Facelift, Prosedur Bedah Wajah Untuk Anda Yang Ingin Tampil Awet Muda

Facelift, Prosedur Bedah Wajah Untuk Anda Yang Ingin Tampil Awet Muda

Sekarang ini, ada banyak sekali treatment kecantikan yang bermunculan dan menawarkan sesuatu yang menggiurkan untuk masyarakat, yang salah satunya adalah Facelift.

Facelift atau rhytidectomy merupakan salah satu prosedur dalam operasi kecantikan, yang bertujuan untuk memberi tampilan lebih awet muda pada wajah. 

Teknik ini digunakan untuk membentuk bagian bawah wajah dengan cara menghilangkan kelebihan kulit wajah. Kalau bahasa sehari-harinya, penghilangan sebagian lemak pada kulit wajah tersebut difungsikan untuk membuat wajah yang tadinya terlihat “tembem” menjadi lebih “tirus”.

Teknik rhytidectomy ini dipercaya bisa mengencangkan daerah wajah yang longgar, menghilangkan kulit yang menggantung di daerah garis rahang (lipatan lemak), juga dikenal sebagai “jowls.”

Bukan hanya itu saja, cara ini juga bisa menghilangkan kerutan dalam yang ada di sekitar mulut dan hidung dan kelebihan kulit atau lemak yang menggantung dan yang terdapat di bawah dagu dan leher.

Prosedur ini juga dapat mengencangkan jaringan di bawahnya dan bisa dikombinasikan dengan pembedahan untuk meningkatkan hasil pada bagian dahi, pipi, alis dan kelopak mata.

Di Amerika Serikat, ada sekitar 107.261 wanita dan 13.702 pria yang telah menjalani operasi facelift pada tahun 2016. Untuk para pria, ini merupakan jenis operasi estetika kelima yang paling umum dilakukan.

Meskipun pada dasarnya wanita lah yang paling umum melakukan treatment kecantikan, seperti suntik botox dan filler misalnya, namun kelihatannya saat ini hal tersebut sudah tidak begitu menjadi patokan lagi.

Entah itu karena tuntutan zaman dimana para pria juga harus memperhatikan penampilan mereka atau tidak, namun yang pasti, kini operasi plastik telah merambah ke dalam dunia para pria.

Sebagian dari anda pasti bertanya-tanya kan apa sebenarnya yang dimaksud dengan prosedur facelift itu dan apa saja yang bisa ditawarkannya? Atau mungkin anda punya pertanyaan yang lebih banyak lagi? Tenang, tenang, anda akan menemukannya di artikel ini.

Apa Itu Facelift?

Operasi facelift biasanya dilakukan sebagai prosedur outpatient (pasien yang diobati di rumah sakit tetapi tidak tinggal di rumah sakit) atau yang dikenal dengan istilah “rawat jalan”.

Prosedur ini kemungkinan akan melibatkan penggunaan anestesi lokal dan obat penenang atau anestesi umum.

Prosedur pelaksanaannya bisa memakan waktu selama 2 sampai 5 jam dan setelah itu orang yang melakukan operasi tersebut bisa langsung pulang pada hari yang sama setelah operasi selesai.

Berarti, anda tidak perlu menginap di rumah sakit seperti orang-orang yang melakukan operasi kesehatan lainnya, seperti operasi melahirkan dan sebagainya.

Di dalam pelaksanaan facelift tradisional, ahli bedah membuat sayatan di depan telinga, membentang ke rambut atau garis rambut dan juga di belakang telinga ke kulit kepala yang berbulu.

Dokter bedah mengangkat kulit dari otot dan lemak wajah yang lebih banyak atau tebal, kemudian dengan lembut menarik kulit ke arah atas dan ke belakang dan menghilangkan kelebihan kulit. Mereka juga bisa memperketat jaringan wajah yang lebih dalam.

Untuk mengencangkan kulit dan jaringan leher, sayatan atau potongan kecil biasanya dilakukan di bawah dagu, Cara ini dikenal dengan sebutan neck lift.

Bekas Insisi (irisan) tersebut kemudian ditutup dengan jahitan atau stapler khusus (pengganti jahitan dengan benang untuk menutup luka di kulit, atau menyambung bekas operasi).

Selanjutnya drain ditempatkan di bawah kulit belakang telinga selama 1 atau 2 hari untuk menghilangkan kelebihan cairan. Setelah itu, barulah dibalut dengan pembalut yang biasa digunakan oleh tenaga medis.

Drain merupakan sebuah alat yang dimasukkan ke dalam luka, untuk membantu mengeluarkan cairan (discharge/drainage) dari luka melalui bagian yang terbuka pada luka tersebut.

Tanpa drain, banyak luka yang akan sembuh hanya pada permukaan atau bagian atas lukanya saja, sehingga cairan yang tersisa di dalamnya terjebak dibagian dalam atau dibagian bawah luka .

Jaringan didalam atau dibawah luka tidak dapat sembuh karena adanya cairan yang terjebak tadi dan kemudian dapat menyebabkan terbentuknya abses (nanah).

Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Operasi

Sebelum operasi dilakukan, ahli bedah plastik akan terlebih dahulu meninjau riwayat kesehatan pasien tersebut serta, diantaranya:

  • Tekanan darah
  • Pembekuan darah
  • Medikasi (Pengobatan yang sesuai)
  • Kebiasaan merokok
  • Pengkonsumsian oba-obatan
  • Alergi
  • Keberadaan jaringan parut
  • Kondisi kulit

Sebelum proses operasi dilaksanakan, dokter dan pasien juga terlebih dahulu akan mendiskusikan tentang apa-apa saja yang akan timbul atau efek dari operasi tersebut, dimana operasi akan dilakukan, jenis anestesi yang digunakan, bagaimana proses pemulihannya dan potensi komplikasi yang mungkin ditimbulkan setelah operasi.

Selain itu, mereka juga akan membicarakan tentang tujuan dan hasil operasi seperti apa yang diinginkan oleh pasien dan menyesuaikannya dengan jenis kulit dan struktur tulang yang dimiliki.

Kaitan Antara Facelift Dengan Metode Kecantikan Lainnya

Metode baru terus dikembangkan untuk memperbaiki prosedur kecantikan. Banyak dari prosedur ini menyatakan bahwa cara tersebut bisa membuat pemulihan yang lebih cepat dan mudah, namun seringkali memodifikasi facelift tradisional.

Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan teknik laser. Kadang-kadang teknik ini digunakan dalam prosedur pengangkatan leher (neck lift) yang disebut dengan laser neck dan jaw liposculpture (rahang) dan resurfing.

Cara ini sering dilakukan dibawah anestesi lokal (penghilangan rasa sakit tanpa disertai hilangnya kesadaran), yang dilakukan melalui sayatan satu inci di bawah dagu.

Laser yang digunakan tersebut berfungsi untuk melelehkan beberapa lemak yang terdapat di bawah dagu dan mengencangkan kulit sembari menyembuhkan dengan cara mengangkatnya.

Teknik bedah yang kedua dikenal dengan sebutan endoskopi, yang dapat digunakan pada prosedur lift wajah dan alis.

Endoskopi sendiri merupakan penyisipan tabung panjang dan tipis langsung ke dalam tubuh, yang difungsikan untuk mengamati organ atau jaringan dalam secara rinci. Hal ini juga dapat digunakan untuk melaksanakan tugas lain termasuk  operasi minor.

Karena hanya menggunakan kamera kecil, maka akan memungkinkan sayatan yang jauh lebih kecil. Hal tersebut juga akan berdampak pada kurangnya trauma pada jaringan tubuh dan waktu pemulihan juga menjadi lebih cepat.

Kulit dahi bisa diangkat melalui sayatan kecil di garis depan rambut. Kemudian diangkat dan diamankan ke jaringan yang lebih dalam untuk mencegah terjadinya kekenduran lebih lanjut atau kulit terkulai.

Liposuction (sedot lemak) diketahui bisa menghilangkan focal deposit lemak yang terdapat di wajah, biasanya di antara dagu dan leher. Hal itu bisa dilakukan sebagai bagian dari facelift, atau sebagai prosedur yang terpisah.

Facelift mini adalah prosedur yang kurang invasif yang juga bertujuan untuk mengangkat keriput dan kulit yang kendur di bagian bawah wajah. Karena melibatkan sayatan berbentuk lebih kecil di sekitar telinga, cara ini tidak bisa mengatasi masalah leher kendur ataupun kelebihan kulit.

Kelemahan yang dimiliki oleh prosedur ini bukan itu saja, bekas luka (jaringan parut) dan waktu pemulihannya juga lebih pendek dibandingkan dengan facelift tradisional.

Orang-orang sering menggabungkan facelift dengan operasi kelopak mata dan prosedur kecantikan wajah yang lainnya.

Kelemahan Facelift

Facelift bertujuan untuk menciptakan tampilan yang lebih mulus dan lebih muda. Adapun prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  • Menghilangkan dan mengencangkan kulit kendur
  • Mengurangi kulit pipi yang terkulai di sekitar garis rahang
  • Mengangkat naik sudut mulut
  • Mengurangi lipatan di antara pipi dan bibir

Di dalam prosedur ini, insisi atau sayatan yang dilakukan di depan dan di belakang telinga biasanya tidak terlihat. Namun meskipun demikian, prosedur ini tetap memiliki beberapa kelemahan, diantaranya adalah tidak bisa bertahan lama.

Penelitian mengatakan bahwa lima setengah tahun setelah operasi, 21 persen facelifts akan kembali, namun 76 persen orang masih terlihat lebih muda dari yang mereka sebelum melakukan operasi.

Pada pria, cara atau prosedur ini akan lebih sulit untuk membuat mereka mencapai penampilan yang alami setelah operasi, karena mereka memiliki rambut di depan telinga mereka, atau yang biasa dikenal sebagai cambang.

Jika cambang ditarik ke belakang dan ke atas, seperti yang dilakukan pada prosedur facelift, malah akan membuat penampilan mereka semakin terlihat aneh.

Baik itu pada pria maupun wanita, facelift dapat menyebabkan telinga terdistorsi. Jika terlalu banyak kulit dilepas, maka wajah bisa terlihat terlalu tertarik atau terkejut.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, seseorang tentu memerlukan prosedur tambahan, seperti necklift, operasi kelopak mata, sedot lemak, injeksi lemak, menghilangkan lemak pipi, mengangkat dahi, mengangkat alis, laser kulit dan implan pipi atau dagu.

Biaya untuk menjalankan facelift pada dasarnya sangatlah mahal. Biaya rata-rata untuk mendapatkan perawatan kecantikan facelift ini di Amerika Serikat pada tahun 2016 adalah sekitar $ 7,503.

Komplikasi Yang Bisa Ditimbulkan

Komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi facelift ini sebenarnya jarang terjadi dan prosedur kecantikan yang dilakukan pada umumnya cukup aman, asalkan dilakukan oleh profesional yang berkualitas dan berpengalaman. Namun tetap saja yang namanya operasi pasti beresiko.

Sebelum anda memutuskan untuk melakukannya, adapun resiko dan komplikasi operasi facelift yang perlu anda ketahui adalah meliputi:

  • Pendarahan
  • Memar
  • Komplikasi anestesi
  • Kerusakan pada saraf wajah yang mengendalikan otot, yang biasanya bersifat sementara
  • Hematoma
  • Infeksi
  • Hilangnya rambut disekitar lokasi sayatan, tapi ini jarang terjadi
  • Mati rasa, yang bisa membaik dalam beberapa hari atau minggu
  • Jaringan parut
  • Nekrosis kulit, atau kematian jaringan
  • Ketidaksamaan antara dua sisi wajah
  • Pelebaran atau penebalan bekas luka

Jika anda menemukan bahwasannya telah terjadi peradangan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan setelah melaksanakan prosedur operasi, maka anda harus dengan segera mencari pertolongan medis.

