaga surya ini juga berguna untuk menjaga agar bagian salju dan es bisa mencair.

“Di masa depan, ketika mobil berjalan di jalan-jalan ini, itu akan menjadi seperti manusia,” kata Zhou. “Jalan akan terasa dan berpikir untuk mengetahui seberapa berat kendaraan dan jenis data apa yang dibutuhkan”.

Cukup salut memang melihat usaha keras dari berbagai negara, terutama yang telah diusahakan oleh China dan Perancis yang berupaya untuk menciptakan solusi penggunaan kendaraan listrik di negaranya masing-masing.

Tidak main-main, mereka sampai membangun jalan pintar atau jalan panel surya untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, yang mereka sadari memang harus dilakukan dengan segera, untuk mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional kendaraan, yang semakin langka.

Bukan hanya itu saja, Mereka juga menyadari bahwa tindakan ini juga akan sangat membantu untuk menjaga kondisi lingkungan dari limbah-limbah beracun yang sebagian besar timbul akibat namyaknya asap kendaraan.

Wah, bagus sekali bukan ide membuat trotoar pintar ini? Kira-kira, di Indonesia kapan ya? Ada yang tahu tidak kapan ini bisa di praktikkan di Indonesia? Ya, kita tunggy saja lah ya nextnya gimana.

Selain China dan Perancis, beberapa negara juga memiliki cara lain untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat emisi kendaraan. Salah satunya adalah dengan menciptakan berbagai bahan bakar alternatif lain yang jauh lebih ramah lingkungan. Dan Indonesia termasuk di dalam dari beberapa negara yang dimaksud tadi.

Semoga saja dikedepannya, Indonesia bisa menerapkan hal-hal yang luar biasa lainnya, yang pastinya akan jauh lebih kreatif dari inovatif lagi dibandingkan dengan yang sudah dilakukan oleh kedua negara pembangun jalan pintar. Anda setuju kan?

Stok Minyak Bumi Semakin Langka, Energi Alternatif Siap Jadi Bahan Bakar Pengganti

Semakin hari permintaan kebutuhan akan bahan bakar kendaraan kian semakin tinggi. Kita tak pernah tahu sampai kapan kita bisa mempertahankan keberadaan bahan bakar tersebut, karena seperti yang kita semua ketahui, minyak yang merupakan bahan bakar sebagian besar kendaraan merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.

Artinya, bahan bakar tersebut mungkin akan segera habis atau punah. Kita tidak tahu kapan pastinya SDA tersebut akan habis, tapi yang pasti itu akan terjadi cepat atau lambat. Krisis akan bahan bakar ini tidak hanya akan dialami oleh masyarakat Indonesia saja, tapi oleh seluruh dunia.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal ini? Ini adalah pertanyaan umum yang telah menjadi bahan perbincangan dan perdebatan hampir di seluruh negara di dunia. Tak ada satu negara pun yang hanya berdiam diri melihat dan membiarkan kemungkinan buruk ini terjadi di masa depan.

Sebagai makhluk yang dikarunia dengan akal dan pikiran, manusia telah memikirkan cara untuk keluar dari masalah ini sejak bertahun-tahun lalu. Segala macam solusi dan cara pun mereka ciptakan. Salah satunya adalah dengan menciptakan energi atau sumber alternatif.

Energi alternatif ini mungkin memang tak sekuat energi yang dipakai sebelumnya, tapi setidaknya ini bisa sedikit membantu kita untuk mengurangi pemakaian sumber daya alam (SDA) yang ada, seperti penggunaan bahan bakar minyak misalnya.

Supaya anda lebih paham apa dan bagaimana pemakaian sumber pemakaian energi alternatif pada kendaraan yang kami maksud tersebut, kami akan memberikan uraian atau penjelasannya di bawah ini.

