Bermimpi Segala Sesuatu Menjadi Serba Hitam-Putih, Pertanda Baik atau Buruk?

Bermimpi Segala Sesuatu Menjadi Serba Hitam-Putih, Pertanda Baik atau Buruk?

Setiap manusia pasti pernah bermimpi. Jenis mimpi umumnya terbagi menjadi 2 (dua), yaitu :  mimpi baik atau menyenangkan dan mimpi buruk. Kedua jenis ini pasti permah kita alami. Mimpi manakah yang lebih condong atau sering anda alami? Mimpi baik kah? Atau malah mimpi buruk?

Bermimpi sedang terbang, melompat di atas atap, berlari dari seseorang atau sesuatu yang menakutkan, seperti kembali ke rumah masa kecil dulu yang ternyata bukan rumah kita, gigi rontok atau tercabut, gagal ujian, berburu untuk sesuatu yang sangat penting dengan panik dan melihat atau bertemu dengan badut pembunuh hidung merah.

Peristiwa-peristiwa yang disebutkan di atas merupakan beberapa contoh mimpi yang sering dialami oleh orang-orang. Bisa jadi anda juga salah satunya. Sebenarnya, ada banyak hal menarik tentang mimpi yang bisa dibahas atau dikupas. Namun untuk artikel ini, kami akan membahas mengenai arti mimpi hitam-putih dan berwarna.

Anda pasti belum pernah mendengar tentang jenis mimpi ini, kan? Selama ini kebanyakan mimpi yang ditafsirkan adalah mimpi-mimpi yang sifatnya seperti nyata, misalnya saja mimpi dikejar atau dipatok ular, mimpi rumah terbakar dan sebagainya atau mimpi-mimpi seperti yang sudah disebutkan di atas tadi.

Lantas, seperti apa sih sebenarnya mimpi hitam-putih itu? Dan apa artinya? Penasarankan? Tapi sebelum masuk ke dalam pembahasan, kami ingin bertanya: Seperti apakah mimpi terseram dan terburuk yang pernah anda alami? Apakah anda pernah bermimpi dan menemukan kalau mimpi anda benar-benar terjadi di dunia nyata?

Hampir semua orang pernah mengalami mimpi seperti itu. Tapi tahukah anda kalau tak semua orang pernah bermimpi hitam-putih? Sebentar lagi anda akan menemukan jawabannya.

Hipotesis Tentang Mimpi

Mimpi merupakan sebuah pengalaman yang kita dapatkan saat tertidur, yang biasanya terjadi pada fase REM pada siklus tidur (sekitar 90 menit). Selama kita tidur, mimpi ditandai oleh aktivitas listrik dengan frekwensi yang tinggi di otak. Secara umum, mimpi terasa begitu nyata, tapi relatif masih bisa dibedakan dengan kehidupan nyata.

Bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan merupakan hal yang baik, karena jika kita mengingat mimpi, maka kita akan menjadi kebingungan untuk membedakan mimpi dan kenyataan. Kita akan merasa seolah-olah mimpi tersebut sama dengan pengalaman saat kita sudah terbangun dari mimpi itu.

Pada tahun 1895, Sigmund Freud yang merupakan seorang pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang psikologi, bermimpi untuk membentuk dasar dari teori pemenuhan keinginannya, yaitu menemukan jawaban atas pertanyaan mengapa kita semua bisa bermimpi.

Di dalam bukunya yang berjudul The Interpretation of Dreams, dia mengemukakan bahwa mimpi “hanyalah harapan yang telah kita bentuk dalam kehidupan ketika kita terjaga”. Karena teori tersebut, banyak orang yang akhirnya mengkritiknya. Orang-orang saat itu banyak yang tidak percaya dengan teori ini.

Tapi sejak saat itu, tepatnya setelah beberapa dekade kemudian, pertanyaan ‘mengapa’ kita bermimpi masih terus menjadi bahan pertebatan dan banyak ilmuwan yang terus mencoba menemukan jawabannya. Selain teori Freud, berbagai hipotesis lainnya tentang mimpi pun mulai bermunculan.

Salah satunya dikemukakan oleh Antti Revonso. Dia mencoba mengeksplorasi apakah mimpi yang kita alami selama ini adalah fungsi atau pekerjaan untuk mempraktekkan skenario bertahan hidup saat tidur, dimana ia mengatakan kalau mimpi tersebut tidak dapat bergerak sendiri.

Revonso mengatakan : “Tubuh mendapatkan istirahat yang dibutuhkan selama tidur dan kita bisa menjalani simulasi tanpa menempatkan tubuh kita tersebut dalam bahaya”.

Namun, sebagian besar teori yang ada termasuk kedua teori yang dikemukakan di atas, tampaknya harus kembali ke analogi ‘filing cabinet’, yaitu bahwa otak sedang menjalani semacam proses pengurutan setiap malam, ketika kita tidur. Ini terus bergerak dan terseret melalui peristiwa, suara, emosi dan detail sensoris dari masa lalu.

