Tak Perlu Takut Mogok, Negara Ini Punya “Jalan Pintar” Yang Bisa Mengisi Daya Kendaraan

Tak Perlu Takut Mogok, Negara Ini Punya “Jalan Pintar” Yang Bisa Mengisi Daya Kendaraan

Semakin meningkatnya polusi udara di dunia, membuat banyak negara merasa semakin khawatir dan mulai memikirkan cara untuk mengatasi atau setidaknya meminimalkannya. Salah satu negara yang begitu gencarnya melawan polusi udara tersebut adalah China.

Anda tahu sendiri kan, China merupakan negara yang memiliki masalah polusi yang sangat besar dan paling mengkhawatirkan di dunia. Jika dibiarkan begitu terus-menerus, polusi yang umumnya mengandung berbagai jenis racun ini secara perlahan akan menghabisi seluruh masyarakatnya.

Sadar betul akan bahaya dan akibat yang mungkin akan timbul dari masalah ini, China pun telah mencoba hampir seluruh cara yang bisa mereka upayakan. Dan usaha pencarian tersebut berhasil ditemukan. Mereka menemukan satu cara yang dinilai akan sangat efektif mengatasi masalah ini.

Cara yang mereka pilih adalah dengan menerapkan atau menempatkan ratusan ribu lebih banyak kendaraan listrik di jalan setiap tahunnya dan juga memberikan fokus baru untuk memastikan pengemudi tidak terlalu ribet atau kesulitan ketika menggunakan mobil mereka.

Tidak main-main, penjualan kendaraan listrik (EV), termasuk kendaraan dengan versi bahan bakar listrik yang sepenuhnya maupun kendaraan hibrida, diketahui telah mencapai setengah juta unit pada tahun 2016, dengan bantuan subsidi dari pemerintah.

Kalau dibanding-bandingkan, jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari tingkat pejualan di Eropa yang hanya sekitar 221.000 unit saja dan empat kali lipat dari penjualan di Amerika Serikat yang hanya sekitar 157.000 unit. China bahkan berencana untuk menjual lebih banyak lagi kendaraan listrik di tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun 2020, mereka menargetkan penjualan kendaraan ini bisa mencapai 2 juta unit dan meningkatkannya lebih dari seperlimanya di tahun 2025. Menurut Administrasi Energi Nasional (NEA), dengan jumlah kendaraan listrik yang sebanyak ini, China harus memiliki setidaknya 5 juta tempat pengisian ulang energi.

Pada akhir tahun 2016, China telah memiliki lebih dari 1 juta EV dan sekitar 150.000 stasiun pengisian daya, atau sekitar tujuh kendaraan untuk setiap stasiun. Negara ini juga mengatakan ingin menambah 900.000 stasiun pengisian pada akhir tahun 2017.

Untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat grafik perbandingan antara jumlah kendaraan listrik yang ada dengan jumlah stasiun pengisian energi di China mulai dari tahun 2011 sampai dengan 2017.

Di Beijing, salah satu pasar EV terbesar di China, yaitu Xu Zhiqiang, para pengemudi taksi EV mengatakan kepada surat kabar milik negara, People’s Daily, bahwa ia merasa khawatir dan kesulitan saat mencari stasiun pengisian energi listrik yang nyaman.

“Saya membuat mobil saya terisi penuh dengan energi setiap hari sebelum meninggalkan rumah, tetapi saya selalu berpikir tentang mencari stasiun pengisian daya. Sebenarnya hanya membutuhkan setengah jam hingga 40 menit saja untuk mengisi daya mobil, tetapi rasanya sulit untuk menemukan satasiun terdekat. Selain itu, kendala lain yang ditemukan adalah kemungkinan untuk melakukan pengisian di stasiun akan menghabiskan waktu yang lama, karena ada dua atau tiga mobil yang akan berbaris biasanya”, kata Xu.

Setelah mengetahui kendala yang dialami oleh seorang warga tersebut, Departemen Sumber Ddaya Lahan Kota akhirnya mengusulkan pada bulan Desember lalu, bahwa Beijing harus memiliki satu stasiun pengisian setiap lima kilometer (tiga mil).

Apakah cara ini akan efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut? Bagaimana menurut anda? Adakah cara lain yang anda nilai jauh lebih baik dan efektif yang bisa mereka lakukan?