Pengaruh Jumlah Kendaraan Terhadap Penggunaan SDA

Sebelum kita masuk kepada penggunaan berbagai energi alternatif pada kendaraan, kami ingin menanyakan sebuah pertanyaan untuk anda. Pertanyaannya adalah sebagai berikut:

  • Bisakah anda sebutkan ada berapa banyak kendaraan yang anda miliki di rumah? Kalau anda memiliki lebigh dari satu, coba sebutkan kendaraan jenis apa sajakah itu?
  • Dalam seminggu atau sebulan, berapa kali anda mengisi bahan bakarnya?
  • Untuk sekali pengisian bahan bakar, berapa liter minyak kah yang anda anda perlukan?

Setelah mengetahui jawabannya, coba anda pikirkan atau bayangkan berapa banyak (total liter) bahan bakar yang telah anda habiskan dalam sebulan atau setahun? Saat anda menghitungnya, anda pasti akan menemukan angka yang cukup besar. Iya nggak?

Contoh simpelnya seperti ini:

Anda hanya memiliki satu kendaraan saja, yaitu kendaraan motor roda dua (sepeda motor). Dalam seminggu, katakan lah anda melakukan pengisian sebanyak 3 kali, dengan jumlah pengisian masing-masing 3 liter. Kalau dijumlahkan, dalam satu minggu itu anda membutuhkan sekitar 9 liter.

Kalau sebulan, totalnya akan menjadi : 9 liter x 4 (minggu) = 36 liter. Bagaimana dengan setahun? Untuk setahun, jika ditotal-total, maka jumlahnya adalah : 36 liter x 12 (bulan) = 432 liter.

Itu baru untuk satu kendaraan saja. Bagaimana kalau seluruh kendaraan di Indonesia yang dihitung? Bisa kebayang nggak banyaknya jumlah minyak yang dihabiskan?

Coba perhatikan gambar tabel di atas. Tabel tersebut menunjukkan jumlah kendaraan bermotor menurut jenisnya pada tahun 2015 yang lalu. Dari situ terlihat bahwasannya, jumlah keseluruhan kendaraan bermotor di Indonesia pada 2015 mencapai 121,39 juta unit.

Data Badan Pusat Statistik tersebut juga menunjukkan bahwasasannya, dari angka tersebut yang paling banyak adalah sepeda motor dengan jumlah 98,9 juta unit (81,5 persen). Kemudian diikuti oleh mobil penumpang dengan jumlah 13,48 juta unit (11,11 persen), mobil barang 6,6 juta unit (5,45 persen), serta mobil bis dengan jumlah 2,4 juta unit (1,99 persen).

Dengan jumlah yang banyak seperti itu, tak heran jika lama kelamaan sumber daya bahan bakar atau minyak kita semakin lama akan menjadi semakin berkurang bahkan habis. Belum lagi jumlah kendaraan tersebut terus meningkat setiap tahunnya.

Tabel berikut ini mungkin bisa membuat anda lebih yakin atau percaya akan hal tersebut.

Grafik di atas menunjukkan peningkatan jumlah kendaraan yang terus terjadi setiap tahunnya. Kalau tidak ada solusi untuk mengatasi masalah ini, maka kita harus bersiap-siap menghadapi krisis bahan bakar.  Kalau minyak ataupun energi alternatif lain tidak ada, otomatis kendaraan-kendaraan tidak akan bisa berjalan dan tak ada gunanya lagi.

Itu artinya, kita harus mengucapkan selamat datang kembali untuk zaman dimana kita hanya bisa berjalan kaki untuk mencapai tujuan tertentu, atau paling tidak ucapkan “welcome back” untuk sepeda anda. Kalau di negara-negara lain seperti Jepang misalnya, berjalan kaki dan bersepeda sudah menjadi hal yang biasa. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia?

Untuk anda yang gengsi jalan kaki ataupun naik sepeda, sepertinya rasa khawatir anda kini bisa teratasi berkat penemuan energi atau bahan bakar alternatif yang telah berhasil diciptakan. Dengan kata lain, anda tetap bisa menggunakan sepeda motor atau mobil untuk melakukan aktivitas anda sehari-hari.