Tak hanya itu saja, proses yang dilakukan oleh otak ini juga menggeledah semua informasi dan memutuskan apa yang harus disimpan (file) untuk nanti dan informasi apa yang harus dihapus. Tampaknya mimpi kita memiliki peran utama dalam aksi nokturnal (maalam hari) ini.

Benarkah Mimpi Itu Sebuah Pertanda Akan Sesuatu?

Bermimpi telanjang di sekolah, tidak bisa terlepas dari badut pembunuh, tak dapat bernafas karena sosok raksasa yang tengah duduk di dada, sambil menyulap tiga ekor kucing dan menyanyikan lagu “Gloomy Sunday” versi bahasa Indonesia dan lain sebagainya. Tak peduli bagaimana pandangan anda terhadap mimpi tersebut, tapi yang pasti mimpi itu memang aneh.

Tapi tahu tidak, ternyata sejak zaman kuno dulu sudah ada yang namanya penafsiran mimpi, lhoTafsir mimpi ini merupakan upaya untuk menjelaskan arti dari sesuatu yang kurang jelas, termasuk mimpi. Banyak orang yang menganggap bahwa mimpi itu hanyalah bunga tidur, yang muncul ketika kita sedang memikirkan atau mengharapkan sesuatu.

Akan tetapi, tak sedikit orang yang percaya bahwa mimpi itu memiliki makna tertentu. Sepertinya banyak hal-hal penting yang ada di dalam mimpi kita, yang mungkin lebih penting dari yang kita sadari. Dan ternyata sebuah penelitian atau studi berhasil membuktikan hal tersebut.

Study yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa, nyatanya ada banyak sekali orang yang cenderung membatalkan penerbangan mereka, dikarenakan di malam sebelum keberangkatan, mereka bermimpi tentang pesawat yang menabrak atau terjatuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata orang-orang menganggap mimpi sebagai sebuah pertanda.

Anehnya, ketakutan mereka pada mimpi jauh lebih besar dari peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan terhadap pemikiraan sadar mereka sendiri. Aneh bukan? Katanya tidak boleh mempercayai hal-hal lain selain Tuhan. Tapi ternyata apa? Masih banyak juga orang yang lebih mempercayai bahkan berpedoman pada mimpi.

Jadi, apa sebenarnya makna dan arti mimpi itu?

Seperti yang sudah disebutkan di atas sebelumnya, penafsiran mimpi sudah ada sejak zaman kuno dulu. Pada zaman itu, mimpi sering dikaitkan denhan hal-hal supranatural. Orang-orang itu berasumsi bahwa disaat mereka mimpi tentang kebaikan atau hal-hal indah, maka itu berarti dewa atau Tuhan telah hadir di dalam mimpinya.

Sedangkan kalau yang dialami adalah mimpi tentang keburukan, itu diartikan sebagai pertanda kalau setan telah menghadiri atau masuk dalam alam mimpi tersebut. Huuu, kok kedengarannya seram gini ya? Seram sih, tapi itulah tadi makna mimpi yang dipercaya oleh orang-orang dulu.

Kalau sekarang bagaimana? Apakah arti mimpinya sudah berbeda? Jawabannya tidak bisa dipastikan, karena di zaman moderen seperti saat ini, beberapa masyarakat lebih terbuka kepada hal-hal yang lebih masuk akal, yang artinya banyak diantara mereka yang tidak begitu ambil pusing dengan mimpi yang mereka alami.

Akan tetapi, tidak sedikit pula orang yang masih percaya dan berpatokan pada tafsir mimpi tersebut. Tafsir mimpi ada banyak sekali. Jadi kita tidak bisa memuat semuanya di dalam satu artikel ini, tapi kami akan memberikan beberapa contohnya seperti yang berikut ini:

  • Mimpi dikejar ular, artinya akan mendapatkan jodoh atau mendapatkan keberuntungan
  • Bermimpi gigi copot, artinya akan ada orang terdekat kita yang meninggal
  • Mimpi melihat rumah terbakar, artinya sebuah peringatan untuk mengintropeksi diri atas apa yang anda lakukan

Dan masih banyak lagi contoh-contoh makna atau arti mimpi yang bisa anda temukan di buku tafsir mimpi ataupun di internet. Apakah anda pernah mengalami salah satu atau bahkan ketiga mimpi yang kami sebutkan di atas? Apakah arti mimpi tersebut benar-benar terjadi? Dan satu lagi, apakah anda termasuk orang yang percaya pada tafsir mimpi tersebut?

Makna Mimpi Tak Berwarna (Hitam-Putih)

Kita tinggalkan dulu penjelasan mengenai tafsir mimpi di atas dan kembali ke topik awal pembahasan kita mengenai mimpi yang tak berwarna atau hitam-putih. Mengapa ya ada orang yang bermimpi hitam-putih, sementara yang lainnya bermimpi dengan warna-warna yang indah? Pernah tidak anda mengalaminya?

Ada yang mengatakan bahwa hal itu hanyalah masalah ingatan saja. Seringkali kita mengingat mimpi kita sebagai hitam dan putih dikarenakan detail yang terlihat dengan jelas dari malam sebelumnya memudar sepanjang hari. Benarkah demikian? “Siapa yang tahu”.