China Membangun Jalan Pengisi Daya Listrik

Kekhawatiran masyarakat China akan sulitnya melakukan pengisian daya untuk kendaraan listrik mereka mendorong beberapa pihak untuk menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu dengan membangun jalan yang bisa dipakai untuk melakukan pengisian daya.

Wow, ini adalah sebuah ide dan inovasi yang sangat bagus dan menarik sekali.

Tak hanya ide, mimpi tak berarti atau janji-janji seperti anggota dewan, hal ini memang benar-benat akan diterapkan di negara Ginseng tersebut. Jalan menuju masa depan otonom ini diaspal dengan menggunakan panel surya, sensor pemetaan dan pengisi baterai listrik.

Tampaknya negara China ini akan menjadi negara pertama yang akan menguji “jalan raya cerdas”, yang dapat mempercepat transformasi industri transportasi global. Teknologi ini akan tertanam di bawah beton transparan, yang digunakan untuk membangun jalan sepanjang 1.080 meter (3,540 kaki) di kota Jinan bagian timur.

Sekitar 45.000 barel kendaraan bisa melaju di atasnya setiap hari dan panel surya di dalam bisa menghasilkan listrik yang cukup untuk lampu jalan raya dan 800 rumah, menurut pembangun Qilu Transportation Development Group Co.

Namun, Qilu Transportation ingin melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar memasok air ke jaringan, dimana ia bermaksud supaya nantinya jalan yang sedang dibangun tersebut bisa sepandai kendaraan masa depan.

Pemerintah mengatakan bahwa 10 persen dari semua mobil harus sepenuhnya mengemudi sendiri pada tahun 2030 dan Qilu menganggap bahwa peluang untuk memberikan pembaruan lalu lintas yang lebih baik, pemetaan yang lebih akurat dan on-the-go pengisian baterai kendaraan listrik harus dimulai dari sekarang.

“Jalan raya yang telah kita gunakan saat ini hanya berfungsi sebagai tempat mengangkut kendaraan yang lewat saja.  Mereka seperti produk generasi 1.0,” kata Zhou Yong, yang merupakan manajer umum perusahaan. “Sedangkan kami bekerja pada generasi 2.0 dan 3.0 dengan mentransplantasi otak dan sistem saraf”.

Pembangunan jalan pintar ini dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Xi Jinping yang sangat terfokus pada rencananya “Made in China 2025”, dengan tujuan membantu negara tersebut menjadi kekuatan manufaktur yang maju dan bukan hanya pemasok sepatu, pakaian dan mainan untuk diekspor.

Saat ini, terdapat 10 sektor yang paling disorot di China, yaitu termasuk kendaraan energi baru, teknologi informasi dan robotika. China juga memiliki rencana terpisah untuk mengembangkan industri kecerdasan buatannya, yang menyerukan agar bangsa ini menjadi pusat inovasi AI primer dunia pada tahun 2030.

Bagian dari upaya itu melibatkan pembangunan sistem transportasi cerdas yang tadi sudah kita singgung di atas sebelumnya. Koordinasi pengembangan mobil otonom dan sistem jalan cerdas adalah fokus mereka saat ini.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Yuan Peng, yang tidak lain adalah wakil kepala departemen ilmu pengetahuan dan teknologi departemen transportasi.

Langkah pertamanya adalah menerapkan trotoar pintar tersebut di jalan bebas hambatan yang mengelilingi Jinan, pusat industri lama, yang dihuni oleh sekitar 7 juta orang dan menjadi rumah bagi Grup Truk Heavy Duty Nasional China, yang juga dikenal sebagai Sinotruk dan termasuk MAN SE Volkswagen AG sebagai pemegang saham minoritas.

Zhejiang Geely Holding Group yang membuat mobil-mobil merek Geely juga diketahui memiliki pabrik di sana. Dengan kata lain, ada kemungkinan besar kalau akan ada banyak kendaraan yang melewati jalan ini.

Jalan ini memiliki tiga lapisan vertikal, dengan cangkang tembus pandang yang memungkinkan sinar matahari mencapai sel surya di bawahnya. Lapisan atas juga memiliki ruang dalam untuk mengisi ulang kabel dan sensor yang memonitor suhu, arus lalu lintas dan beban berat.

Panel surya tersebut terbagi menjadi dua jalur, yang tidak berbeda dengan jalan biasa dan lebih tipis dari koin 1-yuan yang berdiri di tepiannya. Menurut Zhoi, jalan uji ini sebenarnya terlalu pendek untuk memberikan pengisian nirkabel.

“Dari sudut teknologi itu sendiri, pengisian daya bukanlah masalah,” kata Zhou. “Kendaraan yang dapat diisi secara nirkabel belum digunakan di jalan.”

Qilu Transportation tidak memberikan kerangka waktu untuk memasang sensor yang berguna untuk mengirimkan data dan daya ke baterai EV. Jalan ini memiliki rentang usia 15 tahun, yang cocok dengan jalan raya aspal tradisional.

“Jalan tol surya memang memiliki peluang pasar,” kata Xu Yingbo, yaitu seorang analis Citic Securities Co di Beijing. Hal-hal utama yang perlu ditangani adalah biaya dan keandalan, serta seberapa cepat sistem yang kompatibel dapat tersedia”.

Pada tahun 2016 lalu, perusahaan konstruksi Prancis Bouygues SA mulai menguji jalan sepanjang 1 kilometer di Normandia dengan panel surya berlapis di atasnya.

“Pengujian jalan Wattway ini sejak itu telah meluas hingga ke 20 lokasi, kata Etienne Gaudin, yang mengawasi proyek di divisi pekerjaan jalan Colas Group di Bouygues”.

Fokus Wattway sendiri adalah menghasilkan listrik. Perusahaan tidak memiliki rencana segera untuk mengisi EV yang bergerak. Colas akan mulai memulai proyek ini tahun depan, dengan memprioritaskan lokasi yang lebih kecil seperti stasiun pengisian dan tempat parkir, dimana lalu lintas tidak akan menghalangi sinar matahari.

Bentangan jalan pintar di Jinan ini memakan biaya sekitar 7.000 yuan per meter persegi. Total biaya yang dihabiskan kira-kira mencapai sekitar 41 juta yuan ($ 6,5 juta), menurut perhitungan Bloomberg News. Ambang untuk adopsi teknologi secara massal adalah sekitar 3.000 yuan per meter persegi.

Biaya awal yang terbilang sangat tinggi ini, dikarenakan tim penelitian dan pengembangan Qilu mengembangkan teknologi dan membuat bahan di laboratorium tersebut sendiri.

Para peneliti mulai mengerjakan proyek ini 10 tahun yang lalu. Pembangunan mengambil 55 hari di bagian jalan raya yang ada dan jalan dibuka untuk lalu lintas pada bulan Desember. Elemen pemanas bertenaga surya ini juga berguna untuk menjaga agar bagian salju dan es bisa mencair.

“Di masa depan, ketika mobil berjalan di jalan-jalan ini, itu akan menjadi seperti manusia,” kata Zhou. “Jalan akan terasa dan berpikir untuk mengetahui seberapa berat kendaraan dan jenis data apa yang dibutuhkan”.

Cukup salut memang melihat usaha keras dari berbagai negara, terutama yang telah diusahakan oleh China dan Perancis yang berupaya untuk menciptakan solusi penggunaan kendaraan listrik di negaranya masing-masing.

Tidak main-main, mereka sampai membangun jalan pintar atau jalan panel surya untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, yang mereka sadari memang harus dilakukan dengan segera, untuk mengurangi penggunaan bahan bakar konvensional kendaraan, yang semakin langka.

Bukan hanya itu saja, Mereka juga menyadari bahwa tindakan ini juga akan sangat membantu untuk menjaga kondisi lingkungan dari limbah-limbah beracun yang sebagian besar timbul akibat namyaknya asap kendaraan.

Wah, bagus sekali bukan ide membuat trotoar pintar ini? Kira-kira, di Indonesia kapan ya? Ada yang tahu tidak kapan ini bisa di praktikkan di Indonesia? Ya, kita tunggy saja lah ya nextnya gimana.

Selain China dan Perancis, beberapa negara juga memiliki cara lain untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat emisi kendaraan. Salah satunya adalah dengan menciptakan berbagai bahan bakar alternatif lain yang jauh lebih ramah lingkungan. Dan Indonesia termasuk di dalam dari beberapa negara yang dimaksud tadi.

Semoga saja dikedepannya, Indonesia bisa menerapkan hal-hal yang luar biasa lainnya, yang pastinya akan jauh lebih kreatif dari inovatif lagi dibandingkan dengan yang sudah dilakukan oleh kedua negara pembangun jalan pintar. Anda setuju kan?