Perbedaan Botox dan Dermal Fillers, Tren Kecantikan Masyarakat Milenial

Perbedaan Botox dan Dermal Fillers, Tren Kecantikan Masyarakat Milenial

Wanita mana sih yang tidak ingin memiliki wajah yang cantik dan jauh dari keriput? Semua wanita pasti menginginkannya. Termasuk juga anda, bukan? Hanya saja cara mereka untuk merealisasikannya berbeda-beda satu sama lain.

Mulai dari mengkonsumsi obat, memakai berbagai jenis alat kosmetik, rutin melakukan perawatan ke salon, melakukan operasi, melakukan suntik botox, dermal fillers dan masih banyak lagi cara-cara lain yang bisa dilakukan.

Bahkan masih banyak juga wanita yang menggunakan ramuan-ramuan herbal alami, baik itu yang dibuat sendiri di rumah ataupun membeli yang sudah jadi. Semua dilakukan untuk sebuah tujuan, yaitu untuk menunjang penampilan dan mempercantik diri.

Kalau anda sendiri bagaimana? Perawatan semacam apakah yang lebih anda pilih untuk anda lakukan? Perawatan mana saja yang anda pilih, ada baiknya jika sebelum melakukan treatment apapun, anda harus terlebih dahulu mencari tahu dampak atau efek yang bisa ditimbulkan.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya sesuatu yang buruk pada anda. Ingat, ingin cantik boleh-boleh saja, tapi jangan hanya karena ingin mendapatkan penampilan yang sifatnya sementara, anda harus mengorbankan kesehatan atau hidup anda.

Baru-baru ini beberapa jenis tren kecantikan seperti suntik botox dan dermal fillers ramai menjadi bahan perbincangan atau menjadi sangat  populer di kalangan masyarakat.

Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah, apa dan bagaimana sih sebenarnya suntik botox dan dermal fillers tersebut? Mengapa mereka bisa begitu populer? Amankah untuk melakukan treatment ini? Apa-apa saja manfaat yang bisa diberikannya? 

Pasti anda penasarankan? Tidak usah risau, karena jawaban atas semua pertanyaan di atas tadi bisa anda temukan di bawah ini.

Definisi Botox dan Dermal Filler

Botox dan dermal fillers adalah perawatan kosmetik yang diberikan melalui suntikan, yang biasanya dilakukan oleh dokter yang berpengalaman dalam hal kecantikan. Berbeda dengan operasi plastik, treatment ini tidak bersifat invasif, yang artinya tidak melibatkan jalan operasi. Itulah yang menjadi perbedaan diantara ketiganya.

Perawatan Kecantikan Dengan Botox

Botox umumnya mengandung bakteri yang telah dimurnikan, yang bisa membekukan otot. Dengan melakukan Botox, anda bisa meminimalkan munculnya garis dan keriput yang disebabkan oleh ekspresi wajah.

Adapun bakteri yang dimurnikan tersebut adalah racun yang berasal dari bakteri botulinum. Meskipun racun ini sangat mematikan dalam jumlah yang lebih besar, namun jika hanya sebagian kecilnya saja yang digunakan dan sifat racunnya sudah dilemahkan, maka racun yang tadinya mematikan bisa dipakai untuk memperbaiki keriput.

Hal tersebut tentu saja sudah terbukti kebenarannya dan telah digunakan dengan aman selama beberapa dekade.

Botox bekerja dengan cara memblokir sinyal saraf pada otot dimana ia disuntikkan. Bila sinyal saraf tersebut terganggu, otot yang terkena suntikan tadi sementara akan lumpuh atau beku. Tanpa adanya pergerakan otot di wajah ini, keriput bisa dilembutkan, dikurangi, atau bahkan dilepas.

Botox dan perawatan lainnya yang dibuat dengan memakai toksin botulinum (racun) ini terkadang disebut sebagai neuromodulator atau neurotoksin. Beberapa perawatan yang dibuat dengan racun botulinum dijual dengan merek Botox Cosmetic, Dysport dan Xeomin.

Manfaat Yang Bisa Diberikan

Botox umumnya hanya bekerja pada keriput yang timbul akibat pergerakan otot. Keriput yang muncul karena cara ini disebut dengan keriput dinamis dan garis ekspresi (Expression Lines).

Kerutan dinamis yang paling umum bisa diobati dengan suntik Botox adalah garis-garis yang berada di wajah bagian atas, seperti “angka 11” yang terdapat di antara alis, garis horizontal di dahi dan “kaki gagak” di sekitar mata.

Garis yang bermunculan ini biasanya disebabkan oleh beberapa ekspresi sehari-hari yang dilakukan, seperti senyum, mengerutkan kening, menyipitkan mata dan ekspresi wajah lainnya.

Suntik Botox tidak akan bekerja pada garis-garis halus dan keriput wajah yang disebabkan karena kendur atau kehilangan kemontokannya. Keriput yang seperti ini dikenal sebagai keriput statis. Adapun yang termasuk dalam keriput statis yang dimaksud adalah seperti garis di pipi, leher dan area rahang.

Ingat : Perlu anda ketahui dan tekankan bahwa suntik botox ini hanya bisa mengurangi garis dan keriputan yang muncul, bukan menghilangkannya secara permanen.

Botox juga bukanlah perawatan permanen. Perawatan berulang diperlukan untuk mengurangi kerutan lanjutan. Kebanyakan sih orang merasa bahwa efek dari suntik botox ini akan berlangsung selama 3 sampai 4 bulan.

Efek Samping Suntik Botox

Menurut American Society of Plastic Surgery (ASPS), suntik kecantikan yang bernama Botox ini aman untuk digunakan. Tercatat ada sekitar 6,7 juta prosedur perawatan dengan cara ini yang dilakukan pada tahun 2015.

Meskipun terbilang aman, namun tetap saja penggunaannya menimbulkan efek samping tertentu. Tapi efek yang muncul akibat suntik botox ini kebanyakan hanya bersifat sementara.

Kemungkinan efek samping yang muncul tersebut antara lain:

  • Kelopak mata atau alis menjadi terkulai jika disuntikkan di dekat mata
  • Otot-otot di sekitarnya akan menjadi lemah atau lumpuh
  • Gatal-gatal dan ruam
  • Menimbulkan rasa sakit, pendarahan, memar, bengkak, mati rasa atau kulit memerah
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Gejala seperti flu
  • Mual-mual
  • Kesulitan menelan, berbicara atau bernapas
  • Mengakibatkan masalah kandung empedu
  • Masalah penglihatan seperti misalnya penglihatan kabur

Perawatan kecantikan dengan suntik botox ini juga bisa mengalami kegagalan, yang umumnya diakibatkan karena antibodi yang melawan toksin. Hal ini terjadi pada kurang dari 1 persen orang, yang telah menjalankan perawatan Botox secara berulang.

Untuk menghindari kejadian buruk pasca melakukan treatment ini, ASPS menyarankan anda untuk tidak menggosok atau memijat area suntikan, karena tindakan tersebut bisa membuat racun menyebar ke kulit yang ada di sekitarnya, serta menyebabkan otot terkulai dan juga masalah-masalah yang lainnya.

Menurut data statistik ASPS pada tahun 2016 lalu, biaya rata-rata yang dikeluarkan untuk melakukan injeksi Botox ini adalah $ 385.

Treatment Dermal Fillers

Sedangkan yang dimaksud dengan dermal fillers adalah bentuk perawatan kecantikan, yang mengandung bahan yang berfungsi untuk menambah volume ke beberapa bagian atau daerah wajah yang keadaan kulitnya mulai menipis karena penuaan. Penipisan ini biasanya terjadi di pipi, bibir, dan di sekitar mulut.

Dermal fillers yang juga terkadang disebut dengan istilah tissue filler merupakan pengisi jaringan lunak yang dirancang untu disuntikkan di bawah permukaan kulit.

Zat yang digunakan untuk mengisi jaringan di dalam treatment dermal fillers ini adalah sebagai berikut:

  • Kalsium hidroksilapatit, yang merupakan senyawa seperti mineral yang ditemukan di tulang.
  • Asam hialuronat, ditemukan di beberapa cairan dan jaringan di tubuh yang menambah kemontokan kulit.
  • Polyalkylimide, yaitu gel transparan yang kompatibel (serasi) dengan tubuh.
  • Asam polylactic, yang merangsang kulit untuk membuat lebih banyak kolagen.
  • Polimetil-metakrilat mikrosfer (PMMA), pengisi semi-permanen.