Beberapa orang mengatakan bahwa bermimpi dalam warna hitam dan putih menunjukkan kreativitas yang dimiliki oleh seseorang. Semakin kreatif anda, maka akan semakin jelas warna dan petualangan gila yang anda miliki atau alami saat anda tidur. Bagaimana menurut anda dengan pendapat yang satu ini?

Namun, penelitian terbaru menawarkan hipotesis alternatif lain untuk hal ini. Teori ini mengatakan bahwa orang yang memiliki akses ke media hitam dan putih sebelum media warna, cenderung mengalami lebih banyak mimpi yang berwarna abu-abu daripada orang-orang yang tidak terkena atau merasakan paparan semacam itu.

Selain itu, ditemukan adanya perbedaan si antara kelompok yang dengan kehidupan yang dipenuhi dengan kualitas warna dengan orang-orang yang bermimpi hitam dan putih, yang pada akhirnya menunjukkan kemungkinan bahwa mimpi taidak berwarna alias abu-abu atau hitam-putih, hanya terjadi pada orang-orang dengan pengalaman media hitam dan putih tersebut.

Mengertikah anda maksud dari penjelasan di atas? Untuk anda yang masih belum paham dengan maksud penjelasan tersebut, kami akan memberikan penjelasan yang lebih rinci seperti yang berikut ini:

Studi di atas percaya kalau mimpi hitam putih terjadi karena seseorang terpapar hal-hal atau benda-benda tak berwarna untuk waktu yang lama. Begini contohnya:

Sebelum diciptakannya televisi berwarna dengan tampilan gambar yang sangat jelas, dulunya televisi hanya bisa menampilkan warna hitam-putih saja. Kalau tidak percaya, anda bisa menanyakannya kepada orang tua atau kakek-nenek anda. Nah, karena lebih sering terpapar dengan benda-benda tak berwarna semacam inilah orang-orang mengalami mimpi yang tidak berwarna.

Hipotesis inipun diperkuat dengan adanya hasil penelitian yang berhasil membuktikan bahwa orang-orang berusia kisaran 25 tahun atau yang lebih muda ternyata hampir tidak pernah bermimpi dengan warna hitam dan putih.

Sedangkan orang-orang yang berumur di atas 55 tahun, terutama mereka yang tumbuh dengan sedikit akses televisi berwarna melaporkan bahwa mereka sering bermimpi hitam-putih. Secara keseluruhan, 12 persen orang-orang bermimpi tanpa warna atau hitam-putih.

Jika kita coba kembali ke setengah abad yang lalu, dampak televisi terhadap pengalaman bermimpi seseorang pun menjadi lebih jelas. Pada tahun 1940-an, penelitian menunjukkan bahwa tiga perempat orang Amerika, termasuk mahasiswa, melaporkan bahwa mereka “jarang” atau “tidak pernah” melihat warna apa pun dalam mimpi mereka selain hitam-putih.

Tapi sekarang? Anda bisa lihat bahwa hal kebalikannya lah yang terjadi. Next, mimpi yang seperti apa lagi ya yang bakalan muncul dan dialami oleh masyarakat? Kita lihat saja nanti gimana dikedepannya.

So, itulah tadi alasan mengapa seseorang bisa bermimpi dengan warna hitam-putih. Kesimpulannya adalah tak ada masalah yang akan ditimbulkan jika anda bermimpi tanpa warna (hitam-putih). Itu adalah hal yang wajar. Baik buruknya mimpi yang kita alami, kalau secara ilmiah dikatakan bahwasannya itu disebabkan atau ditimbulkan oleh pemikiran kita sendiri.

Tapi ketahuilah, pada dasarnya manusia pasti bermimpi. Bahkan kucing  sekalipun bisa bermimpi. Bagaimana, mengapa dan kapan, kita tidak bisa memprediksinya. Namun yang pasti mimpi itu biasanya bersifat pribadi, yang mungkin saja merupakan gambaran dari keadaan kita sendiri, perasaan dan keadaan pikiran individu kita.

Beberapa dari kita sering kali tidak bisa mengingat atau mungkin hanya memiliki ingatan yang samar dari mimpi yang kita alami setelah bangun di pagi hari, ada pula yang bisa mengingatnya dengan sangat detail dan sebagainya, itu semua merupakan hal yang manusiawi. Jadi anda tidak perlu terlalu khawatir.

Tapi bukan juga maksud kami untuk menyuruh anda mengabaikan tafsiran mimpi orang-orang tua pada zaman dulu, karena beberapa orang mengatakan bahwa mereka telah membuktikan kebenaran beberapa tafsir mimpi tersebut di dalam kehidupan mereka sendiri.

Entah itu karena kebetulan atau tidak, yang pasti apapun mimpi yang anda alami, kalau mimpi baik yang datang maka bersyukurlah dan berdoa supaya hal baik tersebut benar-benar menjadi kenyataan, tapi jika yang datang adalah yang sebaliknya atau mimpi buruk, jangan langsung panik atau khawatir, melainkan berdoalah untuk meminta pertolongan dari Yang Maha Kuasa sesuai dengan keyakinan yang anda anut. Semoga semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja.