Kebutuhan Akan Internet Meningkat, SpaceX Kirimkan Satelit Internet Ke Luar Angkasa

Mengingat saat ini kebutuhan masyarakat akan internet semakin banyak atau bertambah, salah satu perusahaan teknologi dan astronomi ternama dunia, yaitu Elon Musk’s SpaceX berencana untuk memberikan akses internet berkecepatan tinggi ke seluruh dunia, dengan menggunakan ribuan satelit kecil, yang rencananya akan segera diwujudkan sesegera mungkin.

Tingginya permintaan internet ini bisa anda lihat dari kehidupan sehari-hari yang anda jalani. Contoh nyatanya bisa anda temukan dengan mudah di sekitar anda atau bahkan pada diri anda sendiri.

Apakah masih ada orang yang saat ini tidak membutuhkan internet? Ya, mungkin masih ada, cuma jumlahnya tidak akan sebanding dengan orang-orang yang sangat membutuhkannya.

Bahkan baik itu di kota, pedesaan, dari kalangan muda sampai tua, hampir semuanya membutuhkannya, apalagi di zaman yang super moderen seperti sekarang ini, dimana semua sudah serba menggunakan internet. Dengan kata lain, tak salah jika bagi sebagian orang internet dianggap sebagai salah satu kebutuhan primer.

Misi Untuk Luncurkan Satelit Internet ke Luar Angkasa

Kalau anda masih ingat, beberapa waktu lalu SpaceX baru saja membuat sebuah gebrakan baru dengan meluncurkan roket Falcon untuk membawa sebuah mobil sport buatan Tesla ke luar angkasa.

Tak cukup sampai di situ saja, Elon Musk kembali mencoba untuk menunjukkan kebolehannya melalui sebuah gebrakan terbaru yang lainnya, yaitu dengan melakukan sebuah misi khusus untuk meluncurkan sejumlah satelit ke angkasa.

Adapun tujuan mereka melakukan misi luar angkasa tersebut adalah untuk menyajikan atau menyediakan internet berkecepatan tinggi bagi masyarakat dunia.

Perusahaan ini dijadwalkan akan meluncurkan roket dari Vandenberg Air Force Base di California pada pukul 6:17 pagi waktu setempat pada hari Rabu. Kabarnya di atas kapal akan ada dua buah satelit eksperimental yang akan menguji teknologi yang direncanakan SpaceX untuk layanan internetnya.

Sebelum melakukan misinya tersebut, SpaceX telah mendapatkan izin dari Komisi Komunikasi Federal untuk mengirimkan satelit uji coba tersebut. Beberapa minggu sebelumnya, ketua FCC, yaitu Ajit Pai memberi ambisi SpaceX internet ini sebagai sebuah dorongan, dengan mendesak FCC untuk menyetujui proposal internet SpaceX yang lebih luas.

Tujuan Peluncuran Satelit SpaceX

Rencana SpaceX adalah untuk “memberikan layanan broadband langsung ke semua orang di mana pun, yang tinggal di Amerika Serikat ataupun di seluruh dunia” dengan kecepatan yang sama dengan beberapa koneksi internet berbasis darat tercepat.

Ada miliaran orang di seluruh dunia ini yang diketahui masih kekurangan akses internet, sehingga banyak perusahaan yang slaing berlomba untuk mencari dan menemukan cara yang lebih baik untuk mengarahkan internet dari langit.

Perusahaan spaceX, termasuk OneWeb, yang merupakan sebuah perusahaan startup yang berhasil menarik dukungan dari orang-orang seperti Richard Branson’s Virgin Group, Coca-Cola dan Qualcomm sudah mendapat persetujuan dari FCC untuk mengirim satelit internet ke orbit.

Ketua FCC Pai, yang ditunjuk oleh Presiden Trump, pekan lalu mengatakan bahwa jika SpaceX sudah mendapat persetujuan untuk proyek satelitnya, ini akan menjadi yang pertama kali bagi perusahaan yang berbasis di Amerika tersebut dalam melakukan perjalanan internet ke luar angkasa.

Beberapa dokumen keuangan internal SpaceX yang diperoleh Wall Street Journal tahun lalu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap jaringan satelit ini.

SpaceX memproyeksikan bisnis internet satelit akan memiliki lebih dari 40 juta pelanggan dan menghasilkan lebih dari $ 30 miliar pendapatan pada tahun 2025“.

Misi utamanya adalah mengirimkan satelit, yang disebut PAZ, untuk pemerintah Spanyol. Menurut perusahaan Eropa Airbus, yang merupakan kontraktor utama untuk PAZ, satelit tersebut akan melayani “banyak aplikasi yang berbeda,” termasuk untuk pertahanan dan keamanan.

Satelit ini akan tinggal di orbit sekitar lima setengah tahun, membuat loop penuh dengan mengelilingi Bumi sebanyak 15 kali per hari. Satelit tersebut diketahui bisa menangkap gambar planet yang menjadi rumah kita saat ini, yaitu planet Bumi, baik itu pada siang ataupun malam hari dan dalam keadaan cuaca apapun, dengan menggunakan teknologi radar.

Perusahaan ini juga memiliki rencana lain untuk menerbangkan satelit komunikasi dan muatan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat di atas sebuah kapal Falcon Heavy akhir tahun ini.

Namun peluncuran satelit yang dilakukan pada hari Rabu kemarin kabarnya menggunakan Falcon 9, yaitu roket SpaceX yang sudah melakukan penerbangan sejak tahun 2010 kemarin.

Selain membawa satelit PAZ untuk pemerintah soanyol, roket Falcon 9 ini kabarnya juga akan membawa kedua satelit mikro bernama Microsat-2a dan Microsat 2b. Namun, SpaceX memang masih belum memberikan pengumuman resmi soal hal ini.

Rencana Lanjutan SpaceX Dikedepannya

Saat sudah lengkap nanti, belasan ribu satelit mikro dalam proyek Starlink yang telah direncanakan sekitar 4 tahun yang lalu akan membagi satelit-satelit tersebut menjadi dua kelompok, yaitu grup pertama terdiri dari 4.425 satelit yang akan mengorbit di ketinggian 1100 kilometer.

Sedangkan untuk grup kedua kabarnya terdiri dari 7.518 satelit, yang akan mengorbit di ketinggian 320 kilometer dan beroperasi dengan sinyal radio dalam frekuensi yang berbeda. Ribuan satelit ini akan memancarkan konektivitas internet ke antena penerima yang ada di permukaan Bumi.

Dari informasi yang didapat, nantinya seluruh satelit Starlink ini akan terus bergerak mengikuti orbit geostasioner masing-masing di angkasa. Karena bergerak menyelimuti atau mengelilingi seluruh bagian planet, satelit ini bisa memberikan konektivitas internet di seluruh penjuru Bumi. Dengan jaringan yang kencang pastinya.

Permasalahan Yang Ditemukan Pada Proyek Starlink

Elon Musk selaku pemiliki dan pemimpin dari sejumlah perusahaan seperti SpaceX dan perusahaan mobil listrik Tesla, mengatakan bahwa kelak koneksi internet Starlink akan ditawarkan dengan “harga rendah“, sehingga siapa saja bisa menikmati jaringan internet tersebut.

Sekalipun ditawarkan dengan harga yang rendah, namun tetap saja proyek ini berpotensi menjadi mesin duit bagi SpaceX. Contohnya bisa kita lihat pada proyeksi yang beredar pada tahun 2017 misalnya.

Konon katanya SpaceX berharap bisa merangkul sebanyak 40 juta pelanggan internet Starlink pada tahun 2025, dengan pendapatan sebesar 30 miliar dollar AS pada tahun tersebut.

Namun sebelum hal itu bisa terwujud, SpaceX masih harus menyelesaikan beberapa masalah terkait proyek Starlink, seperti salah satunya adalah persoalan yang terkait dengan koordinasi gerakan ribuan mikro satelit.

Karena pada umumnya satelit selalu bergerak, antena penerimanya pun harus bisa dengan cepat menentukan satelit mana yang bisa memberikan sinyal terbaik agar koneksi internet terjaga kualitasnya.

Bukan hanya itu saja, problem yang paling utama yang harus diselesaikan adalah SpaceX harus mengamankan frekuensi radio yang nantinya akan digunakan untuk memancarkan koneksi internet dari angkasa.

SpaceX diketahui sudah mengajukan berbagai aplikasi, terkait tentang penggunaan frekuensi radio kepada otoritas telekomunikasi Federal Communications Commission (FCC) di Amerika Serikat, yang menjadi pihak berwenang untuk mengatur hal tersebut.

FCC pun menyambut baik rencana Starlink tersebut. Pekan lalu, chairman FCC menyatakan antusiasmenya terhadap proyek besutan Space X itu.

Pai mengatakan bahwa sangat penting untuk menjembatani kesenjangan digital Amerika, dimana kota harus menggunakan teknologi yang lebih inovatif.

Jika nantinya proyek tersebut benar-benar telah terealisasi dengan baik, kebutuhan akan internet yang cepat akan segera terwujud sebentar lagi dan pastinya akan membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik. Secara, apa-apa sekarang kan sudah serba memanfaatkan jaringan internet. Iya nggak guys?

Sampai di sini saja informasi yang bisa kami sampaikan mengenai peluncuran satelit, yang digunakan untuk menyediakan jaringan internet yang cepat bagi masyarakat dunia. Semoga informasi ini bisa semakin menambah wawasan anda ya guys.