Selain Narkoba dan Miras, “Kecanduan Judi” Termasuk Gangguan Yang Berbahaya

Selain Narkoba dan Miras, “Kecanduan Judi” Termasuk Gangguan Yang Berbahaya

Untuk kebanyakan orang, perjudian sering kali dianggap sebagai sebuah kegiatan kesenangan yang menyenangkan. Akan tetapi, tidak sedikit pula di antara mereka yang tidak menyadari bahwa aktivitas tersebut juga bisa menjadi masalah, yang secara substansial akan mempengaruhi kehidupan anda.

Jika dilakukan sangat sering atau berulang-ulang, tindakan inilah yang dikenal sebagai “kecanduan judi“. Kecanduan pada aktivitas perjudian biasanya merupakan jenis kecanduan progresif, yang bisa menimbulkan banyak dampak negatif, baik itu secara psikologis, fisik ataupun sosial. Kecanduan ini digolongkan sebagai gangguan kontrol impuls.

Mengapa Kecanduan Judi Termasuk Sebuah Gangguan?

Gangguan Kontrol Impuls merupakan jenis gangguan psikologis, dimana seseorang tidak mampu menahan dorongan atau godaan untuk terlibat dalam tindakan yang bisa menyakiti dirinya bahkan juga orang lain.

Jika pertanyaan anda adalah mengapa kecanduan judi masuk ke dalam jenis gangguan ini, maka jawabannya adalah karena jika anda mewawancarai satu persatu orang yang suka berjudi, entah itu tetangga, rekan kerja anda, atau bahkan keluarga anda sendiri dan menanyakan alasan mereka berjudi dan terus saja berjudi, maka sebagian besarnya akan menjawab karena mereka tidak dapat menahan dorongan atau godaan yang datang dari dalam diri mereka sendiri.

Bahkan sanking kecanduannya, mereka sampai rela tidak makan, tidak pulang ke rumah dan sampai menghabiskan seluruh uang atau harta yang mereka punya hanya untuk judi. Apakah jawaban ini bisa membuat anda mengerti alasan mengapa kecanduan judi tersebut dimasukkan ke dalam jenis gangguan kontrol impuls?

Dampak Bagi Kesehatan Fisik dan Psikologis

Kegiatan perjudian tidak akan memberikan dampak yang buruk jika anda melakukannya dengan cara yang benar atau tidak berlebihan. Yah, kalau untuk sekedar iseng-iseng sih sepertinya tidak akan sampai membuat anda masuk ke dalam daftar orang yang sedang terkena gangguan.

Tapi kalau sudah masuk ke dalam kategori berlebihan, inilah yang bisa menjadi sangat berbahaya nantinya bagi kesehatan psikologis maupun fisik anda.

Mereka yang sudah candu atau kecanduan, bisa menderita depresi, migrain, tertekan, gangguan usus dan masalah lainnya yang terkait dengan kecemasan.

Sama seperti jenis kecanduan yang lainnya, beberapa orang bisa menjadi frustasi, putus asa dan sedih, ketika harus menerima kekalahan akibat konsekuensi dari kecanduan mereka tersebut, sehingga banyak diantara mereka yang pada akhirnya merasa depresi dan memilih jalan pintas, seperti mencoba atau melakukan bunuh diri.

Kalau anda tidak percaya, anda bisa mencari artikel atau search dimana saja berita tentang orang yang melakukan bunuh diri setelah kalah dalam permainan judi. Pasti anda menemukan banyak kasus di sana.

Banyaknya Kasus Permasalahan Yang Timbul

Selama beberapa tahun terakhir ini, tingkat permasalahan yang diakibatkan oleh aktivitas perjudian telah meningkat secara global. Di Amerika Serikat pada tahun 2012, diperkirakan ada sekitar 5,77 juta orang dengan gangguan perjudian yang membutuhkan perawatan.

Karena besarnya konsekuensi yang kemungkinan ditimbulkan, akhirnya kecanduan judi ini menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang signifikan di banyak negara. Jadi tidak heran jika mulai dibentuk atau dibuat berbagai perawatan yang dikhususkan untuk mereka.

Apa-Apa Saja Gejala Orang Yang Kecanduan Judi?

Kecanduan judi umumnya muncul dalam banyak bentuk. Akan tetapi, gejala utama yang sering dirasakan atau yang tampak dari pecandu permainan ini akan terlihat dari keinginan mereka untuk selalu bermain game.