Tapi, anda harus memastikan kalau budget anda cukup untuk membeli kendaraan-kendaraan dengan bahan bakar alternatif ini. Jangan kira anda bisa memakai energi alternatif tersebut pada kendaraan lama anda. Anda mengertikan maksud kami?

Perkembangan Kendaraan dan Energi Alternatif

Salah satu solusi yang diciptakan manusia di zaman moderen seperti sekarang ini guna mengatasi masalah krisis bahan bakar atau energi kendaraan, adalah dengan menciptakan kendaraan yang bisa menggunakan energi alternatif, seperti sepeda motor atau mobil listrik misalnya.

Anda tentu sudah tidak asing lagi kan dengan kendaraan-kendaraan listrik ini? Untuk saat ini, mobil-mobil listrik sudah banyak sekali dan bukan lagi hal baru bagi masyarakat dunia.

Untuk di Indonesia, penggunaannya memang belum dikomersilkan secara luas dan belum begitu banyak pemakaiannya. Tapi di sejumlah negara yang lainnya, mobil ini sudah diterapkan penggunaannya. Bahkan sudah banyak sekali tempat-tempat pengisian energi alternatif yang sudah dibangun.

Bahkan hebatnya lagi, di China, sudah dibangun jalan yang bisa mengisi energi bahan bakar mobil ketika kendaraan mereka melaju di atasnya. Hebat sekali bukan? Sepertinya ide kreatif ini akan segera ditiru oleh negara-negara lainnya. Pasti sekarang anda merasa penasarankan dengan “jalan atau trotoar ajaib” ini?

Tenang saja, karena kami akan memberikan informasinya pada anda di penjelasan berikutnya atau pada artikel selanjutnya. Harap sabar ya guys.

Kendaraan Bahan Bakar Alternatif

Untuk mendorong masa depan yang lebih baik dan menghindari terjadinya krisis bahan bakar, manusia telah menciptakan sebuah inovasi baru dengan menciptakan kendaraan-kendaraan yang menggunakan energi alternatif, yang salah satunya adalah mobil listrik.

Selain hal ini akan jauh lebih menyenangkan, anda juga bisa lebih menghemat sebagian uang anda, karena anda tak lagi memerlukan bahan bakar minyak, yang harganya semakin hari semakin melambung. Hal tersebut juga akan membantu untuk mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Mulai dari mobil listrik dan kendaraan propana hingga bus dan truk bertenaga gas alam yang menggunakan biodiesel, sebagai pilihan kendaraan bahan bakar alternatif pun mulai dikomersilkan secara luas saat ini.

Bekerja dengan universitas, perusahaan sektor swasta dan Lab Nasional, Departemen Energi memberikan dukungan penuh untuk penelitian dan pengembangan bahan bakar alternatif dan teknologi kendaraan, dengan tujuan untuk menyediakan pilihan kendaraan yang hemat biaya bagi para konsumen.

Melalui Program Kota Bersih, Departemen membantu masyarakat setempat dengan menghimbau agar mereka mau mengurangi konsumsi minyak mereka dengan menggunakan kendaraan bahan bakar alternatif dan infrastruktur yang diperlukan untuk bahan bakar mereka.

Jenis-Jenis Bahan Bakar Alternatif

Sampai dengan saat ini, ada lebih dari selusin bahan bakar alternatif yang sedang dalam proses produksi atau sedang dikembangkan untuk digunakan pada kendaraan berbahan bakar alternatif dan kendaraan teknologi canggih.

Armada kendaraan pemerintah dan sektor swasta adalah pengguna utama untuk sebagian besar bahan bakar dan teknologi tersebut. Akan tetapi, tampaknya kini banyak konsumen individu yang semakin tertarik dengan hal ini.

Menggunakan bahan bakar alternatif serta kendaraan canggih sebagai pengganti bahan bakar dan kendaraan konvensional untuk saat ini dinilai sangat membantu, terutama bagi Amerika Serikat dalam menghemat bahan bakar dan menurunkan emisi kendaraan.

Apa sajakah bahan bakar alternatif yang saat ini sudah tersedia atau sedang dalam tahap proses perkembangan yang tadi dimaksud di atas? Ini dia jawabannya.