Masing-masing zat di atas tersebut dirancang untuk mengatasi berbagai tanda penuaan atau masalah kecantikan yang lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk bekerja, serta berapa lama mereka bertahan juga sangat bervariasi.

Beberapa diantaranya bisa bertahan selama 6 bulan, ada juga yang sampai 2 tahun bahkan lebih lama dari itu pun ada. Mereka yang ingin melakukan jenis perawatan ini harus mendiskusikan kebutuhan dan ekspektasi mereka terlebih dahulu kepada dokter masing-masing, untuk menentukan filler mana yang paling pas untuk mereka.

Tujuan Melakukan Suntik Dermal Filler

Berbagai jenis pengisi dermal (dermal filler) ini dirancang untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan tanda penuaan.

Pada umumnya seseorang melakukan perawatan kecantikan ini untuk beberapa tujuan, yang diantaranya:

  • Menebalkan bibir yang tipis.
  • Meningkatkan atau mengisi daerah wajah yang cekung (kempot).
  • Mengurangi atau menghilangkan bayangan atau kerutan di bawah mata, yang disebabkan oleh kelopak mata bagian bawah.
  • Melembutkan atau menyamarkan bekas luka.
  • Mengurangi keriput statis, terutama pada bagian bawah wajah.

Keriput statis yang dimaksud adalah termasuk di daerah sekitar mulut dan di sepanjang pipi. Kerutan ini biasanya muncul akibat hilangnya kolagen dan elastisitas pada kulit.

Resiko dan Pertimbangan Melakukan Dermal Filler

Sama seperti botox, dermal filler juga dianggap aman untuk dilakukan. Namun ada beberapa efek samping yang bisa ditimbulkannya, seperti:

  • Ruam kulit, gatal-gatal, atau munculnya jerawat.
  • Menyebabkan kulit menjadi kemerahan, memar, pendarahan atau bahkan pembengkakan.
  • Membuat penampilan yang tidak diinginkan, seperti asimetri, benjolan, atau keriput.
  • Kerusakan kulit yang menyebabkan luka, infeksi, atau jaringan parut.
  • Merasakan zat pengisi di bawah kulit.
  • Kebutaan atau masalah penglihatan lainnya.
  • Kematian sel kulit akibat hilangnya aliran darah ke daerah tersebut.

Biaya perawatan pengisi dermal ini juga bervariasi dan tergantung pada penyedia treatmentnya, area yang dirawat dan jenis pengisi (filler) yang dipilih.

Berdasarkan data statistik ASPS tahun 2016, berikut ini adalah biaya yang harus dikeluarkan per suntikannya:

  • Kalsium hidroksilapatit, seperti Radiesse : $ 687
  • Asam hialuronat, seperti Juvederm, Restylane, atau Belotero : $ 644
  • Asam polylactic, seperti Sculptra : $ 773
  • Polymethyl-methacrylate microsphere, seperti Bellafill : $ 859

Biaya di atas bisa lebih atau kurang, tergantung pada berapa banyak pengisi yang digunakan. Menggunakan kurang dari satu jarum suntik kemungkinan harganya akan lebih murah daripada menggunakan satu (penuh) atau lebih dari satu.

Penyedia layanan perawatan ini juga dapat mengenakan biaya tambahan untuk layanan profesional mereka, kunjungan kantor, atau biaya lainnya.

Itulah sebabnya mengapa anda yang ingin melakukan treatment kecantikan seperti suntik botox dan dermal filler harus memiliki biaya yang memadai, agar perawatannya bisa lebih maksimal atau tidak setengah-setengah.

Gimana? Sudah tahukan apa yang dimaksud dengan botox dan dermal filler itu? Apakah anda berniat untuk mencoba salah satu treatment di atas? Kalau masih bingung, penjelasan mengenai perbedaan keduanya yang akan di bahas di bawah ini mungkin saja bisa membantu anda membuat keputusan.

Perbedaan Antara Suntik Botox dan Dermal Filler

Meskipun pelaksanaannya sama-sama menggunakan suntikan, namun kedua jenis perawatan kecantikan ini memiliki beberapa perbedaan. Kalau anda benar-benar membaca penjelasan di atas, anda pasti bisa menemukan perbedaannya.

Tapi kalau memang belum ketemu, anda tidak perlu khawatir, karena di bawah ini anda bisa menemukan perbedaannya di bawah ini:

  • Botox : Suntikan yang diberikan pada jenis treatment ini bekerja dengan membekukan otot untuk menyamarkan kerutan dan lipatan yang disebabkan oleh ekspresi wajah. Kerutan ini biasanya ditemukan pada wajah bagian atas, seperti di dahi dan di sekitar mata.
  • Dermal Filler : Perawatan ini menggunakan asam hyaluronic dan zat semacamnya untuk “mengisi” atau memberi volume pada daerah wajah yang kehilangan kemontokan dan kekencangannya, termasuk keriput yang terdapat di sekitar mulut, bibir yang tipis dan pipi yang terlalu tirus. Mereka juga bisa digunakan untuk mengatasi keriput pada dahi, bekas luka dan area lain yang membutuhkan volume ekstra untuk tampilan yang lebih halus.
  • Hasil Botox bisa bertahan hanya sekitar 3 sampai 4 bulan. Sedangkan untuk dermal filler, hasilnya sangat bervariasi, tergantung pada jenis pengisi yang digunakan.

Meskipun pada dasarnya Botox dan filler menggunakan zat yang berbeda, yang dirancang untuk kegunaan yang berbeda, kadang kala keduanya juga bisa digabungkan dalam satu perawatan.

Misalnya, seseorang mungkin menggunakan Botox untuk memperbaiki garis yang ada di antara matanya dan filler untuk memperbaiki garis senyum di sekitar mulut.

Tingkat Keamanan Treatment Botox dan Filler

Perawatan botox dan dermal filler ini sangat populer di masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya orang yang melakukan jenis perawatan yang terhitung lebih dari 9 juta prosedur, yang telah dilakukan pada tahun 2015. Data ini di dapat dari American Society of Plastic Surgeons (ASPS).

Ada sekitar jutaan prosedur botox dan filler yang dilakukan setiap tahunnya dan ternyata kedua treatment tersebut memiliki track record keselamatan yang baik.

Sebuah studi di JAMA Dermatology menemukan bahwa prosedur Botox dan filler sangat aman bila dilakukan oleh ahli dermatologi bersertifikat yang berpengalaman. Efek samping yang terjadi kemungkinannya juga kurang dari 1 persen dan hanya sebagian kecil saja.

Meskipun Botox dan filler sangat invasif, namun tetap bisa membawa beberapa resiko penggunaan. Anda harus menyadari semua kemungkinan resiko yang bisa terjadi tersebut dan manfaat sebelum memutuskan untuk menjalani perawatan ini.

Kedua treatmen ini tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui. Orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau yang mengkonsumsi obat harus mendiskusikan apakah Botox atau bahan pengisinya aman untuk mereka.

Anda juga harus mendiskusikan apa yang bisa dilakukan Botox dan filler secara realistis untuk penampilan anda. Meskipun perawatan tersebut dapat meningkatkan tampilan yang lebih awet muda, namun hasilnya biasanya tidak sekuat prosedur bedah, seperti facelift.

Berdasarkan data statistik tahunan dari American Society of Plastic Surgeons, prosedur Botox telah mengalami peningkatan sebanyak 28% sejak tahun 2010, sedangkan filler telah mengalami peningkatan sebanyak 32%, dimana kebanyakan yang melakukannya adalah wanita yang berusia antara 20-29 tahun (generasi milenial).

Nah, itulah tadi sedikit pengetahuan atau informasi yang bisa kami sampaikan mengenai apa itu suntik botox dan filler, manfaat dan efek yang bisa ditimbulkannya, serta perbedaan diantara keduanya.

Semoga saja, setelah membaca artikel ini, anda yang tadinya ingin melakukan salah satu treatment di atas bisa terbantu untuk membuat keputusan yang benar.

Ingat, melakukan treatment botox atau filler yang dibantu oleh tenaga medis yang profesional, berpengalaman merupakan hal yang patut anda pikirkan terlebih dahulu. Berdiskusi lah terlebih dahulu dengan dokter kecantikan yang anda percaya agar mereka bisa memberikan solusi yang baik untuk anda.