Mirip Instagram, ‘Vero’ Klaim Dirinya Sebagai Pesaing Berat Facebook

Kehidupan masyarakat di zaman moderen seperti sekarang ini tampaknya tidak pernah lepas dari yang namanya media sosial. Masih adakah diantara anda yang masih belum tahu apa itu media sosial atau medsos?

Meskipun sangat kecil kemungkinannya, namun tetap saja tidak bisa dipastikan kalau seluruh masyarakat sudah mengenal media sosial ini, karena masih banyak suku-suku atau masyarakat yang hidup dan tinggal di daerah terisolir yang tersebar di seluruh dunia, dimana jangan kan media sosial, listrik dan air saja mungkin belum bisa dinikmati.

Namun terlepas dari itu semua, setidaknya anda yang tengah membaca artikel ini pasti tahu dong apa media sosial itu? Pasti lah ya. Bahkan untuk saat ini masyarakat tak hanya mengenalnya secara teori, melainkan turut berpartisipasi di dalamnya. Iya kan?

Dan dari sebegitu banyaknya medsos yang ada, Facebook dan Instagram bisa dikatakan sebagai sosial media yang paling populer selama beberapa tahun terakhir ini. Menurut anda gimana? Setujukah? Atau mungkin anda punya pendapat lain?

Namun tahukah anda, kini telah hadir sebuah platform baru, yang katanya siap untuk menggantikan posisi kepopuleran facebook yang ada saat ini. Ayo coba tebak apa nama sosial media terbaru yang dimaksud tersebut?

Nah, penarasankan? Nama aplikasi tersebut adalah Vero. Kira-kira platform semacam apakah Vero ini? Apa saja keunggulan yang dimilikinya?

Daripada anda hanya menerka-nerka nggak jelas, lebih baik anda mencari jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Apa Itu Vero?

Vero adalah jaringan sosial ekslusif yang diciptakan untuk perangkat seluler Android dan iOS (ala snapchat), yang memberi pengguna cara untuk berbagi sesuatu yang mereka sukai dan memiliki umpan (feed) vertikal seperti yang dimiliki oleh Instagram.

Ini merupakan sebuah aplikasi yang menyatakan dirinya sebagai musuh yang akan membunuh Facebook dan kelak akan merebut kepopuleran yang dimilikinya. Sama seperti sosmed-sosmed yang lainnya, platform ini juga memungkinkan para penggunanya untuk terhubung langsung satu sama lain.

Jika diartikan secara harfiah, kata Vero ini memiliki arti “kebenaran” dalam bahasa Esperanto. Aplikasi ini sebebarnya pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 yang lalu oleh seorang miliarder Lebanon yang bernama Ayman Hariri, Seorang produser film, yaitu Motaz Nabulsi dan kapitalis perusahaan bernama Scott Birnbaum.

Meskipun terbilang masih sangat baru, namun berdasarkan informasi yang didapat, platform ini dengan cepat mendapatkan pengguna baru dalam beberapa bulan terakhir ini.

Mengapa Vero Bisa Mendapatkan Pengguna Baru Dengan Cepat?

Seperti yang kita ketahui bersama, beberapa platform sosial media datang dan pergi begitu saja. Seperti contohnya Vine dan Bebo. Hanya terdapat beberapa saja yang bisa bertahan cukup lama dan bisa menyesuaikan diri ke dalam kehidupan masyarakat, seperti Facebook, Snapchat, Twitter dan Instagram.

Dan kini sebuah platform terbaru yang bernama Vero kembali dihadirkan untuk meramaikan media sosial, yang disebut-sebut sebagai ‘instagram baru‘.

Seperti yang tadi sudah disebutkan, aplikasi ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Hanya saja baru dalam beberapa minggu terakhir ini benar-benar mendapatkan posisi di masyarakat.

Ketika aplikasi mendapatkan begitu banyak daya tarik dan perhatian dari masyarakat, banyak perusahaan platform yang mengalami sejumlah permasalaha.

Dan Vero tiba-tiba saja muncul atau lepas landas saat Facebook menghadapi pengawasan yang ketat seputar algoritma yang memberdayakan News Feed (kabar berita), teknik penargetan pengguna dan penyebaran informasi palsu di Platform.

Perusahaan platform ini mengatakan bahwa Vero dicap sebagai facebook yang lebih unggul dan mengklaim di halaman twitternya kalau platform ini merupakan ‘jalan anda untuk terhubung dan saling berbagi dalam kehidupan nyata‘.

Jadi wajar saja jika Vero bisa dengan cepat mendapatkan perhatian dan respon yang baik dari masyarakat.

Apa Yang Membuat Vero Berbeda?

Dalam banyak hal, Vero merupakan gabungan beberapa unsur dari berbagai platform yang sudah ada sebelumnya. Umpan beritanya mirip dengan Facebook yang identik dengan tulisan, komentar dan suka. Ada juga penekanan pada foto, video dan aspek ‘influencer’ dari Instagram.

Namun bedanya, Vero lebih berwarna dan menang dalam hal desain yang diterapkan, sehingga membuatnya terlihat seperti versi butik Instagram. Anggap saja itu sebagai hipster alter-ego dari jejaring sosial populer.

Selain itu, umpan yang terdapat di dalamnya pun berurutan secara kronologis dan tidak mengandung iklan berbayar yang mengganggu.

Namun meskipun begitu, tidak berarti aplikasi ini benar-benar bebas dari iklan. Tidak seperti instagram, perusahaan bisa terhubung ke situs eksternal dengan menggunakan Vero dan dapat melakukan pembayaran dengan hanya menekan tombol “beli sekarang”.

Vero juga memungkinkan anda untuk berbagi berbagai hal yang lebih luas daripada sekedar foto dan video, dengan banyak pilihan posting termasuk tautan, musik, film, TV, buku dan tempat.

Jika anda ingin menghubungkan pos Instagram ke lagu yang anda rekomendasikan, anda pasti menemukan bahwa Instagram hanya mendukung tautan di bios. Jadi anda sudah mengertikan mengapa platform ini lebih unggul dibandingkan yang lainnya?

Vero juga memungkinkan untuk empat tingkat koneksi persahabatan, dimana anda bisa memilih siapa saja yang bisa melihat posting anda.

Jadi, alih-alih hanya memiliki akun pribadi, anda juga dapat berbagi dengan orang lain, yang terbagi ke dalam empat kelompok berikut: teman dekat (close friend), Teman (friend), Kenalan (acquaintance) dan Pengikut (follower). Fungsi terakhir ini bisa dibilang merupakan hal yang paling aneh

Secara pribadi, ada yang mengatakan bahwa bagian favorit dari Vero adalah terletak pada klaim layanan yang tidak menggunakan algoritma apa pun.

Instagram, Facebook dan Twitter masing-masing menyajikan timeline dengan cara mereka sendiri, sehingga sulit untuk melihat postingan secara real time tanpa harus mengatur ulang perintahnya atau mengisi layar anda dengan hal-hal yang mungkin anda sukai.

Apakah Platform Ini Bisa Didapatkan Secara Gratis?

Perusahaan ini telah mengumumkan beberapa waktu yang lalu bahwasannya pengguna pertama Vero tidak akan dikenai biaya. Hal inilah yang menyebabkan platform tersebut kebanjiran pengguna baru.

Dan alhasil, volume pendaftaran yang tinggi tersebut pada akhirnya menyebabkan terjadinya masalah teknis. Beberapa pengguna mengeluhkan tidak dapat mendaftar dan yang lainnya mengatakan kalau mereka mengalami masalah ketika hendak mempublikasikan postingan mereka di platform tersebut.

Karena masalah tersebut, perusahaan mengumumkan bahwa pihak mereka akan segera mengidentiikasi masalahnya dan sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sayangnya, biaya yang gratis itu sifatnya hanyalah untuk sementara. Bos Vero sama sekali tidak menyembunyikan niat mereka untuk segera membebankan biaya untu para penggunanya.

Tapi untuk saat ini mereka masih memberikan akun gratis kepada jutaan pengguna pertamanya. Kalau anda mau, anda bisa mendapatkannya melalui App Store untuk iPhone atau Google Play ubtuk Android.

Karena keberadaannya, Instagram kini bukanlah hal baru yang dianggap keren lagi dan inilah saatnya bagi pemula untuk mencoba sesuatu yang baru dengan platform terbaru.

Saat ini, Vero mempromosikan dirinya sebagai anti-Instagram dengan menawarkan pengalaman bebas iklan dan mengklaim tidak akan ada data mining.