  • Biodiesel : Bahan bakar terbarukan yang dapat diproduksi dari minyak nabati, lemak hewani, atau minyak goreng daur ulang, yang bisa digunakan untuk kendaraan diesel.
  • Hidrogen : Bahan bakar alternatif bebas emisi, yang dapat dihasilkan dari sumber daya domestik, untuk digunakan dalam kendaraan berbahan bakar sel (fuel cell), yaitu sel elektokimia yang bisa mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Bahan bakar sel ini berbeda dari baterai yang membutuhkan sumber bahan bakar dan oksigen yang berkelanjutan.
  • Listrik : Ini bisa digunakan untuk menyalakan kendaraan listrik plug in, yang semakin tersedia dimana-mana. Hibrida menggunakan listrik untuk meningkatkan efisiensi.
  • Gas Alam : Bahan bakar gas dalam negeri yang melimpah dan memiliki keuntungan biaya bahan bakar yang signifikan dibandingkan dengan bensin dan solar.
  • Etanol : Adalah bahan bakar terbarukan yang digunakan secara luas, yang terbuat dari jagung dan bahan tanaman lainnya. Ini dicampur dengan bensin agar bisa digunakan untuk kendaraan.
  • Propana : Bahan bakar gas siap pakai, yang telah banyak digunakan untuk kendaraan di seluruh dunia selama beberapa dekade.

Itulah beberapa contoh dari energi alternatif yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak untuk bebera jenis kendaraan yang ada saat ini. Selain yang telah disebutkan di atas, beberapa pihak tertentu juga tengah mempersiapkan jenis energi alternatif lain yang mungkin bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Berhasil atau tidaknya mereka menciptakan energi tersebut, kita hanya bisa melihatnya nanti, setelah hal tersebut benar-benar sudah ada di depan mata. Sepertinya hanya itu saja yang bisa kami sampaikan terkait dengan informasi perkembangan penggunaan bahan bakar alternatif yang ada saat ini.

Semoga saja informasi ini bisa bermanfaat untuk anda. Ya, mana tahu setelah membaca artikel ini anda mulai melakukan ancang-ancang untuk membeli mobil listrik atau sepeda listrik yang lebih ramah lingkungan dan juga ramah kantong pastinya. Tapi sebelum kami mengakhiri penjelasan ini, ada sedikit informasi lai yang ingin kami sampaikan.

Ini bukan informasi yang aneh-aneh kok. Malah ini bisa membantu anda kalau memang anda sudah memutuskan untuk membeli kendaraan listrik.

Ingat, ketika mencari kendaraan, pertama sekali anda harus menilai kisaran harga dan persyaratan mengemudi yang anda inginkan (misalnya, jumlah kursi, ruang kargo) dan kemudian memutuskan model mana yang paling pas untuk anda. Pemilihan kendaraan listrik adalah pilihan yang tepat, karena kendaraan ini menyenangkan, praktis dan punya banyak kelebihan lainnya.

Karena jaringan listrik tersedia hampir di mana saja, ada berbagai opsi yang bisa anda pilih untuk mengisi dayanya, seperti misalnya di rumah, di tempat kerja atau di jalan.

Hampir semua kendaraan listrik memiliki sekitar 80 hingga 100 mil jangkauan, tetapi perlu diisi ulang setelah mencapai jarak atau titik tersebut (Beberapa kendaraan mewah bertenaga listrik memiliki jangkauan hingga 250 mil).

Jika kisaran ini tidak mencukupi, plug in kendaraan hybrid mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Kendaraan listrik hibrida plug-in memang hanya memiliki jarak tempuh sekitar 6 hingga 40 mil saja, tetapi anda bisa menjalankannya dengan bensin saat baterai habis.

Jadi gimana nih? Sudah tahu mana jenis atau tipe kendaraan energi alternatif yang anda inginkan atau yang paling sesuai untuk anda? Kalau sudah ada yang pas di hati yang kemudian sesuai dengan budget anda, tunggu apa lagi?