Beberapa efek yang timbul tersebut bisa menjadi tanda hematoma. Jika disertai demam, bisa jadi telah terjadi infeksi.

Rekomendasi Sebelum Melakukan Operasi Facelift

Selain membicarakan dan mengetahui apa-apa saja efek dan komplikasi yang bisa ditimbulkan dari operasi facelift ini, anda juga perlu tahu beberapa hal yang juga tak kalah penting untuk anda perhatikan, yaitu:

  • Pembedahan facelift tidak disarankan bagi siapa saja yang memiliki masalah medis serius dan kandidatnya harus dalam kondisi kesehatan mental dan fisik yang baik.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi dan diabetes memiliki resiko komplikasi yang lebih tinggi.
  • Merokok dan penggunaan tembakau dapat meningkatkan resiko komplikasi setelah operasi. Hal itu bisa mengganggu penyembuhan luka. Seseorang yang sedang mempertimbangkan facelift harus benar-benar berhenti merokok atau menggunakan produk nikotin.
  • Penting untuk anda ketahui bahwa facelift tidak akan menghentikan keseluruhan proses penuaan.
  • Elastisitas kulit dan struktur tulang yang baik akan memberikan hasil terbaik.
  • Pasien sebaiknya tidak menggunakan aspirin atau pengencer darah lainnya, setidaknya seminggu sebelum operasi.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Pasca Operasi

Kebanyakan pasien mengalami beberapa ketidaknyamanan, namun pengobatan dapat mengurangi nyeri dan tekanan yang terjadi. Memar dan bengkak akan menjadi lebih buruk setelah 2 hari dan bisa bertahan selama beberapa hari. Pemulihan biasanya memakan waktu sekitar 2 minggu dan aktivitas yang kuat dapat dilanjutkan setelah 4 minggu.

Jahitan dibuka sekitar 5 sampai 10 hari setelah operasi. Insisi dan perban harus tetap dalam keadaan yang kering dan pasien harus mengikuti petunjuk khusus pada saat akan mandi atau mencuci.

Penting untuk mengikuti petunjuk dokter, karena ini akan mempercepat proses penyembuhan dan memungkinkan hasil terbaik. Mati rasa dan kekakuan otot normal terjadi untuk beberapa lama. Bekas luka bisa memakan waktu hampir setahun untuk memudar dan mereda.

Perlu diingat bahwa meski genetika berperan, gaya hidup sehat dengan diet seimbang dan olah raga yang cukup juga bisa membantu menjaga penampilan kulit.

Menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol, stres, paparan sinar matahari, dan kontak dengan polutan dapat membantu memperpanjang penampilan kulit yang awet muda. Kebiasaan yang sama bisa membantu menjaga efek bedah facelift.

Kesimpulan

Setiap manusia pasti menginginkan penampilan yang menarik, terutama untuk bagian wajah. Jadi tidak perlu heran jika mereka akan melakukan cara apapun untuk mendapatkannya, termasuk dengan jalan melakukan facelift.

Facelift sendiri merupakan sebuah prosedur operasi yang bertujuan untuk membuat seseorang tampak lebih muda dengan cara mengencangkan beberapa daerah yang telah mengalami kekenduran.

Namun, seperti yang sudah diberitahukan di atas tadi, yang namanya perubahan pasti memiliki dampak dan efek tertentu. Begitu pula pada prosedur operasi ini.

Efek dan komplikasinya sangatlah bermacam-macam dan hal ini perlu anda ketahui sebelum akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan operasi ini. Lagi pula, anda harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukannya.

So, guys, berpikir dulu sebelum memutuskan ya.