Jika Vero bisa mengatasi masalah servernya dan segera memperbaikinya, mungkin akan berhasil melewati musim dingin ini. Aplikasi ini saat ini memegang #1- peringkat 1 di bagan aplikasi gratis teratas di toko Aplikasi iOS (tautan unduhan) dan menduduki posisi 3 di bagan aplikasi gratis di Google Play Store (tautan unduhan).

Jadi, anda bisa melihat popularitasnya dari pencapaian penggunanya, tapi sebelumnya hal yang sama sudah pernah terjadi  pada platform Peach dan Allo.

Jika Vero masih populer sampai dengan sebulan dari sekarang, bisa dibilang kalau platform tersebut telah lulus tahap uji pertama. Inilah saat dimana para penggunanya menentukan apakah sebenarnya platform Vero ini layak untuk disimpan di ponsel mereka setelah mendownloadnya atau tidak.

Tapi, setelah naik lebih dari 1 juta pengguna, Vero mungkin akan mengalami masa sulit yang bertahan. Tahu sendiri kan, masyarakat sangat menyukai sesuatu yang gratis.

Jadi kalau mereka disuruh bayar untuk bisa menikmati sosial media tersebut, mereka akan langsung berpikir 2 kali untuk menggunakannya, karena ada platform lain yang memberikan layanan gratis.

Beberapa orang yang telah merasakan hal tersebut pun pada akhirnya berubah pikiran. Mereka yang tadinya berpikir kalau platform ini sangat luar biasa akhirnya menyatakannya sebagai yang paling buruk. Lambat laun mereka akan meninggalkannya.

Jika semua penggunanya meninggalkan Vero, maka nasibnya akan sama saja dengan sosial media lainnya yang keberadaannya lenyap secara bertahap. Rasa-rasanya hal ini cukup wajar terjadi, mengingat kerasnya persaingan teknologi di masyarakat.

Selain perusahaan dituntut untuk terus kreatif, kebijakan yang mereka tawarkan pun ikut berperan penting untuk mendukung eksistensinya di masyarakat.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa kemunculan platform Vero di antara platform lainnya ini meledak karena beberapa faktor, diantaranya termasuk penurunan saingan profil yang lebih tinggi dan kurangnya antusiasme untuk situs media sosial berbasis iklan secara keseluruhan.

Bukan suatu kebetulan bahwa kenaikan Vero muncul di balik kesengsaraan Facebook yang saat itu sedang mengalami masalah atau pengawasan ketat yang berkaitan dengan algoritmanya.

Meskipun dianggap mirip seperti instagram, namun Vero menawarkan sesuatu yang berbeda dan pastinya akan membuat anda tertarik. Karena keunggulannya tersebut, bisa dibilang kalau Vero sedikit lebih unggul satu langka dari Instagram.

Namun, sayangnya platform ini tidak akan bisa bertahan lama. Para pengguna barunya ternyata hanya tertarik karena platform tersebut gratis. Setelah mereka dikenakan biaya pemakaian, secara perlahan mereka pun mulai meninggalkannya.

Ini merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada platform-platform baru yang sedang berusaha untuk mendapatkan tempat dan eksistensinya di masyarakat. Tapi tetap saja ujung-ujungnya pengguna lah yang menentukan pantas atau layak tidaknya mereka.

Dan untuk saat ini sepertinya facebook dan instagram masih mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat. Betul nggak? Tapi by the way, apakah anda sudah mencoba untuk menggunakan platform baru yang bernama Vero tersebut?

Kalau sudah, apa pendapat anda mengenai sosial media yang katanya mirip dengan instagram tersebut? Bisakah anda menyebutkan perbedaan di antara keduanya? Kalau lah perusahaan tersebut tetap memasang platform tersebut secara gratis, akankah anda menggunakannya dan lebih memilihnya dibandingkan dengan yang lainnya?

Apapun yang menjadi jawaban anda, kami tidak akan menyanggah ataupun menolaknya karena setiap orang tentu punya jawaban dan pemikirannya masing-masing.

Untuk anda yang belum mencoba menggunakannya, anda bisa mencobanya sekarang kalau anda mau. Karena sebelum mencoba, anda tidak akan pernah tahu perbedaannya dan tidak bisa memberi penilaian secara objektif. So guys, tunggu apa lagi nih? Ntar nyesal lo.