Beberapa tanda dan gejala seseorang yang masuk ke dalam daftar ketagihan bermain judi, antara lain:

  • Keinginan untuk bermain game sangatlah besar
  • Kerap mengalami depresi
  • Memiliki perasaan menyesal setelah berjudi (khususnya saat sudah kalah)
  • Berusaha untuk melakukan tindakan pencurian atau menggelapkan sejumlah uang hanya untuk berjudi
  • Memiliki pemikiran bahwa seorang penjudi perlu untuk melakukan taruhan uang yang lebih banyak dan lebih sering
  • Terlepas dari meningkatnya kerugian yang dialami, orang tersebut biasanya akan terus berjudi dan percaya bahwa mereka akan menang dipermainan atau taruhan berikutnya.
  • Meningkatkan hutang keuangan (menggunakan pendapatan dan tabungan untuk berjudi, meminjam uang, menggunakan perjudian untuk memenuhi kewajiban keuangan).
  • Kehilangan kendali
  • Kehilangan waktu tidur (sering tidak tidur)
  • Orang tersebut tetap saja bertahan dalam perilaku perjudian, sekalipun dia menyadari bahwa ada konsekuensi yang semakin parah dan negatif, yang kemungkinan akan mereka dapatkan.
  • Upaya gagal yang berulang saat ingin menghentikan perjudian.
  • Meningkatnya obsesi dengan perjudian.
  • Menimbulkan masalah terkait dengan stres (seperti: migrain dan gangguan usus).
  • Saat mencoba menahan diri dari perjudian, orang tersebut menjadi gelisah atau mudah tersinggung.

Sebenarnya perjudian bukanlah sekedar masalah keuangan, melainkan lebih pada masalah emosional yang memiliki konsekuensi finansial. Hal ini juga berdampak pada cara mereka dalam melakukan interaksi atau hubungan dengan keluarga dan teman-temannya.

Misalnya saja, mereka menjadi sering untuk melewatkan acara penting dalam keluarga, atau mungkin kehilangan pekerjaan.

Jika seseorang ingin bertanya pada dirinya sendiri apakah mereka kecanduan atau tidak, maka pertanyaan yang paling penting untuk diajukan adalah “bisakah saya berhenti berjudi?” Jika jawaban yang anda temukan pada diri anda adalah “tidak,” maka anda harus segera mencari pertolongan.

Apa Sajakah Pemicu Ketergantungan Terhadap Judi?


Siapapun yang berjudi pasti memiliki resiko untuk mengalami masalah. Sama seperti halnya bentuk kecanduan lainnya, tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan mengembangkan masalah kecanduan judi ini.

Perjudian timbul menjadi sebuah masalah apabila perilaku orang tersebut ternyata mengganggu keuangan, hubungan dan tempat kerjanya. Kasus yang paling sering terjadi adalah dimana banyak penjudi yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah tersebut dan telah berlangsung untuk waktu yang cukup lama.

Kebanyakan dari mereka yang mengalami kecanduan judi ini adalah orang-orang yang tadinya sangat bertanggung jawab dan bisa diandalkan dalam pekerjaan mereka.

Namun, mungkin ada faktor yang menyebabkan perubahan pada perilaku mereka, seperti misalnya: karena sudah pensiun, keadaan traumatis, atau mengalami stres terkait pekerjaan.

Secara umum, orang yang telah mengalami ketergantungan pada judi, lebih beresiko untuk mengembangkan jenis kecanduan yang lainnya, seperti candu terhadap alkohol atau obat-obatan terlarang.

Kecanduan sekunder ini juga bisa terjadi dalam upaya mengurangi perasaan negatif yang tercipta dari kecanduan judi. Tapi, beberapa penjudi yang bermasalah tidak pernah mengalami jenis kecanduan lainnya.

Ada beberapa tipe orang yang memiliki kemungkinan paling besar untuk terkena gangguan ini dibandingkan dengan yang lainnya, yaitu:

  • Orang yang mengalami depresi, kondisi kecemasan, atau gangguan kepribadian.
  • Pecandu obat-obatan terlarang atau alkohol.
  • Orang yang mengkonsumsi Agonis dopamin, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati sindroma parkinson dan sindrom kaki gelisah juga dapat meningkatkan resiko kecanduan judi.
  • Orang yang mengkonsumsi obat antipsikotik, karena beberapa obat antipsikotik sering dikaitkan dengan peningkatan perjudian.
  • Perjudian lebih sering terjadi pada orang yang berusia muda dan setengah baya.
  • Pria lebih berisiko daripada wanita.
  • Jika memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang kecanduan, risikonya juga akan meningkat.

Mengapa Para Pecandu Judi Mengalami Kesulitan Untuk Berhenti?

Kecanduan judi adalah kondisi yang biasanya bersifat melemahkan, menyebabkan depresi dan kesusahan. Bagi seseorang dengan kecanduan judi, perasaan saat sedang berjudi setara dengan meminum minuman beralkohol, atau mengkonsumsi narkoba.

Perjudian bisa mengubah mood dan keadaan pikiran seseorang. Penjudi cenderung mudah terpikat dan akan terus mengulangi perilaku tersebut untuk mencapai efek yang sama.

Di dalam kecanduan lainnya, seperti alkohol misalnya, orang tersebut umumnya akan mulai mengembangkan toleransi, yang artinya akan terjadi sebuah peningkatan jumlah alkohol, yang diperlukan untuk “buzz” yang sama.

Dengan cara yang sama, kebutuhan seorang penjudi pun juga mengalami peningkatan yang sama. Mereka perlu berjudi lagi dan lagi untuk mendapatkan sensasi yang lebih “tinggi.”

Dalam beberapa kasus, mereka “mengejar” kerugian yang mereka alami. Mereka berpikir bahwa jika mereka terus terlibat dalam perjudian, mereka akan memenangkan kembali uang yang hilang.

Penjudi menjadi terjebak dalam lingkaran setan, dimana ada keinginan yang meningkat untuk aktivitas tersebut. Pada saat bersamaan, kemampuan untuk menahan keinginan untuk berhenti pun surut.

Rasa ketagihan yang muncul itu tergantung pada intensitas (kekuatan) dan frekuensi, serta kemampuan mereka untuk mengendalikan dorongan yang melemah.

Tapi ingat, frekuensi perjudian seseorang tidak menentukan apakah mereka memiliki masalah perjudian atau tidak. Beberapa penjudi masalah mungkin hanya melakukan pesta perjudian berkala. Namun, terlepas dari tingkat kekambuhan terhadap aktivitas adiktif, konsekuensi emosional dan finansial akan terlihat jelas.

Adakah Cara Untuk Mengobati Ketergantungan Judi?

Setiap masalah pasti punya solusi pemecahan. Meskipun memang tidak semuanya bisa dituntaskan secara keseluruhan, namun paling tidak masalah tersebut bisa sedikit direda, diobati atau bahkan bisa disembuhkan atau diselesaikan.

Seperti itu pula dengan masalah perjudian yang dibahas di dalam artikel ini. Jika anda adalah orang yang mengalami kecanduan terhadap judi atau mungkin teman, saudara atau keluarga anda yang mengalaminya, anda bisa membantu diri anda ataupun orang lain, dengan menganjurkan pada mereka beberapa cara perawatan yang ada di bawah ini.

Secara umum, perawatan untuk para penjudi yang sudah masuk ke dalam kategori ketergantungan dibagi menjadi tiga jenis, antara lain:

  • Dengan melakukan terapi

Terapi yang dimaksud di sini adalah berupa terapi perilaku atau terapi perilaku kognitif (CBT). Terapi perilaku akan membantu seseorang mengurangi keinginan mereka untuk berjudi, dengan cara yang sistematis mengekspos perilaku mereka. CBT juga membantu mengubah cara individu berpikir tentang perjudian.

  • Mengkonsumsi obat

Mood Stabilizer (penstabil mood) dan antidepresan diketahui dapat membantu mengurangi gejala dan penyakit yang terkadang muncul, terkait dengan kecanduan judi.

Beberapa antidepresan juga bisa mengurangi dorongan untuk bermain judi. Narcotic antagonists, yang merupakan obat untuk mengobati kecanduan obat juga dapat membantu beberapa penjudi kompulsif.

  • Bantuan dan Dukungan Dari Kelompok Masyarakat

Beberapa orang memiliki kemampuan menasehati atau berbicara yang sangat baik. Orang yang seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh para pecandu, karena mereka bisa menyadarkan para penjudi tersebut dan meyuruh mereka berhenti untuk melakukannya.

Jenis Perjudian dan Masalah Yang Bisa Ditimbulkan

Kasino dan lotere dalah jenis permainan yang memberi kesempatan kepada para pemainnya untuk berjudi. Penyebab masalah perjudian ini adalah kegagalan individu dalam mengendalikan perilaku kompulsifnya.

Bukan hanya jenis permainan itu saja, sebenarnya setiap jenis perjudian, seperti balap, bingo, permainan kartu, permainan dadu, undian, slot dan taruhan olahraga juga bisa menjadi masalah. Hanya saja, beberapa jenis perjudian memiliki karakteristik tertentu, yang dapat mengintensifkan masalah perjudian.

Laporan yang didapat menunjukkan bahwa faktor resiko yang signifikan dari perjudian adalah kecepatan dalam permainan. Jenis permainan yang memiliki waktu singkat untuk memasang taruhan biasanya menghadirkan resiko pemain yang lebih tinggi, seperti misalnya pada permainan mesin slot.

Perjudian Sebagai Masalah Yang Meluas

Masalah yang ditimbulkan oleh aktivitas perjudian memiliki potensi untuk tersebar luas dan terus meningkat. Peningkatan aksesibilitas terhadap perjudian menuntut kesadaran dan peraturan yang jauh lebih baik.

Siapa pun yang menyediakan layanan perjudian, mereka harusnya memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kebijakan dan program, dengan maksud untuk mengatasi kecanduan di bawah umur. Baik itu penelitian, pengobatan dan pencegahan masalah perjudian harus didorong secara umum.

Jika anda menduga bahwa anda mungkin memiliki masalah dengan aktivitas perjudian yang anda lakukan, ada berbagai tes mandiri yang tersedia di internet yang bisa membantu anda.

Namun, tes tersebut tidak akan memberikan diagnosis dan tidak bermaksud untuk mengganti evaluasi tatap muka dengan profesional klinis terlatih, melainkan hanya membantu anda untuk memutuskan apakah akan mencari evaluasi formal mengenai perilaku perjudian anda.

Setelah penilaian dilakukan, selanjutnya rencana perawatan yang memadai akan disesuaikan dengan masalah yang dialami oleh penjudi tersebut. Pengobatan akan didasarkan pada evaluasi masalah yang lengkap dan menanggapi kebutuhan spesifik masing-masing individu.

Pengobatan dan bantuan mencakup semua bidang kehidupan individu tersebut, yang meliputi keluarga, pendidikan, keuangan, hukum, dan profesional.

Siapa pun yang mencurigai bahwa mereka memiliki kecanduan judi, maka mereka harus segera mencari pertolongan, karena ada banyak bantuan yang tersedia untuk kecanduan perjudian.

Kesimpulan

Sampai saat ini, banyak orang yang belum mengetahui bahwa ketergantungan judi termasuk ke dalam sebuah gangguan, tepatnya gangguan yang terkait dengan psikis seseorang.

Dimasukkan ke dalam kategori gangguan, karena banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. Adapun efek yang ditimbulkan terlihat dari hampir seluruh aspek kehidupan orang tersebut.

Mereka yang mengalami masalah ini cenderung mengabaikan kesehatan mereka (menjadi malas makan, kurang tidur dan sebagainya), merusak hubungan kekeluargaan, pertemanan dan pekerjaan, tidak takut untuk melakukan tindakan kejahatan seperti pencurian dan penggelapan, serta masih banyak lagi gejala yang lainnya.

Jika gangguan ini bisa didiagnosis dengan segera, maka ada kemungkinan besar gangguan tersebut bisa diatasi atau disembuhkan dengan melakukan perawatan tertentu seperti melalui terapi, mengkonsumsi obat tertentu dan dengan adanya dukungan dari orang lain.

Jika gangguan ini diabaikan, maka akan berdampak pada munculnya gangguan-gangguan lainnya, seperti misalnya ketergantungan pada minuman atau narkoba.

Karena efek negatif yang diakibatkan sangat mengkhawatirkan, maka kebijakan dari para penyedia permainan judi sangatlah dibutuhkan, terutama untuk mengatasi masalah kecanduan di bawah umur.

Demikianlah informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda sekalian. Dan bagi anda yang sedang mengalami masalah atau gangguan ini, cobalah untuk meminta bantuan dari keluarga atau orang yang anda percaya. Mereka akan memberikan anda solusi untuk mengatasi masalah anda.